
Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia.
Batu Author ya supaya semakin semangat.
SELAMAT MEMBACA
Alam melepaskan bekapannya, asal Bintang tidak Ember masalah tadi ancaman Alam pada Bintang.
" Hiis apan sich main bekap segala engap tau gak " omel Bintang.
" Awas saja kamu ngomong Asal ke mereka,nanti aku hukum kamu " Ancam Alam pada Bintang,setelah mengancam pergi dari taman meninggalkan Bintang sediri bengong.
His makin hari makin aneh aja tuh orang nyebelin sekarang main ancam aja Hiss gerutu Bintang.
" Siapa yang Ancam kamu Bin, Chandra ya? "tiba-tiba Senja muncul memanggil Bintang di suruh makan.
" Bubukan orang sinting saja Beb, ada apa kesini mencariku " tanya Bintang kepada Senja.
" Ooh orang sinting, tapi ganteng kan orang sintingnya " goda Senja.
" Hais malah meledek ada apa? " Tanya Bintang Lagi.
" Kamu di suruh makan sama abang kamu" kata Senja yang masih penasaran Bintang di ancam apa sama Alam.
" Bin kamu di ancam apa sama Alam hemm? "
" Kepoo " jawab Bintang singkat karena sudah sampai meja makan.
Bintang. Bintang tidak dapat tempat kosong kecuali sebelah Alam.
" Duduklah sayang ayo kita makan " kata Mom. mau tidak mau Bintang duduk di sebelah Alam.
Mereka Makan dengan lahapnya, tetapi beda dengan pasangan Bintang dan Alam mereka sedikit kesal satu sama lain jadi mereka makan tidak selera.
Setelah selesai makan Bintang bersuara.
Mom dan Dad Bintang besok mau ke tempat Bunda saja ya kasihan Bunda sendirian papi Leon pergi ke London besok" ucapan Bintang mrmbuat Alam panik.
Apakah karena ulahku kemarin dia pergi, kenapa hatiku tidak rela ya, apa karena di sana tempat bahaya buat Bintang entahlah batin Elang.
" Iya sebaiknya begitu, supaya tidak terjadi hal-hal yang kalian inginkan " Sindiran Angkasa membuat semua yang ada di meja makan bertanya-tanya.
" Apakah ada sesuatu yang terjadi yang mom tidak tau " tanya Berliana.
" Tidak ada apa-apa kok mom, biasa kakak kalau bicara gak pake saringan " jawab Bintang manyun.
" Ooh begitu pokoknya awas saja main rahasia sama Mom " Ancam mom Berliana pada semua anaknya.
Setelah makan mereka meninggalkan meja makan cuma Ada Alam Dan Bintang yang nasi ada di meja mkan.
"Bin kita perlu bicara ,
__ADS_1
ucap Alam.
" Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi "jawab Bintang ketus.
" Perlu dan ini masalah penting.
jawab Alam.
" Masalah ini masalah Kita, dan harus kamu mengerti Bin" Alam sedikit meninggi bicaranya.
" Apasih mau kamu Jagan kasar " dengan nada marah juga.
" Disana banyak bahaya kenapa mau kesana sementara kan bisa tinggal disini lebih aman " Ucapan Alam membuat Bintang berfikir.
" Aku bisa menjaga diri aku sendiri tidak perlu khawatir berlebihan " merapikan tempat makan dan akan pergi.
" Bintang Samudera " Alam memanggil Nama Bintang dengan tegas.
" Aku calon suami kamu Alam Saputra tidak mengizinkanmu balik kesana " ucapan Alam membuat Bintang berhenti.
" Hais baru calon main atur-atur" sangat Bintang.
" Apa perlu aku menikah denganmu sekarang juga" Tantang Alam, sedangkan Bintang hanya menelan salivanya mendengar kata-kata Alam.
" Mau aku buktikan ucapanku" tantang Alam, sedangkan Bintang masih Shok dengan ucapan Alam.
" Ti.. tidak Jagan lakukan aku masih belum siiiaaap " Bintang dengan nada Gagap.
" Di sini " jawab Bintang kalah dengan ancaman Alam, kalau dia minta Mom dan Dad pasti setuju. lebih baik mengalah saja degan orang ini.
" Tidurlah Dedek,sudah malam, Aa balik ke kamar belakang " setelah berucap Alam menuju kamar belakang.
Bintang masih terpaku di tempatnya merenunggu kenapa dia menurut apa yang di bilang Alam.
Keesokan harinya saat jam sarapan pagi mereka berkumpul di meja makan.
" Mana Alam kok tidak kelihatan, apakah dia pergi atau kemana? " tanya Mom.
" Dia tidak ikut sarapan Mom, kalau hari senin dia kan puasa katanya lagi ada permohonan ke Allah supaya cepat di jabah dia puasa senin Kamis " jawab Alam.
" Sepertinya dia lagi puasa untuk calon istrinya yang mulai bandel Mom supaya hatinya di bolak balik " Goda Angkasa.
" Ehem" deheman Bintang melirik abang dan kakaknya.
" Bin nanti dari kampus kita langsung kerumah Bunda atau nanti malam " tanya Nana.
" Emm Sepertinya tidak jadi kesana sampai hari H Na " jawaban Bintang membuat mereka bertanya kecuali Angkasa.
" Ooh mau jadi penurut pada calon suami rupanya " Sindir Angkasa.
" Kakak awas ya " Ancam Bintang.
__ADS_1
Sedangkan yang di ancam tertawa terbahak-bahak.
" Keceplosan Dek dedek sayang" goda Angkasa.
" Au ah Kakak Awas ya " cebok Bintang yang sudah tidak kuat menahan malu, dia lupa siapa Angkasa yang serba tau.
" Daddy lihat kakak ngeledek terus dari tadi nyebelin tau gak Dad " merajuk ke Daddy nya.
" Sudah Angkasa Jagan bikin adik kamu ngambek " lerai Daddy.
" Coba salahku di mana aku panggil dedek tidak mau " Angkasa masih tidak mau kalah.
" Hais kamu Kak" omel Bintang.
" Atau itu panggilan sayang dari seseorang " godaan Angkasa makin menjadi.
" Oooh "mereka serentak bilang Ooo setelah paham.
" Icsh kalian main ikut aja dech nyebelin " Saat Bintang berdiri mau pergi Alam datang dengan membawa buah segar kesukaan Bintang, dia dapat info semua kesukaan Bintang dari Lena.
" Nieh buat kamu biar sehat makan buah yang banyak " Lalu menyerahkan keranjang buah ke Bintang.
" Ciiieeeh "ucap mereka menggoda Bintang.
" Apaan sich aku bisa petik sendiri kalau aku mau " ucap Bintang.
" Alam terimkasih ya nak sudah perhatian sama putri Mom, Mom ikut senang dech Kalian langsung nikah saja tidak usah lamaran " ucapan Mom membuat Bintang shock.
" Kalau Alam terserah Bintang Tante,maunya kapanpun Alam Siap" Bintang tanpa kata langsung menginjak kaki Alam.
" Aduh sakit Dek, kenapa kakiku di injak "sedangkan yang lain hanya tertawa.
" Mulut di jaga " Bintang pergi membawa keranjang Buah sedangkan Alam bingung apa salah dengan ucapanya
" Sudah gak usah bingung begitulah Bintang, kamu yang sabar saja ya dan Bantu dia melupakan Langit " Awan menepuk pundak Alam.
" Oke Bro insyaallah " ucap Alam.
" Kalian mau kuliah Aku antar kalian berdua sedangkan kalian nanti bareng Bintang ya ke kafenya " ucap Awan.
" Oke Bang"
Bintang Lena Niken dan Alam menuju kafe, di dalam mobil mereka hanya diam seribu bahasa.
Sampai di kafe mereka di kejutkan kedatangan seseorang yang saggat tidak di sukai oleh Bintang dan sahabatnya
Siapakah mereka ikuti terus kalau mau tau jawabanya.
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕
__ADS_1