
Mohon Maaf kemarin cuma satu Bab.
Karena lagi tidak Enak badan.
Tolong bantu dukungan ya, biarpun sibuk kalau banyak yang minat membaca dan banyak yang berkomentar minta Lanjut, mungkin akan lebih semangat walau banyak kesibukan di dunia nyata.
Bantu Like, Vote, favorit, Rete, dan komentar, terimakasih 🙏💕.
"Sabar Bos, hasil karya Bos sendiri , harus iklas kata-katanya sangat pedas seperti petasan jadi ingat Bos Waktu muda " Ucap David ,Apakah aku dulu seperti Angkasa.. batin AL.
Mereka melihat ada pergerakan mencurigakan daria balik kapal sebelah pojok.
Terdengar suara tembakan dan teriakan.
IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak.
" Araahg "suara erangan orang tertembak.
" David....! teriak semuanya.
Semua menuju tempat AL dan David.
" Kenapa kamu melakukan ini David aku sudah memaafkanmu, aku tau kamu kena hasut dan kamu cuma di pralat mereka, tetap bertahan, aku akan membawamu ke RS, cepat siapkan Mobil " Teriak AL
Mereka semua mengejar penembak dan memburu mereka AL di temani Bodyguard nya pergi ke RS di mana Alam dan Chandra di rawat.
" Bertahan lah David katanya kamu ingin menerima hukuman dariku, kalau kamu pergi, bagaimana aku menghukummu David ' AL terus memancing suaya David tetap sadar sampai RS, supaya tidak parah Lukanya.
" Uhuk Uhuk aku juga seperti itu BoS, kalau seandainya aku lolos pasti juga tidak akan lolos di alam baka, karena aku jahat Bos pembunuh, Bos" Ucapan David serak.
Mereka sampai di Gerbang RS, AL sudah menelpon Edo untuk menunggu di Depan RS supaya langsung mendapat penanganan.
__ADS_1
" Hais aku tidak akan melepaskanmu kali ini, ingatlah kamu harus mempertanggung jawab akan ulahmu, dan putriku juga belum menghukummu Leon dan Maya juga pasti menunggumu " Ucapan AL mendapat senyuman Dari David.
" Kalau aku bertemu Tuhan, aku meminta di tanguhkan kematianku, aku akan menepati janji.... ku.... " Setelah itu David pinsan.
Edo dan Tim medis membawa David keruang oprasi untung mengambil pluru yang bersarang di tubuhnya.
" Daddy kenapa?.."sapa Bintang pada Daddy nya yang berlumur darah, dan sangat berantakan, seperti orañg Habis menagis.
" Hallo sayang kemarilah Daddy, butuh kamu atau Mom kamu " Langsung memeluk Bintang sangat Erat dan AL kembali sesengukan menangis dalam pelukan Bintang.
Dari jauh perempuan yang umurnya sudah tidak muda lagi, berjalan ke arah mereka sambil melipat kedua tangannya.
" Ehemmm " Deheman berliana Membuat AL melepaskan Bintang.
Dan berganti memeluk Erat Berliana cuma Bisa melotot apa yang di lakukan suaminya, dan kenapa sampai nangis begitu dia heran sama suaminya dia paling gengsi nangis apa lagi di lihat orang banyak.
" Kamu kenapa? Dad tumben mengis seperti ini, dai tempat ramai lagi " Tegur Berliana, tapi AL tidak perduli terus saja memeluk istrinya sambil menangis.
" Is tumben, Daddy lebai begini, padahal biasanya sangat narsis " hoda Bintang.
" Duch kalau mereka tau, pasti senang ada bahan buat ketawain Daddy " Bintang langsung mengambil HP dan mengarahkan pada Daddy nya.
AL menyadari Bintang menggarahkan kamera padanya, langsung melepaskan pelukan yang dan merebut HP Bintang.
" Sayang hapus ya, kamu mau Deddy
di ledekin mereka sayang, anak Daddy yang paling cantik setelah Mom Berliana " Ucapan AL membuat kedua wanita di depannya tertawa terbahak-bahak.
" Kamu tuh Mas ada aja gombalnya, masih cantikan Bintang, dia masih muda, perpaduan kamu dan aku lihatlah " Goda Berliana pada suami nya.
" Kalian berdua nich jahat sama Daddy " Ngambek AL.
" Ada apa kok galau begitu Dad cerita dong " tanya Bintang pada Daddy nya.
" David mengorbankan nyawanya untuk melindungi Daddy " ucapan AL membuat berlian semakin yakin David tidak jahat karena di peralat Indra dia menjadi jahat.
__ADS_1
" Iya Mom, kan Bilang dari Awal ketemu tadi Dad, kalau dalam pandangan David pandangan Dendam dan Rindu pada kalian" ucap Berliana.
" Mom memandang David seperti apa samapai tau, apa yang di alami David heem, sejak kapan berani memandang laki-laki lebih dari 5 detik" ucapan AL menyadarkan Berliana pada ucapanya yang salah pada suami bucinnya.
" Dasar Daddy Bucin " Gerutu Bintang dan di iyakan oleh Mom Berliana.
" Menatapnya pakai hati Daddy, pandangan matanya yang Mom selami bukan David yang dulu " ucapan Berliana semakin mnuat AL geram.
" Stop Mom Jagan di teruskan " ucap AL.
" Mangkanya Jagan cemburuan, apa-apa cemburu, ingat Sudah tua loh kamu Daddy" Ledek Berliana. AL sama Berliana selisih 15 tahun sama AL.
" Heem Mom di teruskan meledeknya, ke Daddy" omel AL, saat Daddy dan Momnya berdebat Bintang menyuruh Bodyguard untuk mengambil baju di butik ukuran Daddy nya.
" Daddy sudah Jagan ngambekan nanti gantengnya luntur, Mom nanti melirik cowok lain ini ganti biar ganteng lagi " AL menurut, akibat perkataan Bintang dan dia melihat penampilanya yang berantakan.
" Sayang pinter banget sih anak Mom, yang cantik ini " ucap Berliana memeluk putri cantiknya.
" Gimana tadi Alam kok di tinggal sayang " Ucapan Berliana.
" Banyak orang di sana Mom, jadi aku tinggal ke toilet tadi eeh lihat Daddy seperti itu aku dekati dia menangis seperti tadi kenapa dengan Om Chan , dia kan jahat Mom, kenapa kok kata Daddy dia berkorban nyawa demi Dad " tanya Berliana.
" Sebenarnya dia dulu Asisten Dady sama dengan Om Alex dan lainya, Tiba-tiba dia menghilang setelah kematian adiknya yang bunuh diri.
Ternyata dia bersahabat dengan orang yang punya niat jahat, tanpa Om David ketahui dia di peralat sama orang itu, dia musik besar dadyy kamu dan dia gila harta,karena dia masih sepupu Mom ,lalu Om David bergambung sama penjahat itu untuk menghadapi curkan Daddymu dari dalam, tangan sahabatnya, dia juga mengadu domba Daddy dan Om Leon masalah penculikan Sayang. dia juga yang menyebabkan Langit meninggal, selebihnya kamu dengar sendiri kan apa masalahnya " Ucap Berliana.
" Iya Mom, Harusnya gimana bersikap ke dia ya Mom,dia sudah menculikku dulu dan membuat mas Lang kecelakaan harus bagaima aku membencinya atau kasihan entahlah mom" Ucap Bintang Sedih.
" Iya sayang, semua memang menyakitkan, tapi semua sudah berlalu, iklaskan nak, kamu juga berhak bahagia tanpa ada dendam dalam hati " ucap Berliana.
" Iya Mom akan Bintang coba, tapi butuh waktu Mom, untuk melakukan semua itu " ucap Bintang lagi, sambil menarik nafas panjang.
" Iya Mom paham sayang, luka yang kamu alami akan sembuh dengan sendirinya nak" ucap Berliana.
" Ayo sayang ke Alam lagi, Mom sudah kirim pesan pada Dad untuk menyusul ke ruangan Alam.
__ADS_1