Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
178.Bangun Siang.


__ADS_3

SELAMAT SORE.


Hallo semua pembaca novel ku tercinta, semoga selalu mengikuti Cerita Novel ku, kalau ada yang ingin di sampaikan bisa lewat komentar, supaya kalau ada kesalahan bisa saya perbaiki, atau ada keinginan bisa aku wujudkan.


Semoga dengan cerita baru kalian lebih suka cuma itu yang ingin aku sampaikan Terimakasih 🙏💕.


BANTU DUKUNGAN YA SUPAYA DAPAT PERFORMA BAGUS YA.


LEWAT.


VOTE


LIKE


FAVORITE


KOMENTAR.


"Bagaimana Kabar Bintang, aku gak bisa tidur memikirkan itu, Langit pasti sedih dan bingung, maklum lah dia baru ingat dan itu belum pulih 100℅" Ucap Maya.


"Masih belum kalau sampai jam qp belum ada tanda- tanda kemunculan Bintang kita akan bergerak mencari mereka ucap Berliana.


Semoga cepat kembali, dan tidak akan ada masalah lagi aku takut banget kalau adaasalah lagi ucap MAYA.


" AMIN "JAWAB SEMUANYA.


"Berdoa saja yang terbaik semoga fikiran jelek kita hanya angin lalu" ucap Leon.


" Kita menunggu mereka bangun sudah jam Delapan masih pada molor semuanya " ucap Berliana.


" Maklum lah pengantin baru, lagi mencetak cucu buat kita semua gak usah di ganngu ucapan Mell, yang tiba-tiba datang.


" Dasar! kamu Mel, baru datang main bilang produksi cucu " Gerutu Berliana pada sahabatnya itu.


" Ya gimana lagi, anakku kamu ambil di rumah sepi sekarang " ucap Ayu.


" Biasanya Nana dan Bintang kalau minggu di rumah masa aku harus bikin adiknya Nana kan gak mungkin " Cerocos Ayu membuat semua tertawa.


" Bisa-bisa nanti anakmu sebesar cucu kamu Yu " Gurau Maya pada Ayu.


" Mangkanya aku senang sekali kalau cepat punya cucu apalagi kembar tambah suka sekali " Ucap Ayu kegirangan.


" Yakin banget punya cucu kembar sich" Ucap Maya.

__ADS_1


" Mbk Maya lupa kalau mereka punya keturunan kembar, siapa tau benar kembar kan alhamdulillah dapat Bonus" ucap Ayu.


" Iya ya aku lupa Angkasa dan Bintang kan kembar, Gema dan Genta juga gak sadar aku " ucapan Maya membuat semua tertawa.


Sedangkan para lelaki sudah menyingkir tidak kuat mendengar obrolan para Ibu-ibu yang ngerumpi dan menyanyi tidak jelas.


" Bos bagaimana sudah ada kabar dari Bintang" tanya Agung yang pertama kami bertemu Bintang dan dia memang sangat sayang ke Bintang sejak Bintang, masih hidup susah.


" Kita masih menunggu sampai jam 10 belum ada kabar, kita semua bergerak mencarinya " ucap AL dan di anguki oleh Leon.


" Sebelum dia menjadi putri dan mantu kalian, Bintang adalah putri kedua ku perlu kalian ketahui, aku sangat menyangginya sebelum kalian tau, siapa Bintang, jadi aku akan ikut mencari putriku " Ucap Angung sampai menagis.


" Maaf Bro, kami tau kok, tenang saja nanti bisa ikut dengan kami " Hibur Leon.


" Terimakasih sudah menyayngi putriku "ucap AL.


" Sama-sama, dia juga putriku jadi Jagan terimakasih.


"Sekarang kedua putriku kamu ambil, aku di rumah seperti orang gila hanya berdua dengan Ayu" ucap Agung.


" Sampai semua aman mereka akan tetap di sini, kalau sudah aman rencana mereka akan tinggal dengan kalian " ucapan AL membuat Agung tenang.


"Mereka benaran belum pada bangun sudah jam 8 ini "tanya Agung.


" Semoga Bintang dan Langit segera bersatu, aku hanya kasihan sama mereka selalu di pisahkan oleh oleh keadaan " ucap Leon.


" Itu Senja dan Awan sudah keluar kamar, lihat saja jalannya, kasihan banget di gempur Awan sampai sepeti itu Bro" ucap Frans melihat putrinya berjalan seperti orang habis di sunat saja.


" Ya itulah Bibit untukku Bro, selalu perkasa tanpa Obat pun bisa " ucap AL menyidir sahabatnya yang dulu pernah mengerjainya bersama Berliana.


" Hahaha masih ingat saja kamu Bro! , kalau tidak begitu kapan lagi di gasnya, aku kira kamu sudah mati rasa waktu itu " ucap Leon di anguki oleh Frans.


" Putriku sudah di jebol belum ya " tanya Agung.


" Lihat saja nanti, kalau mereka keluar pada jalan seperti itu atau belum, ucap AL.


"Waah pengantin baru, sudah pada keluar dari sarangnya" ucqpan Mell membuat Senja sangat malu sekali, apalagi semua orang secang meliahat Senja, yang berjalan kesakitan.


" Mamah bicara nya begitu Senja malu...! tau gak sich Ma" ucap Senja menegur mamanya.


" Mel kamu nich ach lihatlah wajah mantuku sudah kayak kepiting rebus, Jagan di godain, ayo sayang sarapan, isi tenaga yang banyak, takutnya nanti di terkam lagi sama putra Mom " ucapan Berliana semakin membuat Senja salah tingkah.


Nana Niken dan Lena yang baru datang hanya menyimak obrolan mereka.

__ADS_1


" Senja bagaimana? rasanya enak atau sakit, aku penasaran " Bisikan Nana terdengar oleh Angkasa.


" Enak banget sayang nanti malam kita coba ya aku jamin kamu ketagihan dan minta lagi" Bisikan Angkasa mebuat Nana meona menahan malu.


" Nanti kamu coba sendiri " Jawab Senja sambil berbisik ke Nana.


" Kalian sarapan ya para pengantin baru Lang juga sarapan nak Jagan sakit nanti kamu di omelin Bintang kalau dia tau kamu menyiksa diri, kamu pasti juga tidak tidurkan " ucap tante Inara yang melihat kantung mata lagit yang menghiatam.


" Iya Tan ini Lang mau sarapan " jawab Langit.


Mereka makan dengan lahap seperti tidak makan se ABad lamanya.


" Kalau sudah mengikuti amunisi kalian segera ke ruang keluarga ya ada yang akan kita bahas kata Daddy, Mereka semua, pergi ke ruang keluarga untuk membahas yang akan meteka lakukan.


" Siap Dad " jawab kompak mereka.


" Bagaimana ini sudah jam 9.30 tapi Bintang belum ada kabar Mom" pertanya Daddy membuat Berliana semakin Resah.


" Kita tunggu mereka selesai makan Daddy Mom belum bisa jawab sekarang, Daddy sebaiknya siapanya pasukan Daddy ke mansion saja" jawaban Berliana membuat AL langsung menghubungi Alex.


" Semua sudah otw ke mansion Mom, kalian juga silahkan kalau mau ikut pencarian " ucap AL pada mereka semua.


" Aku akan menghubungi Reno dan Irfan siapa tau merdka bisa membantu kita " ucap Agung.


" Ooh iya mereka silahkan datang ke mansion mereka juga kakak dan abng princes " Ucap AL yang sudah tidak sombong lagi.


Setelah mereka selesai makan dan mereka langsung ke ruang keluarga tapi mereka melihat para orang tua sudah gelisah, apalagi Mom yang sudah tidak tenang mondar-mandir menghubungi semua yang dia kenal.


Semua juga sedang cemas, Agkasa dan Langit apalagi sudah tidak kuat menunggu waktu 30 menit tiba.


" Arrghht" teriak Langit menaham emosinya.


Membuat semua sangat tau , posisi Langit sekarang Dilema.


Dia harus kuat menahan waktu 30 menit untuk mencari Bintang.


Waktu sudah menujukan tepat pukul 10 pagi.


Mereka semua marah Bintang masih belum Ada kabar.


Mereka masih belum bergerak Mom, itu artinya Om Diki ingkar janji, dan kita tidak salah kalau kita menjemput princes kesana ucap Awan.


KITA LANJUTKAN DI EPISODE SELANJUTNYA.

__ADS_1


__ADS_2