Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
97. 7 Hari.


__ADS_3

Mohon Maaf kalau jarang Up karena banyak kesibukan di dunia nyata, bantu dukungan ya, biarpun sibuk kalau banyak yang minat membaca dan banyak yang berkomentar minta Lanjut, mungkin akan lebih semangat walau banyak kesibukan di dunia nyata.


Bantu Like, Vote, favorit, Rete, dan komentar, terimakasih 🙏💕.


Kita Lanjut membaca supaya tidak penasaran.


" Kenapa Sayang kamu tidak suka dengan mereka atau ada sesuatu yang Bunda tidak tau? curiga Bunda Maya.


" Gpp kok Bunda, cuma perasaan Bintang saja kok Bun" Elak Bintang karena tidak mau Bundanya banyak Fikiran.


" Mereka sudah pergi semua sayang, ayo kita keluar, dari pada melamun terus di kamar " ajak Bunda.


" Oke Bun bentar Bintang ambik HP dulu, Bintang belum buka HP dari kemarin, banyak yang berduka Cita tetapi belum sempat Bintang Balas " sambil mengambil HP, dan menutup Pintu kamarnya Bintang mengekori sang Bunda.


Sampai di Ruang tamu Bintang di sambut sahabat dan teman temannya kampus serta kakak dan Abang nya Libur atau meliburkan diri.


" Loh Abang dan kakak kok tidak berkerja, aku gpp kok, sudah sama Bunda dan Papi ya kan Bun " Bintang berusaha baik baik saja.


" Dek tadi kakak belikan makanan kesukaanmu nieh " sambil menyerahkan satu kantong plastik penuh kepada adik kesayangannya.


" Wiih kakak memang terbaik ini cilok kesukaanku " sambil membuka kresek yang di bawa Angkasa.


" Biar aku ambilkan mangkok Bin aku kan juara mau kata Senja yang langsung berlari mengambil mangkuk buat tempat Cilok dan bumbu.


Sesaat mereka lupa dengan kesedihan nya berebut Cilok dengan para sahabatnya, momen itu membuat semuanya lega masih bisa melihat senyum princes mereka.


" Dek Abang mau keluar ada urusan ada yang mau kamu titip atau mau Abang belikan apapun pasti Abang belikan Abang kan juga Abang terbaik buat kamu Dek " Sindir Abangnya.


" Dasar Abang begitu saja iri kayak si Daddy aja " Cibir Angkasa pada sang Abang.


" Ya aku bibit unggulnya dek kamu lupa " Jawab Angkasa Dingin.


" Sudah sudah Abang juga terbaik dan kesayangan aku, Apapun yang Abang belikan pasti aku suka " melerai abang dan Kakaknya berantem.

__ADS_1


Mas Lang, kenapa? kamu begitu cepat pergi, padahal aku baru bahagia, dan kita akan menikah dan bahagia tapi semua hanya impian belaka ya mas, dan setelah ini aku tidak tau harus apa? dan bagaimana menjalani semua ini tanpa kamu, maafkan aku kalau aku dulu pernah meninggalkanmu ternyata begitu sakit perpisahan tangis batin Bintang.


" Bin kamu! gpp kan Bin,jagan di pendam sendiri ya " Senja memeluk Bintang. Senja tau apa yang di rasakan Bintang, tetapi seperti biasa Bintang pasti berusaha sok kuat dan selalu tersenyum.


Walaupun Langit sudah 3 hari meninggal, tetapi belum surut juga pelayat berdatangan dari Indo maupun luar karena keluarga Leon banyak dari Luar.


Tak terasa malam tujuh hari Langit pyn datang, tamu semakin padat datang walau masih pagi, karena waktunya bertepatan pada hari minggu, hari libur pada semuanya.


Bunda dan Mom sibuk mempersiapkan acara nanti malam dan di bantu Mami Ayu Mama Mell Mama Inara masih banyak yang Lainnya.


"Maaf kamu telat datang" kata orang yang baru muncul.


" Haah Mbk Henny dan mb Laras ternyata, Mell kalian kesini...! coba lihat siapa yang datang ini kata Bunda Maya pada mereka.


" Mbk Henny, ya ampun tambah cantik saja mana? Romero Surya dan Cahaya surya sudah punya calon belum? " tanya Berliana pada sahabat waktu mudanya.


" Kebiasaan dari dulu tidak berubah, kalau tanya satu satu " cubit Henny pada pipi Berliana karena gemes, sama istri mantan Bos nya dulu.


" Mbk Laras, aku kira gak ikut kan mantunya mau lahiran " kata Berliana.


" Belum kok aku sempatin kesini untuk Hibur Maya kasihan, di tinggal Lang, Mantuku sudah di temanin kedua orang tuanya Kok jadi Aman lagian Andika, kamu tugaskan kesini jadi sekalian ikut " Cerita Maya.


" Hehe iya mbk abis aku repot jadi gak sempat, kasihan Bintang dan Maya kalau aku tinggal " kata Berliana.


" Kalian sudah pada sarapan belum ayo kita sarapan kebetulan hari ini makan kesukaan ini nih sambil menunjuk Berliana.


" Pasti Rawon" teriak mereka.


Mereka saling bertukar cerita sambil makan lesehan karena banyak tamu jadi di buat lesehan.


Saat Nana dan Senja menghantarkan makanan buat orang yang di luar tepatnya di taman tiba-tiba ada yang menghentikan langkah Senja.


" Haii Senja kita ketemu lagi, pertanda apa ya, atau kita memang berjodoh " godanya pada Senja, yang terlihat sembab akibat banyak menangis.

__ADS_1


" Maaf aku sedang sibuk, dan bercanda kamu gak lucu " jawab Senja jutek banget.


" Kamu seperti habis menagis kenapa? siapa yang menyakitimu bilang sama aku ya,aku pasti akan membantumu dan apa kamu putus cinta atau bagaimana? " cecarnya pada Senja.


" Mingir cerewet banget sich jadi orang! dan Bukan urusanmu, sambil mengambil jalan lain dan meninggalkan sendirian.


His ada aja orang seperti itu ya, ganggu aja, kepedean ngaku ngaku jodoh lagi hmmm..." Umpat Senja.


" Senja kamu kenapa? ngomel sendiri dari tadi " tanya Nana dan Lainya.


" Ooh ada orang reseh aha nganggu tadi, udah lewat gpp kok, emang mataku keliatan bengkak apa? Na " tanya Senja pada sahabatnya.


" Bukan hanya bengkak tapi melepuh " goda Nana.


" Iis kamu di tanya kok jawab gitu sich " cemberut Senja.


" Ayo kalian bantuin aku yang di luar masih banyak yang belum kebagian makanan loh, dan sebagian sudah pada makan ayo" Senja mengajak semuanya dan di bantu karyawan kafe Bintang, yang sengaja Di liburkan untuk membantu di rumah Lang.


Ada Katering juga dari Mom dan Bunda Sendiri juga, karena tamu membludak jadi buat jaga jaga, supaya semua kebagian.


" Sedangkan Bintang dan Bunda saling memeluk di kamar dan saling menguatkan satu sama lainnya.


" Icch kenapa sich pakai datang segala, harusnya tidak perlu datang segala bikin ricuh aja " ucap Nana.


" Ayo Na kita kasih tau Niken dan Bintang,waah bener bener nich " ucap Senja.


" Selamat pagi maaf ya kita datang terlambat dan turut berdukacita ya, semoga ini yang terakhir menimpa pria pria akibat kena Sial" ucapnya sinis mencemooh.


" Jaga ya bicaramu perempuan Ular licik dan tampangmu tidak sesuai prilakumu " ucap Nana penuh emosi pada orang di depannya.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏

__ADS_1


__ADS_2