Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
115. Menjalankan Misi.


__ADS_3

SELAMAT MALAM.


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Assalamualaikum "ucapan salam dari luar rumah sederhana itu.


" Wlaikumsalam" jawab Si Ibu.


Ketika Alam masuk kamar betapa terkejutnya, di ranjang miliknya ada yang sedang tidur, karena menghadap tembok jadi tidak tau siapa yang tidur. juga bukan postur badan Lilis, dan dia pakai kaos ku.


Siapa ini Ibu juga tidak cerita cuma bilang mau ke pak RT.


Aku bangunkan saja, kenapa harus tidur di sini, kenapa?


" Hai bangun, Hai ayo bangun, kenapa? tidur di tempat tidurku " teriak Alam dengan mengguncang badan Bintang, Bintang yang kelelahan susah bangun. Bintang cuma menggeliat.


" Apa Mom, aku capek Mom aku masih ngantuk mau tidur lagi " jawab Bintang sambil memejamkan matanya.


" Heh ini bukan di rumahmu, ini kamarku cepat bangun dan pulang sana " omel Alam pada Bintang, dan seketika suara keras Alam membuat Bintang membuka mata dan kaget.


" Hah, maaa... af, tadi Ibu yang menyuruh rebahan di sini dan aku ketiduran di kamar kamu " Cerita Bintang pada Alam yang terlihat marah sambil melihat Bintang.


" Ini apa? kenapa kaos ku kamu pakai juga lancang, sudah masuk kamar tanpa permisi, barangnya juga di pakai " marah ALam.


Sedangkan Bintang hanya melihat Alam, karena dia kangen dengan kekasihnya.

__ADS_1


" Kenapa tidak menjawab " gertak Alam, membuat Bintang tersadar dari lamunannya.


" Maaf Setelah aku cuci aku kembalikan, karena bajuku kotor tadi jadi sama Ibu di kasih ganti ini, aku tidak tau kalau ini milik kamu dan aku akan pergi kok, aku gak tau arah ke villa " jawab Bintang memelas.


Saat Bintang mau turun dari ranjang, pegangan terlepas dan Bintang mau jatuh di tangkap Alam, sesaat mereka berpelukan dan kejadian itu tertangkap beberapa pasang mata, ada yang marah ada juga yang tersenyum.


" Waah dasar gadis murahan baru kenal sudah merayu Kak Alam, pas Ibu tidak ada kalian berduaan " cecar Lilis pada Bintang.


" Maaf semua tidak seperti yang kalian tuduhkan aku tadi mau jatuh di tangkap sama Langit, maksudku Alam " Ralat Bintang pada ucapnya.


" Ooh gadis ini yang kamu bilang Lis, cantikan kamu, lah lis, kamu seksi begini mata Alam katarak dan dia tidak tau balas budi menolak kamu" ucap Ibunya Lilis.


" Ayo nak kita bicara di luar saja, biar lebih enak " ucap pak Budi tuan rumah.


" Itu tadi Ibu yang menyuruh nak Bintang istirahat di kamar Alam, semuanya Jagan salah paham,karena Ibu tinggal ke pak RT mau laporan ada tamu mau menginap, Ibu meminta nak Bintang istirahat di kamar Alam,Ibu kira Alam tidak pulang cepat, malah sudah pulang lebih cepat " bela Ibu kepada Bintang.


" Oh ternyata hanya Salah paham! lilis minta maaf dong sama nak Bintang, Jagan asal menuduh " ujar pak Budi. Malu sama tamunya.


" Bu bapak, saya akan kembali ke Villa saja, mohon maaf kalau kehadiran saya mengganggu " ujar Bintang.tidak mau memperkeruh suasana


" Besok saja nak, jalanan sepi jam segini, kamu perempuan besok bapak Antar, nanti bapak bantu telepon kalau hpnya Nak Bintang tidak Bisa " jawab pak Budi.


" Bukan saya menolak, niat baik bapak dan keluarga, tetapi saya tidak enak kalau, kedatangan saya membuat gaduh " Ucap Bintang.


" Begitu dong tau diri, jadi perempuan Jagan murahan, jual mahal, masa mau tidur di rumah laki-laki, punya malu dikit gitu " Hina Lilis, karena terjadi keributan banyak yang datang kerumah tidak lupa pak RT juga, kepala peternakan dan masih banyak yang lainnya.


" Sebenarnya ada masalah apa? ya pak Budi kenapa sampai ramai sekali "tanya Bpk kepala kepada pak Budi.


" Hanya salah paham saja pak, mohon di maafkan kalau menganggu bapak kepala " jawab pak Budi yang tidak enak, dengan kejadian ini.


" Ini nona yang tadi pagi bukan yang bertanya rumah pak Budi? kepala peternakan ingat dengan tiga gadis yang salah satunya adalah Bintang, dasarnya pak kepala kan mata keranjang lihat yang bening pasti ingat. kalau yang Butek pasti lewat saja.


" Betul pak saya yang mencari pak Budi bersama teman saya, tetapi saya lupa jalan pulang, akibat terpisah dengan mereka " jawab Bintang.

__ADS_1


" Kalau mau pulang tidak apa saya antar Nona dengan senang hati " jawab pak kepala dengan senyum manis mau dapat mangsa.


" Tidak usah pak , dia tamu saya nanti saya saja yang antar, kebetulan kita dulu pernah kenal cuma saya yang agak lupa sekarang sudah ingat " yang menjawab adalah Alam. Dia tidak mau Bintang menjadi korban walau dia tidak suka dengan Bintang tapi dia tidak rela Bintang celaka, sudah banyak yang jadi mangsa tua bangka itu.


" Semuanya Bubar, teriak pak RT, semua masalah sudah selesai hanya salah paham saja" kata pak RT. Semua Bubar, cuma bapak kepala saja yang masih berusaha membujuk mau mengantar Bintang.


Setelah berbagai cara tidak berhasil dia pergi dengan marah-marah.


" Kenapa tidak boleh? aku di antar bapak tadi kelihatannya baik " ucap Bintang kepada Alam. Padahal aku sudah tau kalau bapak tadi modus dan mata keranjang aku cuma memancingnkamu saja gimana mas Lang. semoga hati kecilmu tau kalau ini aku.


" Hemm kamu mau diterkam sama buaya tadi " marah Alam.


" Ooh tadi buaya aku kira , kingkong jawab Bintang" membuat kedua orang tua Alam tertawa. Sedangkan Alam hanya diam seperti patung. Tiba-tiba Dia bersuara kencang, dan menghentikan tawa mereka.


" Bintang....! bersiaplah aku antar kamu" kata Alam dingin ke Bintang.


" Iya Mas jawab Bintang, berhenti tertawa dan menyembunyikan rasa senangnya karena di antar Alam sesuai keinginan Bintang.


" Bapak dan Ibu Bintang pamit, kalau ada waktu nanti Bintang mampir atau Ibu dan bapak datang aja ke kota ini alamatnya " Bintang memberikan kartu namanya.


" Buruan keburu malam Bintang... " teriak Alam.


Setelah acara drama pamitan Bintang Ibu dan Bapaknya Alam , mereka berjalan menuju Villa Bintang.


" Mas... " Panggil Bintang ke Alam, sedangkan Alam hanya diam sambil berjalan di depan Bintang.


" Heem " Jawab Alam singkat.


" Mas Aku takut gelap banget jalannya " ucap Bintang.


Misi apa Selanjutnya yang Bintang lakukan demi tau identitas sebenarnya tentang Alam.


IKUTI TERUS YA. JAGAN LUPA YA KASIH LIKE KOMEN VOTE.

__ADS_1


__ADS_2