Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
135. Menjaga Jarak.


__ADS_3

Bintang menangis di dalam kamarnya karena mendapatkan penolakan dari Alam.


Padahal dia sudah berjuang meluluhkan hati Alam,masih saja tidak bisa,kadang dia berfikir itu Langit tetapi kadang juga bukan, itu membuat Bintang sedih sendiri.


Karakter Langit memang dingin,arogan, sudah di dekati irit berbicara menyebalkan bagi yang belum mengenalnya, tetapi beda buat yang sudah mengenalnya dan dekat dengannya dia menjadi pribadi yang hangat baik perhatian penyayang dan jahil.


Sikap Alam dan Langit ada kemiripan.


Alam orangnya cuek, dingin, tidak bersahabat, kalau berkata suka pedas menyakitkan, susah di dekati irit berbicara.


Apalagi kalau berhadapan sama Bintang judes, berkata menyakitkan Bintang, selalu menjaga jarak dengan Bintang selalu menolaknya.


Dia bilang Bintang itu agresif norak berbuat seenaknya sendiri tidak seperti gadis pada umumnya yang punya malu padahal itu semua bukan sifat Bintang yang asali, semua itu sebaliknya.


Apakah aku harus menjadi Bintang yang lemah lagi yang gampang di tindas,tekan di rendahkan dan di hina.supaya kamu melirikku entah kamu Alam atau mas Lang setelah berbicara sendiri.


Dia membenamkam mukanya ke bantal kesayangannya supaya tangisan yang tidak terdengar oleh semua orang, dia lupa kalau kamarnya kedap suara.


Setelah kejadian itu Bintang berusaha menghindari Alam tidak datang ke Mansion Samudera.


Sampai di kafe Bintang menuju ruanganya dia sangat terkejut siapa yang dia temui di ruanganya.


" Haah kamu ngapain di ruangankuku pagi-pagi sudah di sini " usir Bintang pada Alam, yang di usir cuma diam seperti patung itulah karakter Alam.


" Aku kesini karena Abang mu meminta dan menyuruhku mereka keluar kota, aku di sini untuk menjagamu sesuai permintaan mereka, Jagan mikir macam-macam " ucapan Alam membuat Bintang terdiam, Bintang berfikir Alam datang untuk meminta Maaf sudah banyak menyakitinya ternyata bukan.


" Harusnya tidak perlu sudah ada bodyguard yang menjaga aku, dan aku juga bisa menjaga diriku sendiri, kamu pulanglah ke mansion " usir Bintang dengan nada kecewa.


" Sudahlah Nona Bintang Jagan jadi jagoan dan sombong " Sindiran Alam pada Bintang.


Bintang langsung meninggalkan ruangannya dari pada berdebat dengan Alam membuat suasana pagi jadi panas.


Sedangkan Alam hanya mendengus kesal ke Bintang yang sengaja meninggalkanya di ruanganya.


Hais dasar cewek aneh, giliran aku di sini di tinggal giliran aku gak mau dia mendekat huft.


Kalau bukan karena Ibu dan Ayah malas aku dekat kamu Bintang cewek aneh seperti kamu.


"Ada apa si Bin, pagi-pagi manyun seperti ini, apa kamu kangen sama Alam ya " tanya Lena.


" Apaan kangen dia, yang ada dia sangat menyebalkan pagi-pagi begini tau gak sih Lena " cerita Bintang membuat Lena bingung, karena dia tidak tau kalau ada Alam di ruangan Bintang.


" Kangen apanya sich " sama orang menyebalkan " cebok Bintang.


" Seminggu ini kan kamu sudah tidak bertemu, kapan dia buat kamu kesal sih Bin " tanya Lana.

__ADS_1


" Masalahnya Dia ada di ruanganku Len! Lena " teriak Bintang.


" What! dia di ruanganmu" teriak Lana.


Tanpa mereka sadari, karena lagi serius bercerita.


" Ehemm gak baik membicarakan orang " sindiran Alam, membuat keduanya melotot dan kaget.


" Ngapain kamu keluar sich bagaimana kalau ada yang Lihat Bintang sepontan memarahi Alam Tanpa melihat Wajah Alam sekarang.


" Mangkanya kalau berbicara lihat orangnya dasar Aneh " kata Alam sinis ke Bintang.


Sedangkan Lana terpana dengan penampilan Alam sekarang yang mengunakan kumis dan jengot palsu persis seperti orang bule.


Sedangkan Bintang hanya bergumam dalam hati, entah apa yang di fikirkanya saat ini.


" Aku lapar, mau makan " ucap Alam.


" Kamu Bilang sama pelayanan sana kenapa. sama aku " usir Bintang yang bersikap kikuk.


" Aku itu disini menjaga kamu, perintah saudaramu ya " hardik Alam pada Bintang.


" Hais cerewet banget sich dasar gak peka " ucap Bintang.


"Sudah Jagan berantem mulu, jodoh loh nanti, sarapan sana kalian kelaparan " Ucap Lena.


" Apaan sich aku bisa sendiri " ucap Bintang saat mau membuka pintu sama Alam di bukakan.


Mereka makan berdua di ruangan Bintang, karena saat masuk ruangan Bintang sudah mendapatkan makan pagi tanpa menesan dulu.


" Hais pasti ulah Lena ini,ngapain juga menyiapkan menu seperti ini " omel Bintang.


" Aku lapar terserah kamu " ucap Alam kepada Bintang yang masih mengomel tidak jelas.


Setelah selesai makan mereka makan buah mencuci mulut.


" Woi kamu kenapa, biasanya mengejar aku tumben satu minggu tidak ke mansion " pertanyaan Alam membuat Bintang kaget tumben nich orang bicara padanya.


" Aku punya nama ya " jawab Bintang ketus.


" Hais Iya Bintang " sambil kesal ke Bintang.


" Terserah aku, aku sudah bosan, nganggu kamu, aku mau cari cowok yang mau sama aku saja " Jawaban Bintang membuat Alam tiba-tiba geram.


" Jagan Aneh-aneh ya, aku di suruh mengawasi kamu, menjagamu kemanapun kamu pergi " ucapan Alam membuat Bintang geram.

__ADS_1


" Maksudnya kamu juga ikut aku kuliah begitu " tanya Bintang.


" Ya benar nona Bintang " menjawab sambil menuju kamar mandi.


" Sialan aku gak mau, aku menolak ya" jawab Bintang.


" Terserah, bilang sama saudaramu" jawab Alam enteng.


" Hais mereka berdua tidak bisa di hubungi kenapa sich" kata Bintang.


" Nurut saja kenapa demi kebaikanmu" jawab Langit.


" Oke terserah kamu " jawab Bintang kesal " meninggalkan ruanganya.


Nana Senja dan Niken datang ke kafe untuk menemui Bintang, karena sudah dapat cerita dari Lena pastinya.


" Kenapa nich buka adik iparku kok cemberut seperti ini " goda Senja.


" Kalain pasti sudah tau dari Lena ya" kata Bintang.


" Pastinya dong, harusnya kamu seneng Bin, Tanpa susah payah mendekati dia datang sendiri " kata Nana.


" Benar kata Nana, semangat dong adik ipar tersayang " kata Senja.


Setelah merenung Bintang, mencerna ucapan sahabatnya ada benarnya, tapi Bintang di minta untuk merubah sikapnya ganti mendiami Alam, mereka yang akan melihat ganti sikap Alam.


Setelah siang mereka ke kampus dan Alam yang mengantar Bintang dan sahabatnya ke kampus.


Alam sekarang yang berusaha bicara pada Bintang, dan sebaliknya Bintang yang cuek terhadap Alam.


Ternyata sikap Alam tertangkap Nana da Senja, mereka berdua tertawa geli terhadap mereka berdua.


" Lucu melihat mereka berdua ya Na pada malu-malu" Bisik Senja pada Nana.


" Kita lihat saja lah Nja" ucap Nana.


Sampai mereka di kampus di sambut dengan kedatangan dua orang gadis di halaman kampus.


" Hai adikku dan kamu, Bintang di mana Abang Awan aku ingin bertemu dengannya Dan kamu pasti tau siapa tynanganya kan " kata Embun.


" Kalaupun aku tau, tidak akan aku kasih tau " jawab Bintang Enteng.


" Kenapa sich kalian aku kurangnya Apa kata Embun?


" Aku tidak mau kejadian yang aku alami terulang mbk Embun " ucapan Bintang membuat Embun geram.

__ADS_1


__ADS_2