
**SELAMAT MALAM.
MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU
UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.
TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.
Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tingalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab**.
Akhirnya Ando tertangkap beserta anak buahnya tidak satupun mereka ada yang lolos dari kemarahan Ankasa Langit Gema Reno dan asisten mereka semua walau anak buah Angkasa banyak terluka tetapi tidak terlalu parah.
Mereka mengusut apa motif mereka dan tujuannya mau menculik Bintang atau membunuh, dan karena dia sendiri atau suruhan dari orang lain, besok mereka harus mengakui. karena Angkasa kasihan melihat yang lainnya krlelahan.
" Kalian istirahatlah, kalian pasti kecapekan Langit segera hub Bintang kalau kita baik baik saja " Angkasa memberi intruksi biar yang di mansion tidak cemas.
" Sudah aku bilang kita tidak pulang ke mansion untuk berjaga di sini takutnya ada penyerangan, karena telepon Bintang tidak bisa mungkin sudah tidur akhirnya aku telepon Bunda tadi biar di sampaikan " cerita Langit pada semuanya.
" Ayo semua kita makan " ajak Felix baru datang dan membawa makanan sangat banyak di bantu anak buahnya untuk membagikan pada semuanya.
" Kapan kamu pesannya cepat banget" tanya Genta yang terlihat sangat kelaparan.
" Ini tinggal Ambil, makanan dari kafe Non Bintang mangkanya cepat ayo kita makan yang 2 ini khusus Bos Angkasa dan Bang Langit " Langit sangat senang dengan menu kesukaanya Bintang selalu tau apa yang dia sukai.
Mereka makan dengan Lahap, ukuran makan mereka pas karena Bintang memberikan porsi jumbo.
Setelah istirahat sebentar sebagian berjaga dan sebagian masuk ke ruang penyekapan mereka karena Angkasa tidak mau menunda besok seperti yang di perintahkan oleh Daddy nya.
" Aku tidak sabar sampai besok sekarang saja, kalian berjagalah pastikan aman dan tidak ada penyusup masuk ke markas kita " pesan Angkasa pada anak buahnya terutama Felix.
" Biar aku di sini saja ikut berjaga kata Reno.
" Aku juga kata Genta.
" Oke lah Biar aku sama Gema dan Langit. Mereka bertiga masuk keruangan khusus.
__ADS_1
" Oooh Haii ternyata ini orangnya yang mau main main dengan keluarga Samudera " sambil mencengkram leher orang di depanya Angkasa sudah tersulut Emosi, untung ada Gema mencegahnya.
" Bro, kita tanya dulu apa? motifnya? dia ini mau menculik BintNg saja, atau yang berencana membunuh Bintang? " ucapan Gema menyadarkan emosi Angkasa.
" Ayo katakan apa motifmu kenapa? kamu menginginkan Bintang, selalu saj ingin menculik Bintang? " tanya Langit juga penuh emosi ingin menghajarnya , Gema menjadi penengah dari mereka berdua yang tersulut Emosi.
" Biar aku saja yang tanya, kalian berdua dinginkan dulu otak kalian biar tidak emosi " sindir Gema pada semuanya.
" Katakan apa yang mereka tanyakan? atau mereka benar-benar akan membunuhmu, Ayo katakan? " menakuti orang di depanya yang muka sudah babak belur.
" Kamu tidak cocok dengan Bintang, kamu lemah tidak bisa melindungi Bintang " hinanya pada Langit, membuat Langit meradang penuh emosi mendengar kata-kata nya.
" Berengsek kau bajingan " umpat Langit mau menghajar orang di depanya di tahan Gema.
" Hahaha Hanya aku yang pantas dengan Bintang "ucapnya. sambil tertawa terbak-bahak.
" Bajingan " teriak Langit.
" Dan kamu Angkasa mana? keluarga samudera mencari pembunuh Bintang saja tidak sanggup apalagi menjaganya " efeknya pada Angkasa, Angkasa mengepal kan tangannya mau meninju muka orang di depannya sudah di halagi Gema.
" Hanya Aku yang bisa melindungi Bintang dan menjaganya hanya aku....! kalian bodoh lemah " teriaknya dan terus menghina.
" Sabar bro biarkan dia, biarkan dia emosi dan membuka jati dirinya mangkanya kalian Jagan terpancing " Bisik Gema karena Gema lebih bijak.
" Oke aku akan berusaha, aku sangat marah kalau dia bilang aku tidak cocok buat Bintang " Gerutu Langit.
" Sabar saja iyain aja biar dia itu seneng percuma berdebat sama orang gila, hanya emosi yang kalian dapatkan " kata Gema.
" Heiii kalian cepat lepaskan aku mau ketemu Bintang kesayanganku aku sangat mencintai Bintang lebih dari kalian aku mencintainya, berengsek kalian lepaskan brengsek " Berteriak-teriak seperti orang gila.
" Kalian lihat kan dia kelainan, aku berfikir kalau orang ini terobsesi dengan Bintang, cintanya keBintang berlebihan " ucap Gema.
" Kalian Bodoh aku selalu melindungi Bintang, kalau aku di sini Bintang dalam bahaya cepat lepaskan heeei bedebah kalian..... " sambil minta di lepaskan.
" Kalian dengar sendiri kan yang dia ucapkan " kata Gema.
__ADS_1
" Aku salaut sama adikku banyak banget yang cinta mati sama adikku Andra rela dia tertembak demi melindungi Bintang. Arya memperjuangkan cintanya sampai meninggal masih mecintai Bintang ini lagi terobsesi banget sama Bintang entah apa adalagi yang tergila-gila lagi pada adikku " Angkasa ingin ketawa melihat ekspresi Langit.
" Apaansih Bro Jagan geledek dech suasana lagi gak kondusif juga masih aja pakai bilang begitu " omel Langit karena ucapan Angkasa mengingat kanya beberapa waktu lalu selama tiga bulan dia juga seperti orang gila kehilangan Bintang sampai semua tidak terurus.
" Hahaha berati kamu salah satu dari mereka bro, kamu bener bener harus berjuang merebutkan adikku " Sindir Angkasa.
" Bagaimana? cara menanyainya kalau orangnya seperti ini Bro yang ada malah emosi " ucap Angkasa.
" Hanya satu cara Hadirkan Bintang dan Bintanglah yang bertanya? pada dia " Angkasa dan Langit langsung saling pandang tidak setuju.
" Gila...apa Bintang di bawa kesini tidak aku tidak setuju tolak Langit " dengan Ekspresi tidak bisa di tebak.
" Apa gak bahaya kalau Bintang di ajak kesini " Tanya Angkasa.
" Aku setuju Ide Gema tiba tiba Reno dan Genta masuk " Ucap keduanya.
" Alasanya " tanya Langit pada mereka.
" Begini saja tunggu Daddy datang sudah otw apapun keputusanya itu yang terbaik " ucap Angkasa.
" Yang jaga di rumah siapa kalau Dad kesini " tanya Langit karena menghawatirkan Bintang di sana.
" Tenang saja ada Bang Irfan Bang Awan Om Leon FRans Agung masih banyak yang lainnya mansion aman Lang " Angkasa berusaha menenangkan Langit yang menghawatirkan Bintang.
" Oke kita kedepan saja dari pada kalian kalau dengar nanti emosi seperti mereka berdua " Kata Gema mengajak semuanya keluar.
" Memangnya kenapa? dengan bajigan itu Bang tanya Genta pada Abangnya.
" Ya begitulah orang gila otaknya geser kalau ngomong sembarangan nanti saja kalian tau sendiri " jawab Gema.
" Nah itu Om AL datang kita tanya saja apa boleh Bintang di bawa kesini????? kata Genta.
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕
__ADS_1