Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
96. Amarah orang tua Gisel.


__ADS_3

"Mami papi kecewa sama kamu Gisel membuat malu keluarga, aku kira tantemu yang membual ,sengaja menyudutkan dan papi mengangap kamu yang benar tetapi kenyataan kamu yang bohong Gisel dan selama ini papi mengangap kamu anak manis anak baik penurut Papi kecewa " amarah papi Gisel.


Sedangkan Maminya hanya diam, tidak membela Gisel juga tidak membela suaminya. Maminya sudah memperingati Gisel dan tidak usah melanjutkan mengejar Langit, tetapi Gisel tidak mendengarkan sang Mami, diam diam terus saja menjalankan rencananya.


" Sekarang ikut papi pulang ke LA, dan papi tidak mau ada alasan, dan Jagan jadi anak pembangkang " marah papi Gisel.


" Gisel ngak mau Pi, Gisel mau tinggal di sini, Gisel nyaman tinggal di sini! tolong Pi aku mau disini " berusaha menolak sang papi.


" Sudah balik saja ke negaramu Lagian gak ada lagi yang kamu kejar, abangku juga sudah tiada uacpa Senja.


" Semuanya! selaku orang tua dari Gisela Afredo saya mohon maaf sebesar-besarnya " sambil menangukan kedua tangannya ke arah keluarga Bintang dan semua yang ada di kediaman Langit.


" Kami sudah melupakan semuanya, karena Langit juga pasti sudah memaafkan Gisel semoga Gisel berbah dan menjadi pribadi ya g lebih baik dan mendapatka jodoh yang baik ucap Papi Leon kepada keluarga Gisel.


"Akhirnya ulat bulu pergi juga, jijik aku melihatnya" Bisik Seja pada Nana dan Niken.


" Iya Akhirnya terhempaskan bibit pelakor " jawab Nana.


" Tinggal menunggu dalang dari penyerangan mobil Bang Lang " sahut Niken.


" Yuk kita bagi bagi makanan kasihan yang pada menunggu makaan ' ucap Bintang melerai bisik bisik mereka, seperti mak mak aja.


" Di tempat lain akhirnya enyah juga kamu dari muka bumi Lang, setelah kamu membuat aku merasa menjadi sahabat wanita yang aku cintai memilihmu dan tidak pernah mengangap aku ada, dan sekarang kamu tidak bisa lagi mengangguku, sekarang aku bebas memilikinya Lang, tanpa ada kamu yang menghalangi lagi. semua yang kamu miliki akan menjadi milikku termasuk tunanganmu yang sangat cantik itu.


" Kalian Jagan menghabisi tunangan Lang karena aku punya rencana lain " ucap nya pada Anak buahnya.


Dia dan anak buahnya menikmati keberhasilan mekenyapkan Langit.


Bintang dan semuanya menyiapkan makanan untuk acara nanti malam pengajian untuk Lang, seperti pesan Mommy sebelum pulang ke mansion untuk mengambilkan peralatan Bintang karena Bintang mau tinggal dengan Bunda Maya mereka menyetujui karena dengan adanya Bintang dan teman-temanya membuat Maya terhibur.


" Papi kenapa Aku tidak melihat Chandra? dari tadi apa dia lagi tugas luar kota? tanya Bunda yang sudah tenang dan ikut bergabung.

__ADS_1


" Mungkin Bun, dia juga belum WA sama papi juga kata Papi Leon.


" Om kok aneh ya padahal Chandra sahabat plus orang kepercayaan Lang loh selain asistennya kata Awan sedikit curiga tetapi tidak mau menyebutkan.


" Mungkin sibuk bang " balas Angkasa.


"Bintang sayang sini nak, dari tadi kamu kok sibuk terus biar mereka yang beres beres temani bunda dan papi di sini " panggil Maya pada calon menantunya.


" Iya Bunda ini tangung ini, tinggal sedikit bikin kuenya, dan terlanjur kotor bajunya, nanti sekalian ganti baju dan lihatlah mereka asik ikut bikin kue Bun " menunjuk semua temannya.


" Waah nanti kalian bisa buka toko kue dong " goda Bunda Maya menghibur Bintang, setahu Bunda Maya Bintang menutup I kesedihanya di depanya.


" Waah ide bagus itu " celetuk Mom Mell sambil menyomot kue yang Bintang susun.


Semua acara berjalan lancar, mereka semua menginap di kediaman keluarga Leon dan Maya.


Ke esokan harinya.


Chandra kepercayaan Lang di perusahan yang baru Lang buka dan di dampingi Alvin yang dulu Tugas bersama Davian. mereka semua ikut berduka atas kepergian Langit.


Kalau kalian mau ke kantor berangkatlah tidak usah menghawatirkan kami baik baik saja, kalian fokus saja pada semua peninggalan Lang " semangat Papi Leon pada mereka semua.


" Terimakasih Om atas kepercayaan, kami akan berusaha membuat semua aset Bos Lang tetap jaya " ucap Sang Asisten.


Mereka semua berpamitan ke semua yang ada di ruangan itu.


" Kami ikut berdukacita ya om, mohon maaf baru datang karena banyak banget pekerjaan, selama Bos tinggal di bandung saya dan sekretaris mery sangat repot "ucap nya.


" Tidak apa-apa kok, santai saja, kamu pegang dulu perusaan dan RS yang di sana " ucap papa Leon pada Asisten Lang.


" Om aku juga ikut berduka ya kata Chandra dengan sangat sedih, karena kehilangan sahabat dan juga Bosnya, karena sejak membuka perusahaan di bandung dialah yang banyak menagani, tetapi pusatnya di Jakarta.

__ADS_1


" Sudahlah Chan, kamu fokus saja pada perusahaan Lang dan juga,tempat Wisata yang baru di buka" ucap Papi leon. tetapi mata Chandra tidak mau lepas dari gerak gerik Bintang. Sedangkan Bintang selalu risi dengan tatapan Chandra kepadanya.


" Bun aku ke kamar dulu ya, aku mau ganti baju dan istirahat " padahal Bintang risi pada Chandra.


" Iya sayang " jawab Bunda Maya melihat Bintang ada sesuatu yang di sembunyikan.


" Pi aku kekamar Bintang ya, sepertinya Bintang memendam sesuatu Bunda akan menemanin ya " pamit Bunda Maya pada suaminya.


" Iya Bun, kasihan dia pasti sangat terpukul kepergian Langit yang mendadak " Papa Leon.


Tok


tok


" Bintang....! Bintang apa ? Bunda boleh masuk nak? " tanya Bunda pada Bintang.


" Iya Bunda boleh " jawab Bintang dari dalam sambil membuka pintu buat Bunda Maya.


Bunda duduk di sofa kamar Langit yang sekarang menjadi kamar Bintang .


" Sayang kalau ada sesuatu Jagan di simpan sendiri ya cerita sama Bunda kita sama-sama kehilangan orang yang kita sayang dan cintai nak! Bunda juga sangat kehilangan dan Bunda tau kesedihanmu tetapi Jagan di simpan sendiri bisa berbagi sama Bunda " Sambil memeluk dan mengelus kepala Bintang pecahlah tangis Bintang yang sedari tadi di tahanya.


" Maafkan Bintang Bun mungkin benar kata Gisel, aku ini pembawa sial, aku yang menyebabkan Mas Langit meninggal Bun, seperti Mas Arya meninggal karena aku kan Bun " pecah tangis Bintang, Bunda kaget Bintang memikirkan itu, Bunda tidak tau kalau ucapan Gisel membuat Bintang merasa bersalah.


" Yang penting Bunda sama papi kan tidak menyalahkan Bintang, Jagan sedih lagi ya Langit di sana pasti ikut sedih sayang kita belajar iklas ya nak " ucap Bunda walau dalam hati masih belum iklas tapi dia tidak mau Bintang terpuruk karena masa depannya masih panjang, dia sangat senang Bintang bilang akan tinggal dengannya untuk menggantikan Langit.


" Mau ikut Bunda keluar atau di kamar saja tanya Bunda.


" Mereka sudah pergi Bintang ikut keluar Bun jawab Bintang.


" Membuat Bunda bertanya tanya.

__ADS_1


BANTU LIKE KOMEN VOTE YA SEMUANYA.


__ADS_2