Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
33.Bertemu Kembali.


__ADS_3

Bintang Menoleh karena hanya tante, itu yang memanggilnya sekar dan akhirnya Bintang Membalas pelukan Tante yang di tolong ya waktu itu.


" Kamu temanya Senja!... dari kemarin tante mencari kamu tapi tidak ketemu, ternyata kamu ada di sini, dan tidak menyangka lagi kalau kamu!.teman ponakan tersayang tante.


" Tidak menyangka lagi kalau tante tau, kalau Bang Lang mau Bicara panjang lebar karena Bintang".potong Senja,dan cerita ke Tantenya tentang Abang datarnya.


" Serius itu Senja!. Lang mau ngomong sama Bintang". kaget tantenya Senja.karena selain dingin dia anti wanita, selain keluarga dekatnya.


"Mereka saksinya". tunjuk Senja pada teman temanya.


"Bang Lang sudah aku WA kalau tante disini. supaya nyusul kesini".


" Senja, kita kan mau ke RS apa kita duluan saja ya" Kata Bintang berusaha menghindari Lang, tapi gelagat Bintang sudah terbaca oleh Senja.


" Ini masih siang jam besuk RS saja jam 5 nanti di sana malah ketemu Bibi kamu yang bawel itu, kamu di sakiti". kata Senja dan di iyakan oleh Nana dan Niken.


Tiba Tiba ada yang memangil


" Bunda!....kapan datangnya" sambil mencium tangan Bundanya.


"Sudah seminggu yang lalu sayang, tapi Bunda di kota B, baru balik ke sini lagi. kata Bunda.Sambil memeluk putra kesayangannya.


" Bang Nieh Ada Bintang" loh goda Senja. Bintang sedang makan dan Lang kaget kenapa Bunda nya kenal dengan Bintang.


" Lang kamu kenal di mana? sama Bintang tanya? Bunda nya dan membuat Lang terdiam seribu bahasa.


"Di RS jawab Lang datar".


" Masa jawab Senja tidak percaya? kalau baru ketemu kenapa Abang Bilang cewek Ceroboh" sangkal Senja karena dia mencium bau kebohongan.


Lang memelototi Senja yang ngomong ngawur di depan Bunda dan Tantenya. si super kepo.


" Gak kenal Bun. baru kenal di RS" jawab Lang datar.


" Kalau kalian kenal Bunda malah senang kok, jadi tidak usah main rahasia rahasiakan ya kalian Berdua, atau kalian berdua pacaran diam diam dan takut tidak Bunda Restu".ucap Bunda sambil melihat mereka berdua.


" Bukan!"..jawab Keduanya serempak.


"Lah kan Tan, mereka selalu jawabannya sama dari kemarin. Senja sengaja memanas manasi supaya Abangnya mengaku.


" Sekar sayang bilang sama tante yang sebenarnya Jagan takut, dia si anak datar, dan sedingin es balok, tidak akan berani sama Bunda nya, jadi kamu Jagan takut." sambil mengelus rambut Bintang.kata Bundanya Lang.


Lang Memelototi mengasih tanda supaya Bintang tidak bilang pernah bertemu sebelum nya.


" Lang Jagan kamu plototin anak orang kata tantenya lihat Bintang sampai takut. meremas tangannya itu lihat."Sambil menjewer telinga Lang.


" Bunda dan Tante Lang pamit ya masih ada yang aku kerjakan."


" Lang makan dulu Bunda sudah pesankan makanan kesukaan kamu," kata Bunda sambil memaksa Lang duduk dan makan.

__ADS_1


Dengan Terpaksa Lang duduk di sebelah Bintang, itu sudah campur tangan mereka.


Ketika tidak sengaja mendekat ke Lang Bintang menghirup Parfum yang membuat nya meleleh waktu itu , saat berkhayal Bintang sampai tersedak Lang tanpa sadar langsung menyodorkan minumannya dan langsung di habiskan oleh Bintang, adegan mereka yang saling melirik tidak luput dari beberapa pasang mata.


" Ehemm deheman Nana membuyarkan lamunan Bintang. dan Bintang salah tingkah.


Sedangkan Lang , langsung merubah dirinya menjadi datar lagi.


" Sejak kapan kamu minum di gelas yang sama dengan seorang laki laki Bin".cecar Nana.


Muka Bintang sudah seperti kepiting rebus, menhan malu gak tau lagi rasanya dia mau menghilang dari mereka semua dan tanpa sengaja tangannya menyentuh Paha Lang.


" Lang langsung kaget dan menarik tangan Bintang yang di bawah meja. Mereka saling pandang tidak tau lagi mereka berdua khayalan, sehingga membuat sekeliling saling tatap apa yang terjadi dengan mereka berdua.


" Lang. Lang. Langi..... t".langsung melepaskan tangan Bintang.teriakan Tantenya


" Ya Tante. Jawabnya gelagapan.


" Jelaskan ada apa dengan kalian berdua, Jagan ada kebohongan ya Bunda tidak Suka. murka Bundanya.


" Tidak ada apa apa Tante sungguh", jawab Bintang sambil menunduk.


" Lang apa perlu papi mu kesini? untuk semua ini tanya Bunda. menatap Lang sangat tajam.


" Tentu tidak perlu Bunda. jawab Lang.


Bintang di Langit yang Biru. Gurau Senja.Mencairkan suasana.


membuat mereka terbahak-bahak.


Hanya dua orang saja yang diam seperti patung.


"Beb aku sama Niken sama Senja kan mau ke rumahnya, jam sudah jam 4 gimana kalau kamu ke RS di temani Bang Lang saja, ucap Nana, membuat Bintang melotot kaget.


"Siapa yang sakit kok ke RS" tanya Bunda dan tante. sambil meminta mereka menjawab


" Pamannya Bintang, pengganti orang tua Bintang. yang sudah tiada dan sekarang di rawat di RS. kata Niken.


" Aku bisa minta jemput pak Joko kok Na, gak usah khawatir kalian pergi saja".kata Bintang sambil meremas tangannya.


"Bunda Aku masih ada pertemuan setelah ini Bun, tidak bisa mengantarnya". katanya mau di jemput supirnya. kan". tolak Lang.


" Davian Apa Bisa kamu wakilkan untuk datang ke sana? tanya Bunda.


" Bisa Bunda!"Jawab Davian.


Mendapat tatapan tajam dari Lang.


" Tuh bisa Lang sudah antar Bintang saja ya, cepat berangkat". Kata Tantenya.

__ADS_1


"Sudah sana berangkat".sambil mendorong anaknya.


" Bintang pergi dulu ya tan dan semua.", sambil mencium kedua tantenya berjalan menyusul Langit yang berjalan sangat cepat menurutnya.


" Bisa cepat nggak jalannya Jagan lelet kaya siput' sambil melihat Bintang kebelakang ketinggalan jauh.


" Aduh.. kenapa berhenti tidak bilang bilang sich Om, sakit tau keningku" mengusap keningnya yang sakit.


"Mangkanya jalan, Jagan seperti siput, lambat sekali perkerjaan ku banyak kalau bukan karena Bunda malas aku, jadi Jagan GR " dan Langit menarik tangan Bintang, supaya cepat jalanya.


mereka berdua tidak menyadari ada banyak pasang mata yang melihat kelakuan mereka Berdua.


Sampai di parkiran Mobil.


Sakit tau Om, main tarik aja, nih lihat merah tangan aku, kalau gak iklas gak usah antar kata Bintang.


" Cepetan masuk gak usah cerewet".sambil mendorong Bintang masuk mobilnya.


" Sudah lihat kan Tan, mereka di depan kita saja seperti itu, kalau tidak ada gandengan masuk mobil saja di bukakan. kata Senja.


" Tante Lupa ya, kalau Abang tidak tersentuh dengan wanita, tapi dengan Bintang malah mengandeng nya". Bunda hanya mangut mangut benar yang di katakan Senja.


" Syukurlah kalau Bintang sudah Move On dari kak Arya." ujar Niken langsung menceritakan semua tentang kisah Bintang yang mendengar sampai menangis.


" Tante janji kalau Bintang jadi mantu tante, akan menyayangi Bintang seperti putri tante sendiri. ucap Bunda sambil berkaca kaca.


Mereka bercerita panjang lebar, setelah itu mampir ke hotel ambil barang barang dan pulang ke rumah Senja. karena Ibunya senja memohon , supaya Bintang nanti juga menyusul keruhnya.


Di dalam Mobil hanya hening tanpa suara. Bintang meremas tangannya karena gelisah sambil mencuri pandang ke Langit. dan ternyata itu juga yang di lakukan Langit, melihat Tangan Bintang ya di remas remas.


"Kamu kenapa? Takut sama Aku hingga tanganmu yang tidak bersalah kamu remas remas". Tanya Lang.


" Ti... dak! Om, maaf merepotkan Om, harus mengantar saya, jawab Bintang terbatas bata.


" Bisa tidak. Jagan panggil Om, sakit telingaku mendengarnya. panggil saja seperti temanmu yang lain., jelas Langit sambil fokus menyetir.


" Iya Bang" jawab Bintang sambil tersenyum malu..


" Good girl " jawab Lang. Sambil memarkirkan Mobilnya, dan setelah turun. mengantar Bintang menuju ruangan Pamannya.


" Dasar gadis sialan masih berani kamu kesini lagi ".teriak Nina memaki Bintang.


Mohon Maaf ya pembaca setia Karyaku.


Judulnya aku ganti.


Menjadi Takdir Cinta Bintang.


Semoga tetap suka ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2