Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
164.Kembalinya Langit.


__ADS_3

Ya Allah Bin, sungguh aku tidak menyangka, aku kira cuma sekali pas di kafe, tapi semua yang terjadi padamu penembakan dan Andra yang terkena dan kecelakaan Arya mashaAllah " Nana serasa tidak percaya kalau Embun bisa seperti itu.


" Semua juga tidak akan percaya kalau tidak ada bukti Nana " ucap Bintang.


" Iya , terus bagaimana tante dan Om Frans sekarang, pasti mereka sangat sedih kecewa dan merasa bersalah, padamu kan Bintang " Tanya Nana.


" Aku sudah berusaha menerima semuanya, termasuk pada Om David, aku berusaha membuka hati, setelah dia sadar aku akan menjenguknya nanti " Bintang menarik nafas sangat dalam, di hatinya masih ada rasa, sakit tpi juga dia bahagia kalau David sudah berubah.dan dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Daddy.


" Iya Bin, kata Mami Ayu, dulu Om David adalah asisten dari Daddy kamu dengan Om Alex dan mereka berdua selalu pasang badan melindungi Daddy kamu, Dia melakukan semua itu kan karena hasutan dan fitnahan, dia juga me derita selama ini " ucapan Nana mengingatkanya pada penderitaan, Dia dulu tidak pernah jadi pendendam, baik hati dan pe maaf" ucap Bintang.


" Iya dong, sampai sahabat penghianat itu pun kamu selalu memaafkannya berkali-kali, tetap, tetap jahat tapi, maafkan.


" Iya karena aku lemah dan bodoh, di bodohi terus sama si Linda " ucap Bintang.


" Sekarang sudah menjadi Bintang yang cerdas dan tangguh " Canda Nana.


" Bi..,.. Bin... Bintang..!" suara lirih memanggil nama Bintang terdengar Nana dan Bintang, membuat Nana merinding karena seperti suara Rintihan.


" Bin serem ada panggil nama kamu tapi suaranya iiich Nana takun Bi " oceh Nana sambil bergelyut ke Nana.


" Apakan sich beb,gak kayak gini juga, takut sich takut, biar aku lihat dari mana sumber suaranya " ucap Bintang.


Mereka terus mencari sumber suara, meski berat Bintang karena Nana bergelagut.


" Suara Dari....! Mas lang, itu suara mas Lang Na" teriakan mereka berdua membuat dua orang yang terlelap terbangun dan ikut memburu suara terikan putri mereka.


" Ada apa kenapa kalian berteriak Mami kaget, lihat Bunda kalian kaget untung tidak jantungan Omel Mami Ayu. pada mereka sedang yang di omelin hanya diam, tapi Bintang menunjuk ke arah Langit yang berbaring dan sudah membuka mata.


" Bun...Bun..da.....! ucap Langit saat melihat Bunda nya.Maya haya bengong melihat putranya memanggil dirinya Bunda.

__ADS_1


" Kamu memanggil Bunda sayang, apakah kamu ingat aku Bundamu nak " tanya Maya.


Lang hanya diam tanpa ekspresi, dan Lang melihat sekeliling.


" Di mana Ibu dan bapak kenapa tidak ada di sini " pertanyaan Lang membuat semuanya lemas, karena ternyata Lang belum ingat siapa mereka.


" Mereka sedang istirahat di mansion karena kecapekan besok pasti kesini " ucap Bintang dengan nada sangat berbeda karena dia berharap Langit sudah ingat, walau tidak ingat pun Alam juga mencintainya, tapi kalau ingat dua duanya dia lebih bahagia, apalagi Bunda sangat berharap.


" Aku panggil dokter dulu ya untuk memeriksa " ucapnya berhenti. Bintang Bingung mau memanggil.


siapa? Alam atau Langit.


" Kenapa diam suami sadar bukanya di sapa mau di tinggal pergi kamu gak kangen sama suami kamu Honey sayang my love, apalagi ya " sambil mengedipkan salah satu matanya ke arah Bintang menarik Bintang dalam pelukanya.


Bintamg menangis tersedu-sedu, sambil memukul dada langit, membuat semua aneh dengan ulah Binatang.


" Kakak ipar kamu saja yang panggil dokter atau tante Inara untuk memeriksaku, lihatlah keponakannya ngamuk aku di pukuli " Nana pun Aneh Alam tidak sejahil ini, apa dia... Nana langsung berlari keluar dan dia menghubungi Angkasa, karena di cegah oleh Bodyguard.


" Sayang, kenapa suami kamu kok di pukuli heem kan masih sakit Alam nya nak " Ucap Mami Ayu mengelus Bintang.


" Iya ada apa apa, kamu menyakiti anak Bunda Nak Alam, apakah kamu membohongi anak Bunda " pertanyaan Bunda Bikin Bintang gemas.


" Aduh yank sakit cubitan ku tuh, lebih sakit dari pada ketiban balok loh yank, Sini mas peluk katanya kangen setelah ini kita honeymoon ya, supaya tidak ngambek Bikin dedek bayi yang kembar Empat seperti cita-citamu dulu " ucapan Langit membuat semua melonggo termasuk Angkasa yang baru datang.


" Auuuh sakit kenapa kalian semuaenyakiti aku, kalian gak suka aku selamat main getok aja ini Kakak Ipar kalau bukan karena istriku tersayang sudah aku tendang" Ancam Langit.


" Itu ucapan selamat datang buat kamu Langit, jagan buat adikku menagis " Ucap Angkasa.


" Bunda Maaf, tadi mau mengerjai Bintang, kebablasan Bunda tidak mau memeluk Langit, gak kangen sama Anak Bunda yang gantengnya sampai Langit ini Goda Langit pada Bunda nya.

__ADS_1


" Kamu jahil banget nak, Bunda sudah sedih kamu, ini malah mengerjai kami semua " ucap Bunda memeluk Langit sangat erat dan bahagia putranya sudah sembuh dari Amnesia.


" Papi mana? Bunda kok tidak ada, apakah Papi tidak merindukan aku ya " ucap Langit.


" Semua orang merindukanmu apalagi itu yang di samping kamu, dia selalu menyakiti kamu masih hidup, kami kadang mengira dia sedikit terganggu kejiwaanya " Ucap Mom Berliana yang datang bersama Angkasa.


" Makasih Mom Berliana memang yang terbaik, makasih ya Mom sudah melahirkan istri yang cantik Buat Langit " Sambil menarik istrinya dalam pelukanya.


" Kita keluar saja, biarkan mereka melepas Rindu " goda Bunda pada Bintang.


" Tapi ingat ya bro Jagan mesum di RS, dan masih sakit di tunda, lagian kan kmu tanda tangan tidak akan menyentuh adikku sebelum lulus" Ancam Agkasa.


" Kamu lupa bro yang tanda tangan Alam bukan Langit jadi tidak SAH, besok aku mau HoneyMoon sama Bintang " Ejek Langit yang menag besar dari Iparnya.


" Sialan kamu " Angkasa menggandeng Nana menuju ruangan Awan.


Semuanya hanya tertawa melihat mereka, apalagi melihat Langit dan Bintang sangat bahagia.


Sampai di ruangan Langit, Senja penasaran dengan yang terjadi dengan Langit.


" Bagaimana keadaan nya, apakah serius, atau gimana? Bintang bagaiman? kenapa kalian kesini, Bintang sama Siapa? " pertanyaan Senja tanpa Rem.


" Dengar dulu Mbk iparku yang cantik, Bintang bersama suami mesumnya mereka lagi ingin berdua, tidak mau di ganggu lagi kangen-kangenan.


" Maksudnya Alam bisa mesum, bukanya dia datar dan seperti itu " Ucap Senja susah menjabarkan apa yang dia maksud.


" Bukan tapi Abang kamu tuh yang mesum, Langit Asli dia sudah kembali" Ucapan Nana membuat Senja berteriak kenceng, membuat Awan heran kenapa istrinya berteriak kenceng.


" Abang Langit sudah ingat dan kembali Alhamdulillah ya Allah terimakasih sudah mengembalikan Abang " Senja sangat bahagia Abng tersayangnya sudah ingat.

__ADS_1


__ADS_2