
" Aku khawatir sama kamu Love, kata Langit di ujung telepon.
Ini lagi sandiwara atau tidak ya, kok dari tadi manggil aku love terus, kok aku jadi deg deg deg an ya saat Bang Langit manggil aku Love, iics perasaan apa sich masa dia suka sama aku, itu tidak mungkin. Batin Bintang.
" Bin kamu masih si situ kan tanya Langit
" Iya Bang, ada apa? sepertinya ada yang penting " tanya Bintang.
" Itu Love! Bunda dan semua menuju kerumah kamu katanya , aku tadi di ajak, tetapi aku tidak bisa aku ada urusan penting di Jakarta.
" Iya Bang, Mami nya Mas Arya juga sudah di sini dari tadi, nunggu yang lain pada datang.
" Oke Love, kamu ceritakan saja tentang penculiknya, kamu potong saja aku yang nolongin kamu, bilang saja Ada orang tak di kenal nolong kamu gitu saja ya, " jelas Langit.
"Oke Bang" Nanti aku bilang seperti Itu.
" Mulai sekarang! akan ada satu pengawalku yang menjagamu dan akan menjadi supirmu tidak ada penolakan" tegas Langit kepada Bintang bentuk kekhawatiran Langit yang berlebihan.
" Hemm, Padahal aku tidak Suka di kawal bang tapi karena niat baik Abang,Oke dech aku Terima jawab Bintang sambil mengerucutkan bibirnya.
" Pintar gadis penurut, dan kamu masih belum aman mereka masih memburumu, jadi kamu belum aman. tapi tenang saja pengawal bayangan ku untuk menjaga kamu banyak yang aku sebar di sekitar kamu kamu tenang saja" ucapan Langit membut Bintang nyaman.Entah perasaan apa setiap Langit telepon Bintang bahagia.
" Oke Bang Aku tutup dulu ya, takutnya Mereka menunggu kata Bintang mau mengakhiri teleponnya, dalam hatinya masih mau berbicara pada Langit tapi Akan ada tamu, dan takut ketahuan kalau Bintang lagi telepon sama Langit.
" Oke Love, tutup saja aku mau lanjut meeting " kata Lang, yang sudah nyaman memanggil Love pada Bintang.
Setelah teleponan dengan Langit Bintang keluar kamar karena takutnya mereka semua sudah datang, dan makanan yang di pesan Bintang pun sudah datang dan Bintang menyiapkan semuanya di meja makan.
" Lah mami papi sudah pada mandi kelihatan segar kata Bintang pada mami Arya.
"Sebentar Mi mungkin mereka sudah pada datang suara mobil Bintang lihat dulu ya Mi, " sopan Bintang meningalkan Mami Arya di ruang tamu.
" Iya sayang Biar mami saja yang bikin minuman" kata Mami pada Bintang.
" Oke yang penting Mami tidak kecapekan" kata Bintang sambil berjalan ke arah pintu.
Ternyata yang datang Mami Ayu dan Papi Agung. Bintang langsung memeluk mereka karena selain kangen juga, merka sangat kuwtir, saat mendapat kabar dari Nana Bintang sudah balik rumahnya mereka langung Otw rumah Bintang.
__ADS_1
" Bintang Ajak masuk dulu dong sayang kangen kangennya di dalam " goda Mami Arya. pada keduanya karena mereka semua saling kenal Papi Arya dan Papi agung sibuk ngerumpi ala Laki-laki yaitu Bisnis.
Kalau Mami Ayu dan Mami Arya sibuk membantu menyiapkan makan dan minuman karena mereka sudah sampai depan komplek perumahan.
Bintang sangat bahagia, karena semuanya menyayanginyadan menganggap Bintang anak sendiri mereka, Bintang selalu bersyukur di kelilinggi orang orang baik.
Lamunan Bintang buyar saat ada yang memeluknya.
" Bunda " lirih Bintang ternyata yang memeluk ya Bunda Maya, Bundanya Langit yang begitu baik dan penyayang.
Semua berkumpul dan ada yang aneh ternyata Bunda Maya dan tante Mell dan Mami ayu Papi agung saling mengenal.
Di kantor Langit.
Selesai Meeting Langit terlihat sangat gelisah, dia mondar mandir sambil memegang telepon dan sesekali dia telepon tapi , telpon yang dia hub mati, dia sangat menghwatirkan Bintang dan bagaimana Bintang bercerita apa? karena harus bercerita Bohong, karena dia tau karakter Bintang tidak suka berbohong.
Aku harus ke Bandung, tapi bagaimana Besok mau ketemu Investor dari Jepang, Hiss Bisa gila aku.
Bintang Bintang, kenapa otak ku penuh dengan kamu.
" Kalvin keruanhanku sekarang " bunyi di telepon memngil Sekertarisnya.
Tok
tok
tok
" Masuk saja " jawab Langit dari dalam ruanganya.
" Ada Pa Bos memanggil saya kata Kalvin. curiga pasti akan ada tugas besar dan tidak masuk akal, terlihat dari aura Bosnya sekarang.
" Besok Meetengnya apa tidak Bisa di wakilkan? aku ada urusan mendesak dan penting " jawab Langit. pada Kalvin.
" Maaf Bos, sepertinya tidak Bisa Bos kan harus tanda tangan di tempat, tetapi setelah itu Bos free 3 hari " jawab Kalvin. pada Bosnya yang sudah mau melarikan diri lagi jadi dia dan saudaranya yang harus krteteran menjalankan tugasnya.
" Oke kalau begitu pergi sana balik ruanganmu" Langsung mengusirnya, seperti tidak di perlukan lagi.
__ADS_1
" Dasar Bos aneh Bin ajaib, gerutu Kalvin sambil berjalan letuanganya dan menyiapkan semua kebutuhan buat meeting besok.
" Huuft. harus nunggu satu hari lagii sambil mengusap mukannya kasar Langit, melihat terus hanponya belum juga ada balasan dari Bintang.
Hpnya Bintang juga masih belum aktif. semakin gelisah Langit.
Apa aku telepn Bunda pura-pura tanya ada di mana? kamu memang pintar Lang.
Kata Lang membanggakan dirinya sendiri.
Kembali kerumah Bintang.
" Ayu bagaimana kabar kalian aku tidak menyangka kalau kalian beneran jadi menikah" kata Mell. karena mereka satu kampus. mereka ngrumpi dan saling bercerita sedangkan Bunda masih memelukku,
"Aku juga nyaman saat Bunda memelukku.
Seandainya Bang Lang mau aku pasti bahagia ya Allah fikiran apa ini.
' Bunda Bintang Jagan di kekepen terus ini kita gantian mau peluk kamu Bintang" seru semua teman dan sahabatnya menyerbu memeluk Bintang seperti teletubies.
Mami Arya mengajak mereka semua makan bersama angab saja Syukuran kata Mami, karena tadi mami menambah kan menu yang di kirim dari Restonya. takut makanannya kurang.
Setelah selesai makan mereka kerang tamu santai ada yang duduk bawah karena rumah Bintang tidak terlalu besar.
Tiba-tiba HP Bunda bunyi dan itu adalah Langit.
" Hallo ada apa Bang tumben Video Call kangen ya sama calon istri "goda Bunda. Membuat Elang dan Bintang seperti kepiting rebus merah merona dan mereka salting.
" Hais Bunda, Lang cuma tanya Bunda dimana? dan kapan pulang Jakarta elak Langit " tapi matanya mencari keberadaan Bintang tapi tidak ketemu,
Batin Lang, Bintang kemana kok tidak ada ya.
" Kamu nyari ini kan Bang acara celingukan, bilang dong Bang gak usah malu, apa perlu tante bawa ke Jakarta tanya tante goda Mell yang tadi merepet HP Bunda dan di arahkan ke Bintang.
" Senyum Lang terlihat oleh mereka tanpa Lang sadari dari tadi, dan Bunda dan tante Mell saling memberi kode.
" Ya sudah Bunda tutup dulu Bang. tuuuut telepon di tutup.
__ADS_1