
Maaf ya kemarin tidak Bisa Up karena Wifi nya mati.
Hari ini sebagai gantinya Up dia Bab ya.
Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tingalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
" Abang...! Kakak...Ada Apa kok kalian terlihat sangat tegang tanya Bintang pada semuanya, seperti ada yang tidak beres dengan mereka.
" Gak ada apa-apa Dek, nanti kamu ikut Angkasa kebetulan Abang sama calon suamimu ada keperluan ya, masalah proyek " Supaya Bintang tidak curiga dan ketakutan.
" Iya yank, nanti kalau sudah sampai rumah kabari ya " kata Langit meyakinkan Bintang.
" Iya kalian hati hati ya gak tau perasaan ku tidak enak saja " ucapan Bintang membuat ketiganya terdiam, ternyata Adiknya punya firasat sangat tajam seperti Momnya.
" Gpp sayang,Ayo cepat masuk mobil Awan membukakan Pintu mobil Angkasa yang tahan pluru dan mereka yakin Bintang Aman.
Setelah Bintang Angkasa dan para pengawalnya pergi Langit dan Awan masuk ke mobil Langit dan di ikuti 2 mobil pengawalnya.
" Bro sepertinya ada yang mengikuti kita kata Langit sambil melihat sepion mobilnya.
" Hati-hati Sop, mereka Licik aku bukan tandingan mereka, Angkasa yang bisa menghancurkan mereka dan Mom " Ucapan Awan membuat Langit terperangah , Mom Berli apa aku salah dengar " Bantin Lang.
" Tanya saja sama papa Leon, tentang Mom end ded di masa Muda " Cerita Awan pada Langit.
" Mereka mengejar kita, merek kira Bintang di mobil ini mereka tidak tau kalau Bintang di bawa Angkasa, kalau mereka menyerang kata Angkasa suruh hadapi saja, Anak Buah Angkasa sudah menyiapkan jebakan buat mereka " Langit lega, dan dia salut dengan Angkasa.
" Bro mereka tidak ada pergerakan apa mereka menyadari kalau Bintang tidak ada di sini? " ucapan Langit ada benarnya.
__ADS_1
" Kata Angkasa kita tetap waspada saat mereka menyerang kita sudah siap melawan mereka " kata Awan.
" Sayang kamu masuk ke mansion ya, Kakak masih ada urusan, ingat kalau mau pergi kabari kakak atau Abang ya " Sabil mengelus kepala Bintang mencium kening Bintang.
" Kak apakah terjadi sesuatu di luar sana apakah Abang Lang dan Awan dalam bahaya karena aku " Tatapan Bintang penuh kekhawatiran pada Langit dan Awan.
" Tidak adikku sayang, sana masuk ya, tunggu Mom pulang " Kata Angkasa yang Langsung menaiki mobilnya dan di ikuti para pengawalnya. Tetapi sebelum pergi dia memperketat penjagaan Mansion.
Semoga semua baik baik saja Bintang menatap keluar gerbang Mansion.
Kembali ke Awan dan Langit, ternyata dugaan mereka benar mereka sudah mulai menyerang, dan banyak mobil yang berusaha mendahului.
" Bro sepertinya mereka mulai melakukan pergerakan lihatlah " kata Awan memberi tahu kan.
" Biarkan saja kita ikuti intruksi Angkasa untuk mengiring mereka menuju markas Angkasa tidak jauh dari sini, karena Angkasa sudah mempersiapak kejutan buat mereka semua" Senyum sinis Awan, semoga semua sesuai rencana mereka.
Sampai tempat yang di tuju Angkasa menyuruh langit membiarkan mereka menyelip mobil mereka dan mereka turun dari mobil mereka siap menyerang Langit dan Awan dan orang-orang dari Awan.
" Tidak Akan aku tidak akan menyerahkanya , aku yang akan menghabisi kalian semua akan aku hancurkan kalian " Awan balik mengancam mereka, lawan Awan tertawa terbahak-bahak, karena mereka merasa jumlah mereka lebih banyak dari pada Awan.
" Jangan banyak Omong, lihatlah kalain cuma sepuluh orang, lihat orangku, 3 kali lipat, menyerah saja, berikan perempuan itu, atau kalau tidak aku habisi kalian " Teriaknya.
" Bos terlalu lama kita habisi saja mereka, dan kita ambil perempuan itu secepatnya " Kata anak buahnya.
" Oke anak buahku sudah tidak sabar ternyata, Habisi mereka teruaknya.
Langit dan Awan terpaksa meladeni mereka, yang seolah-olah melindungi perempuan yang ada di mobilnya padahal Bintang sudah di Mansion. Ketika Awan Langit dan pada Bodyguard mereka mulai lelelahan Angkasa dan Anak buahnya datang menyrang Angkasa Langsung mencari Pimpinan dari mereka dan meringkusnya, setelah hampir 1 jam mereka berkelahi, mereka semua bisa di lumpuhkan oleh Angkasa. Sedangkan Langit dan Awan banyak Luka.
" Ceck kalian berdua baru menghadapi mereka saja sudah bonyok semua dan kamu bagaimana? Mau melindungi Bintang kalau begini saja sudah mau sekarat " Sindiran Angkasa membuat Langit minder.
__ADS_1
" Kamu lama sekali dek mereka semua kuat kuat " Ujar Awan yang mukanya banyak Luka.
" Bintang curiga, dan dia punya Firasat yang tajam seperti Mom, aku harus membujuknya dulu, kalian pulangkah Bintang pasti kwatir biar aku yang urus mereka semua " Ucap Angkasa pada Abang nya.
" Oke kalau begitu, kabari siapa dalangnya dek, Ayo Lang kita ke Mansion " Awan mengajak Langit dan semua Bodyguard nya yang juga banyak yang luka luka akibat perkelahian tadi.
Sampai di Mansion mereka sudah di sambut Bintang, karena Bintang tidak tenang, dan merasa ada hal buruk yang akan menimpa mereka semua.
" Abang kenapa penuh luka " Teriak Bintang langsung berlari memeluk Abang Awan karena yang pertama keluar dari mobil adalah Awan yang Bintang lihat mukanya babak belur, dan setelah itu melihat Langit ternyata lebih parah dari pada Awan.
" Ya ampun Mas Langit juga terluka lebih parah, ayo kalian masuk, kalian juga duduklah biar aku panggillkan Bibi buat memberi obat " Kata Bintang pada semua Bodyguard yang terluka.
" Terimakasih Nona muda " Ucap mereka Kepada Bintang.
" Iya sama sama kalian istrihatlah.
Bintang menarik Langit dan Awan di ajak masuk ke ruang keluarga untuk di obati luka mereka berdua.
" Sebaiknya Mas Lang dan Abang Awan mandi dulu ya, bau banget kalian, baru aku obati " Kata Bintang sambil memencet hidungnya menujukan pada mereka berdua kalau mereka sangat bau.
" iiisch kamu dek, tadi aja berlari memeluk Abang sekarang ngatain Abang Bau, awas ya kamu mulai jail " Mencubit pipi Bintang.
" Sayang aku mandi dulu ya, bro aku pinjam kaos dan celana ya, malas mau ambil di mobil " Ucap Langit, aslinya bukan malas tetapi kelamaan, karena dia keburu mau manja manja ke Bintang.
" Ayo bro buruan, kamu mandi saja di kamar tamu atas dekat kamarku dan Angkasa " Ucap Langit mengajak Langit naik ke atas.
Selesai mandi Kangit langsung menuju ruang keluarga karena di tunggu Bintang.
"Maaf sayang Mas Lama, badan Mas sakit semua akibat berantem tadi " Cerita Langit menarik simpati dari Bintang, mumpung belum ada penganggu dan Bintang mengobati Lang dengan kasih sayang.
__ADS_1
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕