
MOHON MAAF PARA PEMBACA KARYAKU INI.
Belum sempat Up lagi dari kemarin,karena merevisi setiap Bab. Alhamdulillah Kurang sedikit lagi selesai.
SELAMAT MEMBACA.
Semingu sudah berlalu Kafe Tiga Dara semakin ramai pengunjung karena mereka selalu pasang iklan sebar brosur di kampusnya di jalan jalan. memberikan diskon dl promosinya.
Hari ini adalah weekend Niken dan Nana datang ke kafe, hari yang menyenangkan buat Bintang berkumpul dengan sahabatnya.
" Kalian sudah datang?. dari tadi atau barusan, sorry kafe rame aku bantu bantu di dapur jadi tidak tau kalau kalian sudah di sini. "ucap Bintang sambil menarik kursi untuk duduk.
" Santai saja Bin.katanya kemarin mau nambah pegawai, apa belum dapat, kafe ini makin hari pengunjung makin banyak kasihan pada keteteran dan kamu harus capek ikut memasak, aku tidak mau kamu sakit karena kecapekan ya".ucap Niken.
" Betul itu kata Niken, aku juga tidak mau, kamu kayak dulu menderita, kafe ini juga punya kamu Bin. malah kamu pemiliknya, kita mah cuma nitip saham doang ". ucap Nana. sambil melihat sahabatnya kelelahan.
" Besok biar Lena, buat selebaran di buka lowongan, buat 5 orang biar mereka juga tidak kecapekan ".kata Bintang.
" Kamu selalu memikirkan orang lain, lihat nih muka belepotan, sambil mengelap muka sahabatnya yang penuh dengan kotoran dapur dengan tisu basah , nah sudah cantik lagi deh Bebeb ku".kata Nana.
Mereka bercerita panjang lebar sampai lupa waktu makan siang sudah terlewatkan.
Bintang sadar kalau sudah melewatkan makan siang, akhirnya meninggal mereka, diam diam, karena tidak mau sahabat nya kelaparan dan sakit, berinisiatif membuatkan makanan sepesial buat mereka berdua, terlalu asik bercerita tidak sadar kalau Bintang sudah tidak ada dengan mereka.
" Na...! ". Bintang kemana Kok gak ada, Apa dia ke dapur ya? kita keasikan mengobrol". ucap Niken.
" iya Mungkin ke dapur membantu yang lainya, kan belum dapat tambahan pegawai, Bintang harus turun tangan dech, coba aku bisa bantu masak hehe" kata Nana sambil memainkan hpnya.
Krucuk krucuk suara perut mereka berdemo minta makan.
"Ternyata asik mengobrol lupa makan siang ya kita sudah hampir jam 3 loh Ken? ucap Nana sambil memegang perutnya yang tidak berhenti berdemo.
" Tunggu aku hub Bintang mungkin dia lagi Sholat, pesan makan terus makan bareng sabar ya".kata Niken, sambil tersenyum ke arah sahabat nya yang sudah kelaparan.
Sambil menunggu Bintang membalas WA nya Niken makan cemilan yang dipesannya. tadi saat datang ke kafe. Mereka tidak menyadari kalau Bintang sudah membawa makan kesuksesan mereka.
" Na..... Kamu mencium bau harum masakan tidak? tanya Niken sambil mengendus-endus bau..
" He em, Harum banget jadi tambah lapar ini", Kata Nana sambil mengerucutkan bibirnya.
" Lapar ya makan dong masak minum terus entar kembung loh hahaha Maaf ya membiarkan sahabatku kelaparan ". ucap Bintang sambil menata makanan ke meja..
" Wuiiih kamu hebat Beb!. tau apa yang aku inginkan dari tadi sama Nana, nunggu kamu lama banget Beb, perutku sama Nana berdemo dari tadi minta makan".Sambil menyendok Nasi di taruh di piringnya sudah tidak kuat melihat masakan Bintang bikin meleleh.
" Sudah kita makan dulu.. eeh Jagan lupa berdoa dong".karena Melihat mereka berdua, langsung saja mau makan, Bintang tertawa melihat kedua sahabatnya.
Setelah itu mereka Mandi di kafe, seperti biasanya mereka menemani Bintang sampai malam. Bintang pamit ikut membantu mereka yang kewalahan.
Lana membisikan sesuatu telinga Bintang. Bintang menghampiri sahabatnya. Pamit mau ke depan ada perlu penting katanya.
" Bro kafenya rame banget, dan untuk konsepnya juga lumayan bagus bro beneran ini kafe punya calon adik ipar kamu?.. tanyanya pada sahabatnya.
" Iya Bro walau dia tidak menjadi adik ipar, aku tetap menganggap nya adikku, amanat dari Arya karena mamiku dan papi sangat menyayanginya." ucap Irfan sambil berkaca kaca.
" Kita cari tempat duduk Ada music live nya juga khusus Sabtu dan minggu lihat tulisan di dinding". Ucap Reno Abang ke 2 Arya.
__ADS_1
"Iya Bro, Nyaman Kafenya jadi betah lama lama di sini. aku jadi penasaran pemiliknya dech bro. ucap Genta.
" Suara penyanyinya Merdu banget, Ya Bang".kata Reno Sambil mendengarkan lagunya.
" Tetapi penuh kesedihan ya Bro, sangat mendalam menyayikannya. sangat tersentuh gue kata Gema kagum dengan suaranya. jadi kepingin tau siapa penyanyinya dech. kita cari meja yang dekat saja Bro!. minuman dan makannya suruh pindah ke sana!. sambil menunjuk meja yang kosong". Ucap Genta.
"Oke kita Pindah".Kata Reno, sambil berjalan mengikuti mereka.
" Na itu suara Bintang kan ya, pantas aku cari dari tadi tidak ada dia yang menyanyi keren memang sahabat aku yang satu ini'.. kata Niken.
" Ken Ayo kita cari tempat yang di depan, aku mau video kan kirim ke mami pasti seneng banget lihat anak kesayangannya lagi menyanyi" . kata Nana sambil menarik tangan Niken.
"Maaf Boleh ikut gabung di sini? tanya Nana Ikut duduk di meja mereka. ". sambil tersenyum ke arah mereka.
" Silahkan Kata Irfan Nona sambil tersenyum ".Menyilakan mereka untuk gabung dengan mereka.
Mereka semua terhanyut mendengarkan suara Bintang yang mendayu, ada juga yang sampai menangis.
Nana, terus memvideokan.
" Selamat malam " sapa Bintang pada semua tamu kafe.
Bintang Mulai menyajikan lagu ini saat mengingat Arya.
Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikit pun kubayangkan
Kau akan pergi
Tinggalkan ku sendiri
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi
Tinggalkan ku sendiri
Di bawah batu nisan, kini kau telah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh, ku tak sanggup ini terjadi
Karena ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku, menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
"Selamat jalan, kasih"
Satu jam saja, ku telah bisa
__ADS_1
Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja, ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Di nanti ku
Wo-oh, wo-oh
Oh-ho-oh
Oh-uh-oh-oh
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku, menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
"Selamat jalan, kasih"
Oh-uh-oh-oh
Satu jam saja, ku telah bisa
Cintai kamu, kamu, kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja, ku telah bisa
Sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
Wo-oh-oh
Wo-wo-wo-ah-ah
Ah-wo-oh
Tepuk tangan meriah yang di dapatkan Bintang.. dengan deraianair mata dia menyapa semua pengunjung dan membungkuk badannya dan mengucapkan Terima kasih.
__ADS_1
Tiba-tiba dia mendapatkan pelukan, setelah melihat siapa yang memeluknya dia juga membalas pelukannya,membenamkan mukanya sambil menangis.
Ikuti terus ya kisah Bintang.