Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
144.Pernikahan Masal.


__ADS_3

Alhamdulillah hari hari ini ,Author bisa Double Up ,


Buat pembaca setia.semoga suka ya dengan cerita Takdir Cinta Bintang.


Bantu Author ya supaya semakin semangat menulis.


Pasti kalian sudah tau cara bantu Author semangat.


Hanya kalian yang bisa membantu Author.


Selamat malam selamat beristirahat.


LANJUT MEMBACA.


"Emang enak di gini in Abang, rasain kalian nikah hari ini juga, aku sudah WA Daddy dan Mom suara yang kalian bilang iya sudah aku kirim hahaha" Bintang tertawa karena menang telak.


Sesampai di Mansion mereka datang dan masuk melihat rumah sudah penuh dengan keluarga Masing-masing, Alam dan Angkasa tidak menyangka, mau menikahkan adiknya dengan Alam karena lancang mencium adiknya dan mereka juga bernasip sama dengan Adiknya.


" Nah ini mereka pak Penghulu mereka sudah datang, untuk melakukan ijab kabul, kalau tidak di segerakan akan bahaya anak zaman sekarang di kasih Izin sedikit ya mintanya Banyak " Celoteh Daddy AL.


" Sayang ayo kalian bersiap-siaplah Sudah di tunggu MUA ya di dalam kamar sana" tunjuk Berliana.


Sedangkan Nana dan Senja masih Shock dengan kejadian ini, kalau Bintang lebih santai karena dia sudah setuju,dan Alam pun menyangupinya semua keinginannya tadi.


" Ayo kakak ipar, Gak nyangka ya kita akan menikah sama-sama, harusnya kalian juga ada Abang Gema dan Genta " Goda Bintang pada Lena dan Niken.


" Sudah ya Bin, kamu Jagan bikin ulah lagi ya, kalian dulu saja kita nyusul kapan-kapan " Jawab Niken.


Mereka di rias sederhana karena cuma Akad saja, tapi MUA professional mereka bisa dengan cepat memberrsakanya. cuma butuh waktu 30menit.


" Semua sudah siap untuk acara Akad, karena Awan anak paling tua, Adalah yang duluan dan di Susul Angkasa dan terakhir adalah Bintang.


Saat perempuan di Rias ketiga pengantin laki-laki di latih langsung oleh pak pengghulu untuk melakukan Latihan Ijab.


Maka dari itu ketiganya lancar dalam pengucapan.


Setelah selesai semua berucap Alhamdulillah karena pernikahan mereka lancar.


" Selamat ya Senja Nana dan Bintang kalian sudah menikah sekarang " ucap Aunti Inara Ibunda dari Gema dan Genta.

__ADS_1


" Makasih Aunti " Jawab Bintang.


" Semoga kamu selalu bahagia dan SaMaWa ya nak " ucap Edoardo.


" Harusnya Kedua Abang juga bareng Nikahnya Aunti Inara " Ucapan Bintang membuat semuanya kaget.


" Maksudnya gimana sayang, apa Abang kembarmu juga sudah punya calon kalau iya, Bunda lamaran sekalian, apakah mereka ada di sini juga " tanya Inara pada Bintang.


" Abang mau jujur atau aku nieh yang Bilang " Sambil memicingkan matanya ke arah Abang kembarnya.


" Sudah ya dek, Jagan cari mangsa terus dech " ucap Gema.


" Mana sayang calon mantu Bunda cepat kasih tau" Tanya Inara pada kedua putranya.


" Tapi Siapapun mereka Bunda mau Terima kan Bun " tanya Bintang.


" Iya pasti yang no 1 dia baik, tulus dan sayang sama Bunda nantinya " Jawab Inara lembut.


" Cocok itu Bun, sebenarnya juga Bunda dan yang lainnya sudah kenal mereka kok " Sambil melihat ke arah Lena dan Niken.


Bintang... geram Lena dalam hati.


Sedangkan Niken, punya sahabat begini banget sich mau di taruh di mana muka ini malu banget gerutu Niken.


Membuat semua orang tidak bisa berkata-kata, kalau sudah Mom Berliana Berbicara.


Dia menyuruh anak buahnya membawa orang tua mereka ke mansion Samudera untuk menikahkan mereka.


" Sayang beneran kalian Pacar Anak Bunda, Bunda senang sekali kalau kalian berdua jadi mantu Bunda nak " Inara memeluk keduanya dan sambil menunggu Besannya datang mereka berbincang-bincang.


" Maaf Bunda Ina, apakah aku pantas menjadi menantu Bunda saya hanya karyawan kafe dan kedua orang tua saya pekerja pabrik " Pertanyaan Lena membuat Inara dan Berliana terharu.


" Kenapa kamu berfikir seperti itu Bunda dan keluarga Bunda tidak pernah membedakan setatus orang, masalah kaya dan miskin itu tidak penting yang terpenting, kalian saling mencintai menerima kekurangan dan kelebihan pasangan kalian, bonusnya sayang sama Bunda dan papi " ucapan Inara membuat Lena menangis di pelukan Bunda.


" Apakah ini yang membuat kamu tidak mau di kenalkan ke Bunda Nak? "tanya Inara.


Hanya Angukan dari Lena dan isak tangis Lena membuat semua merasa simPATI.


" Sudah Jagan menangis lagi ya, nanti cantiknya mantu Bunda luntur loh " Goda Inara pada Lena.

__ADS_1


Satu jam berlalu mereka menunggu kedatangan orang tua Niken dan Lena masih belum juga datang, karena rumah mereka jauh. mereka hanya bersabar, Genta dan Gema sangat bahagia percintaan mereka mulus seperti jalan tol.


Mereka yang sudah Sah di suruh mom ke kamar mungkin kecapekan.


" Ehem "deheman Alam pada Bintang yang sibuk menata baju Alam di almarinya.


" Bentar tinggal dikit ini, sabar ya, mau mandi kan " tanya Bintang pada Alam.


" Iya sayang Aa mau mandi gerah banget dari siang di kafe " jawab Alam.


" Ini bajunya Aa, sudah aku siapkan dan ini handuknya " Bintang memberikan handuk dan menunjukan sabun mandi apa yang di butuhkan Alam mandi.


Saat Bintang mau keluar kamar mandi Alam menahan Bintang.


" Dedek mandi sekalian ya bareng Aa, biar ada yang bantu mengosok punggung Aa " Alam berbisik di telinga Bintang, seketika membuat Bintang merinding seluruh badannya.


" Aa basah ini rambut aku, aku tadi kan udah manti Aa saja ya, aku keluar dulu ya Aa " Bintang terlepas dari Alam, keluar dari kamar mandi.


Bintang sangat terkejut saat keluar dari kamar mandi, karena di kamarnya penuh dengan penganggu.


" Kalian semua ngapain di kamar aku, cepat balik ke kamar kalian " omel Bintang.


Ada teriakan dari dalam kamar mandi membuat Bintang sangat malu.


"Sayang tolong ambilkan Aa handuk dong, kamu pakai tadi yank...! Hei...Sayang kamu di kamar kan ! " tanya Alam dari dalam.


" Tuh dek di panggil Aa tersayang" Bintang hanya terdiam karena malu, pasti mereka mikir aneh-aneh.


" Kalian semua keluar dulu ya, aku mau mengurus suamiku dulu " usir Bintang pada semuanya.


" Bin kamu tadi mandi berdua, ya gercep banget sich kamu Bin, aku aja masih malu banget , gak nyaman di kamar berdua " ucap Senja.


" Buruan keluar San urus suami kalian " usir Bintang.


" Hais kamu dek, Jagan lupa makan malam dulu, nanti malam saja di lanjut ini masih sore " Bintang Geram, mendorong Angkasa dan menutup pintu dengan kencang.


Saat Bintang berbalik sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


Hayo apa yang di lihat Bintang???...

__ADS_1


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕


__ADS_2