
SELAMAT MEMBACA.
" Ayo bro buruan, kamu mandi saja di kamar tamu atas dekat kamarku dan Angkasa " Ucap Langit mengajak Langit naik ke atas.
Selesai mandi Kangit langsung menuju ruang keluarga karena di tung
"Maaf sayang Mas Lama, badan Mas sakit semua akibat berantem tadi " Cerita Langit menarik simpati dari Bintang, mumpung belum ada penganggu dan Bintang mengobati Lang dengan kasih sayang.
" Sudah selesai Mas, tinggal menunggu Abang Awan untuk di obati " Ucapan Bintang membuat Langit cemberut karena cemburu, bukanya memperhstikanya malah mencari Abangnya.
" Iya sayangnya Mas, ini sakit sayang menunjukan tanganya " Bintang tau kalau Langit hanya modus mencari perhatiannya.
Melihat Langit turun dari Lift Bintang langsung memanggil Abangnya,
" Abang mandi atau mandi sambil tidur sich lama banget, keburu lupa Abang Infeksi " Omel Bintang pada Abangnya.
" Hehehehe Maaf Abang tadi berendam dulu sayang Jagan cemberut dong kan sudah ada tuh, kan bisa berduaan gak ada yang menganggu " Sindir Awan pada Langit, karena dia tau Langit kslau ada dia dan Angkasa pasti cemburu, terlihat kalau Bintang lebih perhatian kepda mereka berdua.
" Bang....! Kakak, kemana? Kakak tidak terluka kan, Suruh pulang Aja Bang dia juga kecapekan kan Abis dari bali jemput aku sekarang dia diman? Telepon Bang " Rengek Bintang pada Abangnya.
" Angkasa sedang sama teman temannya sayang, nanti juga pulang tidak usah khawatir ya.
" Hmmm jawab Bintang sambil cemberut.
" Itu pasti Mom, terdengar ramai di depan Mansion, iya teman temanmu heboh " Kata AWan pada Adiknya.
" Ya Ampun kalian berdua kenapa babak belur kayak gini "
Teriak Mom pada mereka berdua heboh.
" Lang apa yang terjadi kenapa kalian babak belur kayak gini? " Panik Bunda Maya. Melihat putra tampanya penuh dengan luka.
" Gpp Bun, namanya juga lelaki lecet sedikit tidak papa kan Bun " Elak Langit, melihat Bundanya sangat khawatir padanya dan melihat Awan juga.
__ADS_1
" Kalian Mau menginap di sini atau pulang tanya Mom pada mereka sahabat putrinya.
Lena sama Niken yang pulang Mom, kalau Senja sama Aku menginap di sini Ucap Nana pada Mom Berli.
" Oke tetapi kalin mandi terus makan dulu ya kata Mom Berli.
" Siap Mom jawab Mereka.
Kembali di Tempat Angkasa dalam tempat penyekapan orang kurang lebih 30 orang ada yang melarikan diri saat berkelahi.
" Bos mereka masih belum mau membuka Mulut, kita sudah hajar dan siksa mereka tetapi mereka hanya diam tidak mau menyebutkan siapa dalang dari penyerangan ini.
"Ayo kita kesana aku mau lihat mereka dan ingin tau kelemahan mereka semua kenapa bungkam, berap mereka di bayar sehingga sangat setia merelakan tubuh mereka di sakiti " Angkasa sangat penasaran seperti yang di ceritakan oleh bahannya kepadanya.
" Kalian benar-benar masih Bungkam " teriak Angkasa mengelegar di ruangan Bawah tanah markasnya.
" Cepat kalian bawa kesini semua keluarga dari para bajingan ini perintah Angkasa pada semua Anak buahnya.
" Ciich kalian tidak akan menemukan mereka sudah aman di tempatnya " jawab para bajingan itu..
" Jangan pernah sekali saja main main denganku " Ancam Samudera pada mereka semua.
" Kalian sudah geledah mereka satu persatu tidak ada yang menempel apapun di badan mereka? Tanya Angkasa pada Anak buahnya " memastikan di tubuh mereka tidak ada kamera pengintai atau sejenisnya.
" Tidak ada Bos tadi saya sudah mengeledah semua, si Jamal masih meneliti senjata mereka dapatkan dari mana? dan Janur sedang menyelidiki keluarga mereka semua, untuk mencari kelemahan mereka " jawab Asisten Angkasa.
" Oke aku percayakan pada kalian aku kasih waktu kalian 24 jam.aku mau pulang, aku tidak mau membuat adik dan Mom ku khawatir " ujar Angkasa. Langsung berpamitan pada semua dan untuk memperketat penjagaan.
Siapa? sebenarnya mereka kenapa? sangat Licin sekali pergerakanya aku harus minta bantuan Om Dikky dan tante Laddy tapi aku harus bilang Mom dulu nanti takut Daddy ngamuk lagi karena cemburu batin Angkasa.
Setelah menempuh perjalan panjang akhirnya sampai rumah dengan selamat, walau badan rasanya sakit dan capek semua dan dia menyuruh para bodyguard istirahat dan bergantian berjaga. Saat masuk rumah dia di kagetkan dengan kemunculan adik tercintanya.
" Kakak kenapa? pulangnya lama sekali aku sangat khawatir di mana? luka kakak " Bintang mencari luka Angkasa di muka tangan tapi tidak menemukannya.
__ADS_1
" Adik kakak yang paling cantik dan sangat mengemaskan ini kenapa? hemm jam segini belum tidur? mana ada luka siapa? bilang kakak terluka " sambil mengelus kepala Bintang dan membawa kepelukanya rasa lelah terobati dengan pelukan Bintang, matanya menangkap gadis manis sedang duduk di sofa sedang menatapnya dengan malu malu.
" Aku kan khawatir dengan kakak melihat Abang Awan dan Mas Lang penuh luka di muka dan tangan mereka Kak, aku fikir kakak juga terluka " cerita Bintang dengan sangat mengemaskan membuat Lang mrncubit pipinya.
" Adik Abang kalau manyun begini sangat mengemaskan sekali ya, sudah ayo tidur Kakak mau mandi ya " Angkasa menarik tangan Bintang, menyuruhnya Tidur.
" Ehemm kamu juga kenapa? belum tidur " Membuat Nana berdebar debar gak karuan.
" I.. tuuu tadiii menemani Bintang menunggu kamu " ucap Nana terbata- bata.
" Terimakasih ya kamu juga tidur sudah malam, selamat tidur ya " ucapan Angkasa membuat πΊπ»πΉπ· di hati Nana.
" Ooh cuma Nana yang mendapat selamat malam tiba-tiba Bintang muncul di belakang mereka membuat Nana dan Angkasa kaget, bukanya Bintang sudah duluan Naik tiba-tiba ada di belakang mereka.
" Dek bukanya kamu sudah naik keatas tadi kok bisa ada di sini " tanya Angkasa curiga.
" Ya begitulah kalau cinta dunia milik berdua yang lain ngontrak, dan kalau suka di tembak dong keburu di embat yang lain " Goda Bintang membuat Nana sunguh malu, apalagi Angkasa mati kutu di depan adiknya.
" Dek...! Awas ya ngomong aneh aneh nanti sampai Mom bahaya Ancam Angkasa pada Adiknya.
" Iya Benar Bin, kita tidak ada apa-apa kok " Elak Nana.
" Iish kita berteman itu lama banget bebeb masa aku gak tau itu " Ya sudah aku tidur, kalian selesaikan baru tidur " Bintang ngambek pada mereka berdua.
" Kak Ang aku kekamar dulu ya " pamit Nana sambil menundukan mukanya menahan malu karena ulah Bintang.
" Nana apa benar yang di bilang adikku tadi " Angkasa menahan tangan Nana untuk tau jawabanya.
" Itu... ituuu Kak Anku sudah ngantuk ya selamat malam " Nana berlari meninggal kan Angkasa.
Bodoh banget sich Kakak aku masak ada cewek nembak duluan amuk orang yang berdiri di balik pilar.
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
__ADS_1
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak ππ