Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
113.Memastikan.


__ADS_3

SELAMAT PAGI


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Bintang Jagan marah kita cuma tidak mau kamu kecewa Bintang, sumpah dech kita perduli sama kamu, kita nggak mau kamu larut dalam kesedihan Bintang " ucap Nana pada Bintang yang sudah marah padanya dan Senja.


" Senja! bagaimana ini? Bintang marah pada kita, lihat baru kali ini aku lihat dia marah kecewa pada kita ya " kata Nana.


" Sudahlah ayo kita kejar, Bintang sebelum jauh, apapun yang di yakinkan dia kita ikut saja, supaya Bintang bahagia, walau hati kita ragu " ucap Senja.


" Kenapa? kalian mengikuti aku, balik saja ke Villa aku bisa mencari sendiri, ucap Bintang dengan Nada marah.


" Maafkan kita Bintang, kita sudah putuskan untuk ikut apapun ke keinginanmu Bin, Maaf kalau tadi buat kamu marah ya Bin, ayo kita cari " kata Nana.


Bintang akhirnya luluh dengan permintaan kedua sahabatnya, Bintang teringat mereka selalu ada buat dia saat susah, jadi Bintang tidak bisa lama marah pada kedua sahabatnya.


" Oke aku maafkan kalian, dan tolong percayalah sama aku, dan beri aku waktu untuk membuktikan ya " ucapan Bintang menyentuh hati kedua sahabatnya,


Mereka berdua sangat menyesal , tidak pernah mempercayai Bintang, walau semua ucapan Bintang mustahil.


"Nah itu ada orang Bin "ucap Nana.


" Kamu tanya dech Bin "suruh Nana.


" Oke aku ke sana!, kalian ikut juga ya " Bintang mengajak kedua sahabatnya.


Bintang juga tidak mau di tuduh mengada-ada.Karena dia melihat Langit, walau terlihat kumal tetapi dia tidak salah, pasti Langit, yang membuat Bintang jengkel kenapa? tidak mengenalinya.


" Bapak Mohon maaf menganggu waktunya kita mau tanya? apa bapak kenal dengan pemuda yang mengurus peternakan "tanya Bintang.


" Maaf neng, bapak orang baru, belum mengenal semuanya takut salah jawab saya neng! coba tanya kepala peternakan saja tepatnya di ujung jalan ini " jawab Si bapak.


" Oke Pak terimakasih, maaf menganggu ya pak, silahkan di lanjut memberi makan ternaknya.


Mereka menuju tempat di mana kepala peternakan berada, namun sampai di sana mereka tidak juga menemukan orangnya. Nana ikut mencari saat Nana berbalik dia sangat terkejut dan tidak bisa berteriak dia melihat Langit sambil terus mengusap-usap matanya apakah dia berhalusinasi seperti tuduhannya pada Bintang.

__ADS_1


" Abang La.... La..... Langit...!!! ucapnya " Menggelengkan kepalanya serasa tidak percaya.


" Kemana? Nana katanya mencari di sebelah situ, tetapi tidak kembali juga ayo kita ke sana Bin. ucap Senja.


Belum mereka melangkah dikagetkan dengan kedatangan Nana wajahnya pucat dan gemetaran,seperti mau menyampaikan sesuatu.


" Bintang Maaf ya aku tidak percaya sama kamu, tetapi sekarang aku percaya, kalau yang kamu lihat nyata bukan halusinasi " Nana menceritakan semuanya pada mereka mereka sekarang mencari kepala peternakan untuk bertanya.


Kalau Nana, sudah juga melihat artinya nyata, Bintang tidak halusinasi. sepeti biasanya.


" Nah itu ada bapak-bapak sepertinya pakaiannya bersih mungkin itu orangnya " ucap Nana antusias. setelah dia melihat Langit.


" Cepat tanya Bin ' kata Senja.


" Permisi pak? apa benar bapak kepala peternakan disini " tanya Bintang dengan sangat halus dan sopan.


" Iya Bener Neng gelis!! ada apa? ya neng " Bapak penasaran ada apa mencarinya gadis cantik cantik batin bapaknya.


" Kami mau tanya? Anak muda yang membersihkan kandang kuda pak? apakah kami bisa bertemu dengannya? "tanya Senja yang tidak sabaran.


" Ada Ning rumahnya di sebelah sana? anak pak Budi rumahnya yang cat hijau , mereka baru 6bulan lebih pindah kesini " ucap pak kepala.


" Ayo Bin kita ke sana " ucap Senja tidak sabaran.


Mereka berpamitan menuju rumah pak Budi.


Bintang mengetuk Pintu dan mengucapkan salam, tetapi belum di jawab. Tok. tok... tok suara Bintang mengetuk berulang-ulang.


" Assalamualaikum.... permisi apakah pak Budi ada...


Pintu akhirnya terbuka dan keluar seorang gadis manis.


"waalaikumsalam" jawab gadis manis di depannya.


" Maaf teteh mencari siapa? kebetulan paman sedang keluar yang ada cuma bibi saja" ucapnya.


" Benar kita sedang mencari yang punya rumah pak Budi, kalau tidak ada juga tidak apa-apa kita mau bertemu putranya " ucap Senja, tidak menyukai gadis di depannya.


" Ooh kalau Kang Alam sedang pergi sama paman juga, sebaiknya lain kali saja kesini nya ucapnya sinis " waah aku tidak akan membiarkan kang Ala di ganggu mereka.


" Ada tamu kenapa? tidak di suruh masuk sih Lilis, tamunya ajak masuk bicara di dalam kasihan di kasih minum" teriak Bibinya dari dalam, dengan mulut cemberut mempersilahkan mereka masuk.


" Iya Bibi , ayo kalian masuk " mempersilahkan masuk dan membuat minum buat mereka.

__ADS_1


" Neng apa? ada perlu dengan bapak atau Alam" tanya ibu di depannya.


" Keduanya Bu, jawab Nana spontan.


" Di tunggu ya, Ibu sudah menghubungi mereka sebentar lagi datang, katanya banyak tamu dari kota jadi bapak sama Alam membantu mereka.


" apakah neng juga dari kota "tanya si Ibu.


" Iya Bu, kita dari kampus ada acara di sini " jawab Bintang.


" Ooh iya Neng, neng ini sangat cantik ya " ucap Ibu melihat Bintang penuh kekaguman.


" Sudah punya calon belum neng, mau Ibu jodohkan dengan anak Ibu? ganteng juga, pasti neng tidak mau pasti neng orang kota " ucap Ibu itu lagi.


" Ehemmm Bibi, belum juga kenal main jodohkan kang Alam , cari yang jelas yang sudah kenal saja" jawab Lilis ketus dan masuk kedalam karena dapat pelototi oleh Bibinya.


" Nama saya Bintang Bu dan ini kedua sahabat saya Nana dan Senja,memperkenalkan keduanya.


" Nama yang cantik, secantik orangnya, Alam kok lama banget ya, Ibu ingin Alam lihat kamu nak Bintang siapa tau jodoh " ucap Ibunya.


" Nana apa kita salah orang ya, dari tadi menyebutkan namanya Alam terus " kata Senja ragu.


" Kalau Bintang masih yakin kalau itu Langit, apa menghindar dan bersembunyi " pikiran Bintang.


" Assalamualaikum Bu ,mana katanya ada yang mencari " teriak dari luar rumahnya.


" Waalaikumsalam pak, ini tamunya di dalam Pak " jawab sang Ibu.


" Ini tamunya Bu!! waah gadis cantik cantik ini Bu " canda bapak yang kelihatan humoris.


" Idiich bapak kegenitan, mereka mencari Alam anak kita, masa nyari bapak yang sudah reot begitu" jawab Ibu.


" Reot reot begini masih bisa bahagiakan Ibu tiap malam " jawaban bapak membuat Ibu malu dan spontan mencubit bapak.


Membuat Bintang dan lainya tersenyum.


" Asalamualaikum Bu" ucap orang dari luar.


IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA


APAKAH BENAR ITU LANGIT ATAU HANYA MIRIP.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕**


__ADS_2