
HAI APA KABAR SEMUA MOHON MAAF YA, KALAU LAMA TIDAK UP LAMA, KEHABISAN IDE, LAGI BUNTU, SETELAH MENDAPATKAN PENCERAHAN SEMOGA ENCER LAGI DAN BISA UP SETIAP HARI, MOHON BANTUANNYA YA SEMUA PEMBACA, BANTU MENYEMANGATI AUTHOR YANG AMATIRAN INI, SUPAYA BISA SEPERTI AUTHOR YANG BISA MEMBUAT KARYA YANG BAGUS-BAGUS DAN KEREN CERITANYA.
BANTU KASIH LIKE, KOMENTAR JUGA SANGAT MEMBANTU BUAT KARYA KU INI , SYUKUR-SYUKUR DI KASIH HADIAH VOTE, RETETING, DAN BANTU SHARE YA BIAR BANYAK YANG BACA.
TERIMAKASIH BUAT SEMUA YANG MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN 🌟 TAKDIR CINTA BINTANG ⭐
" Sebel aku kenapa sich Om Leon, percaya banget sama si Chandra, aku gedeg banget sama tuh orang, yang sok baik, dan seperti pahlawan kesiangan saja, nyatanya gak tulus, pasti ada udang di balik rempeyek " keluh Senja mendapatkan respon mengerikan dari Teman-teman nya.
Ada yang mencubit pipi perut dan juga mengacak-acak rambut Senja karena gemas.
" Kita serius dengerin kamu Senja...! malah bercanda dasar ya" sambil mencubit pipi Senja.
"Abis kalian tegang banget, jadi aku gemas pada kalian, dan membuat gemes juga " jawab Senja pada semua sahabatnya.
" Sudah Biarkan saja aku kan mau tinggal di mansion mulai besok karena aku sudah tidak nyaman tinggal di om Leon , sekarang kan ada rima juga kan " kata Bintang dan di iyakan oleh semuanya.
" Aku setuju Bin, aku saja yang keponakan juga kurang suka, dia bermuka dia sok baik, kalau di depan tante Maya, kamu di mansion saja, aku mendukung mu, kalau bukan permintaan mama aku juga memilih kos aja, ya kamu tau sendiri mamaku kalau di lawan bisa panjang ceritanya " ucap Senja menjelaskan panjang lebar.
Sesampainya di Mansion mereka langsung masuk, cuma bedanya tidak ada yang menyambut seperti biasanya karena Mom dan Dad masih pergi kunjungan dan kedua saudaraku masih sibuk dengan aktivitas masing-masing.
" Sepi ya Bin, kalau tidak ada tante Berliana di rumah, kalau ada pasti heboh menyambut kita datang dan menyuruh kita makan dan menawari segalanya yang ada di mansion ini " ucap Nana mengingat semua kelakuan Mom Berliana.
" Ya sudah kalian semua ganti baju saja, aku juga, setelahnya aku mau ke taman buah lagi ingin yang seger-seger " kata Bintang.
" Oke siap Tuan putri, sekalian nunggu Niken dan Lena meluncur kesini " ucap Senja.
Mereka berlari menuju, kamar mereka, kalau sedang menginap, di mansion semua peralatan baju dll, sudah di siapkan Mom Berliana, kalau sahabat Bintang menginap di mansion.
Setelah semua personil lengkap mereka sedang di taman Buah dan menikmati buah yang ranum dan segar karena langsung di petik.
__ADS_1
Sedangkan Bintang duduk di kursi ayunan sambil melamun.
" Bin......!
" Bintang...! Woiiii ngelamun aja sich kamu ada apa apa? Apa? Yang kamu pikirkan hemm bilang sama kita siapa tau kita bisa bantu? Bin" Cecar Senja dan yang lainnya.
" Aku gapapa kok, kalian tidak usah khawatir ya, aku baik baik saja" Jawab Bintang tidak mau membuat sahabatnya khawatir.
"Ayo bikin rujak saja bagaimana, sepertinya suasana mendukung ini " Ajak Nana.
" Betul sekali, kalau pilih buah aku ke dapur minta peralatan pada mbok di dapur ya " Kata Lena.
" Siapa Bu Koki, kita laksanakan " kata mereka serentak.
Mereka semua bergegas ke taman, mencari buah yang segar untuk bahan buah, dan salad, karena mereka akan membuat yang banyak untuk seluruh penghuni mansion.
Sedangkan Lena meminta bibi membantu membuat adonan salad dan sambal untuk rujak sesuai arahan Lena sang Koki.
" Aku gak pinter, kalau tidak di ajarin Bintang Bibi , masih kalah jauh sama majikan kalian " Jawab Lena.
" Enam bulan sudah berlalu semua yang di miliki Langit sebentar lagi akan menjadi milikmu, sudah berjalan 50℅ kedua orang tuanya saja sudah ada di tanganku kalian tetap lakukan rencana selanjutnya oke hahaha " Dia tertawa karena rencananya berjalan mulus dan sangat puas.
" Siap Bos sesuai rencana awal, tetapi bos harus hati-hati dengan keluarga Samudera, karena kalau di lihat mereka sangat licik dan berpengaruh " Kata asistennya.
" Kalau masalah itu, kalian tidak perlu khawatir aku tau dimana lemahnya mereka, kalian tenang saja, dan jalankan tugas kalian, selebihnya aku yang urus " Ucapnya sambil tersenyum sinis.
" Yang aku perintahkan bagaimana?
Sudah kalian lakukan bukan " tanyanya.
__ADS_1
" Sudah Bos, tetapi sekarang masalahnya Non Bintang sekarang pergi ke mansion Samudera memperlambat gerak kita " Memberi penjelasan pada si Bos.
" Kenapa? Baru bilang sekarang kalian, huftt.. Kalau dia sudah di sana sangat sulit mendekatinya '' omelnya pada bawahanya.
" Kesempatan kita, saat Nona Bintang keluar dari mansion dan di tempat kuliah atau di mana saja" Ucap si anak buah.
" Oke atur saja, yang penting aku dapat celah untuk mendekatinya melancarkan aksiku " Berucap dengan nada sangat kesal kenapa targetnya meleset kali ini.
" Besok pastikan aku rencana A mulus, kalau gagal nyawa kalian taruhannya" sambil meninggalkan anak buahnya.
Kembali ke mansion Setelah mereka selesai membuat rujak salad mereka membagikan seluruh penghuni mansion tanpa terkecuali, Awan serta Angkasa langsung pulang cepat karena princess mereka pulang dan membuat kesukaan mereka Awan dan Angkasa request minta Bintang membuat seblak ala Cafe Bintang.
" Bang kenapa ya sekarang kemampuan kita tidak seperti dulu, dengan mudah kita mencari musuh kita, apa minta bantuan om Diki saja ya tanpa sepengetahuan Dad dan Mom, aku harus tau semuanya Bang aku tidak mau hidup Bintang dalam ketakutan terus kasihan" curhat Angkasa pada Abangnya.
" Aku pun berfikiran demikian Dek, kamu adalah andalan di keluarga besar kita tapi kamu menurun, aku rasa sich bukan kemampuanmu tapi musuh kita sudah pintar dan terlalu licik, jadi kita harus pakai kelicikan juga, kita harus menemui Om Diki secepatnya sebelum semua terlambat lagi " Ucapan Awan di iyakan Angkasa.
" Aku juga mau ikut Bang ketemu Om Diki ya " Tiba-tiba ada gadis cantik kesayangannya muncul di belakang mereka.
" Sejak kapan di sini Dek, tiba-tiba muncul saja kamu " tegur Awan kaget.
Sejak tadi dong, aku kan juga mau membantu, aku janji tidak bilang Mom dan Dad asal " sambil senyum senyum menggoda saudaranya.
" Haisss oke-oke kita ajak tapi janjinya jangan Bocor, bisa du gantung Daddy kita nanti kata Angkasa.
" Mana salad sama seblaknya dek Kakak lapar ini " Angkasa mengalihkan pembicaraan "
" Bentar aku siapkan " Bintang langsung pergi mengambil pesanan Abang dan kakaknya.
IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.
__ADS_1
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕