Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
143.Gerbekan SATPOL PP.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU UP HARI INI,


" TELAT HARI INI UP NYA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Alam menarik tangan Bintang di bawa keruangannya, dan langsung di kunci dari dalam, membuat sahabat Bintang panik apa yang akan terjadi dengan Alam dan Bintang di dalam sana.


" Kamu apa-apaan sich kenapa main tarik dan ini kenapa pakai di kunci pintunya hah, buka....! aku mau keluar " marah Bintang.


" Tidak akan aku buka, sebelum kamu jelaskan pertanyaan ku tadi Bintang" Alam dengan mata tajam menatap Bintang.


" Huft kamu ini kenapa sih Alam, Jagan sok perhatian kamu kalau semua itu palsu, kamu baik sama aku perhatian dan semua perlakuan kamu seolah kamu cemburu dan berkata rayuan itu semua kamu lakukan karena permintaan kedua orang tuamu kan! karena kalian bayak hutang budi pada Om mulai sekarang tidak usah sandiwara kalau berdua " Amarah Bintang, danAlam lalu berfikir apakah Bintang mendengar percakapan dengan kedua orang tuanya waktu itu pantas saja dia seperti ini " tebak Alam.


Setelah tau permasalahan, Alam Lalu menarik Bintang dalam pelukannya.


" Alam lepas kamu ini ya, main tarik saja kayak gini, kalau ada yang lihat mikirnya macam-macam loh" Alam semakin mengeratkan pelukan yang di pinggang Bintang membuat Berdebar-debar.


" Seperti ini kamu Bilang aku sandiwara dan Akting heem, mau aku buktikan kalau semuanya nyata heem " tantang ALam.


" Kamu mau apa A.... hup " Alam mecium bibir Bintang dan setalah lama Bintang pun tanpa sadar membalas Ciuman Alam, yang Awalnya hanya kecupan, karena Bintang membalas , seperti itulah menjadi panas duradinya lama.


Tanpa mereka sadari, karena Larut dalam nafsu, mereka tidak sadar menjadi tontonan saudara dan sahabatnya yang datang dan mencari kunci serep karena kwatir dengan Bintang Alam.


Setelah mereka kehabisan nafas mereka pun saling melepaskan pannggutan mereka dan menyatukan kening mereka mereka masih belum sadar juga kalau mereka semua menunggu.


" Sudah selesai adegannya baru 15 menit kenapa gak di lanjutkan " mendengar suara yang dia kenali Alam dan Bintang melepaskan pelukan mereka.


Gimana ini ya Allah mereka melihat apa yang aku lakukan tadi sama Alam aduch mati aku Batin Bintang.


" Bro aku nyuruh kamu jagain adik aku ya bukan seperti ini " dengan nyalang Awan mendekati Alam.


" Maaf Sob karena terbakar cemburu melihat Bintang manis manis ke Chandra dan dia menuduh perubahan ku hanya sandiwara dia mau bukti " Pembelaan Alam.

__ADS_1


" Sebaiknya cepat pulang ke mansion kalian akan di nikahkan hari ini juga, Mom Daddy dan kedua orang tuamu ada di mansion menunggu kalian berdua coba kalau kita tidak secepatnya masuk pasti kalian akan melakukan lebih " Dengan Nada sedikit emosi tapi dia berusaha menahannya.


" Oke Bro, aku akan tangung jawab atas perbuatanku tapi tolong Jagan bicara keras pada Bintang " Alam tidak mau Bintang di salahkan atas perbuatanya tadi.


" Oke kalian cepat beberes aku tunggu di luar gak perlu di tutup pintunya " peringatan Awan.


" Alam bagaimana kita mau di nikahkan sekarang, aku belum siap menikah " Bintang ketakutan.


" Nikah sekarang atau kapanpun, sama saja Dek, kamu gak usah khawatir kita jalanin semua dari awal aggab saja kita taaruf ya kita pacaran setelah menikah, walau kebablasan tapi tidak dosa, ya "kata Alam, Sambil memgelus kepala Bintang.


" Ya sudah kalau begitu, aku juga tidak mau membuat mereka murka, tapi janji ya gak boleh maksa dan masih mengijinkan aku kuliah berkerja dan kumpul teman-temankuteman-temanku " Permintaan Bintang pada Alam.


" Oke dedek sayang asal kamu bahagia Aa juga ikut bahagia jagan manyun lagi ya kita hadapi sama-sama memang kita salah mau apa lagi " Ucap Alam dan di angukki oleh Bintang.


" Kita seperti di grebek satpol PP ya haha" tawa Bintang.


" Enak aja kamu dek Bilang kita satpol PP hais " Angkasa cemberut.


" Ternyata ada yang ngintipin kita tadi, untung kita gak ngelakuin kaya ta di ya pasti yang ngintip minta di nikahkan juga" Sindir Bintang.


" Kenapa kalian berdua tidak bareng saja nikahnya sama aku nanti, kalian tidak takut kebablasan juga " Ejek Bintang.


" Hais kamu " Umpat Angkasa pada Adiknya.


" Kalian paling juga sudah seperti aku tapi kalian malu saja mengakui sindir Bintang lagi " pada kedua Saudaranya.


Bintang sedikit kesal pada kedua saudaranya karena mereka melaporkan nya pada orang tua tentang perbuatannya tadi.


" Kalau kalian malu aku saja nanti yang Bilang supaya kalian tidak usah menahan, kalau resepsi terserah kalian maunya kapan.


" Punya Adik sangat menyebalkan sekali " Murka Angkasa.


Sedangkan sahabat nya pada diam tidak bersuara, mereka merasa bersalah pada Bintang, dan mereka tau, kalau Bintang seperti ini, berarti Bintang sangat marah tidak terbendung.

__ADS_1


" Bagaimana sahabat aku, kakak ipar, kalian mau kan menikah hari ini bareng sama kita berdua " pertanyaan mengandung Ancaman.


" Eemm aku terserah sama mereka Bin " Nama pasrah.


" Kamu kakak ipar bagaimana? mau menikah juga kan hari ini " tanya Bintang pada Senja.


" Kalau orang tuaku setuju aku setuju Bintang " jawab Senja setengah bergetar.


" Sayang kalau kamu mau nunggu lulus Abang setuju kok tidak harus menuruti Bintang " Awan menjawab karena melihat Senja seprti terpaksa.


" Kamu juga Nana, kenapa juga harus jawab iya kan bisa jawab tidak " Angkasa memberi Nana pilihan.


" Ooh berati aku juga boleh dong jawab tidak karena ada pilihan " Sindir Bintang.


Membuat dia saudaranya berfikir keras karena pertanyaan Bintang ternyata hanya jebakan, mau tidak mau mereka hanya mengikuti adiknya, kalau sudah seprti ini mereka tidak mampu.


" Hais kamu ya, licik banget sich adik abang " mdnguyek-nguyek rambut Bintang .


" Jagan seprti ini bro nanti dedek pusing " Alam menyingkirkan tangan Awan dari rambut Bintang.


" Hais Mr posesif tambah satu lagi dech bikin pusing saja" Sangat Angkasa.


" Makasih Aa nya dedek yang ganteng dan Baik hati " Sambil tersenyum manis ke Alam.


" Sama-sama Dedek sayang " Jawab Alam sambil tersenyum juga, membuat semua gadis di mobil terpana. membuat Awan dan Angkasa mencubit pipi pacarnya Masing-masing.


" Bisa gak mesra mesraan Jagan di sini " Omel Awan.


" Iri ya " jawab Bintang.


Membuat sang Abang naik pitam rasanya.


"Emang enak di gini in Abang, rasain kalian nikah hari ini juga, aku sudah WA Daddy dan Mom suara yang kalian bilang iya sudah aku kirim hahaha" Bintang tertawa karena menang telak.

__ADS_1


" Kamu dek " Angkasa ingin marah tapi tidak bisa.


__ADS_2