Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
30. Ke Kota J.


__ADS_3

...Maaf ya Kemarin Tidak jadi kasih Bonus Up, InsyaAllah Hari ini Di tunggu ya, ...


...Pecinta Karya ku. ...


" Kiita bisa bicara sebentar ada hal penting menyangkut Pamanmu".ucap pak Jokowi sambil menarik tangan Bintang menjauh dari mereka.


" Ada apa Pak Jokowi dengan pamanku, ceritakan saja Jagan buat aku kepikiran ". sambil melihat raut wajah pak Jokowi yang terlihat panik.


" Anu anu Non, Paman Non kecelakaan dan Koma di Kota J, sebelum koma, kata Dokter selalu menyebut Nama no Bintang terus, maka dari itu saya menjemput Non Bintang saya ajak ke kota J. penjelasan dari Pak Joko.


Bintang sangat terkejut hampir saja mau terjatuh untung Senja dan kawannya menghampiri, karena melihat Bintang tidak baik baik saja dan hampir terjatuh.


" Bintang ada apa? kenapa ? kamu menangis Bin, Pak ada apa tolong jelaskan kenapa dengan teman saya Pak" Kata Senja mencecar pertanyaannya.


" Maaf Non, Paman Non Bintang kecelakaan di kota J, saya kesini menjemput nya, untuk saya antar ke RS di kota J ". Pak Joko menceritakan semuanya ke pada teman Bintang dengan nada yang khawatir dengan keadaan keduanya.


Sabar ya Bintang kita berdoa semoga Paman kamu segera sadar dari koma, ya sambil memberi pelukan ke Bintang. supaya beban Bintang Berkurang.


Lena datang menghampiri karena merasa ada yang tidak beres dan dia melihat ada supir Pamannya Bintang juga ada di sana.


" Bintang ada apa? Bos kamu kenapa menangis seperti ini".tanya Lena dengan nada panik melihat Bintang sesenggukan.


"Biar aku saja yang cerita, Soal Bintang sambil mengulurkan tangannya pada Lena Namaku Senja teman Bintang di kampus". Dengan panjang lebar menceritakan semua tadi yang di dengar dari sopir pamannya Bintang. Karena kondisi Bintang tidak memungkinkan Buat cerita.


" Ya Allah Bintang, kamu yang sabar ya, pasti paman naik baik saja, kamu pergi saja, Paman sangat membutuhkanmu, kamu tidak usah memikirkan kafe, aku janji akan menjaganya, dengan sangat baik, ya, sambil menyeka air mata Bintang yang terus menetes, aku nanti akan menghubungi Nana dan Niken untuk membantu di sini " ucap Lena sambil melangkah pergi ke ruangan Bintang mengambil sedikit baju untuk di bawa Bintang.


Lena sudah kembali membawa travel bag kecil, untuk di bawa Bintang saat berpergian.


" Bintang ini tas kamu dan aku sudah memasukkan semuanya jadi kamu tidak usah ke kos lagi, langsung berangkat dari sini saja " ucap Lena sambil menyerah kan Bag ke Bintang.

__ADS_1


' Terimakasih Len, nanti saat di jalan aku akan hub mereka, mereka semua sedang kecapean semalam, Oh ya ini kamu simpan selama aku pergi, tolong kamu yang handle semua, kalau kamu butuh pegawai lagi kamu bisa buka lowongan lagi, supaya kamu tidak keteteran, mbak L Lastri ajak membantumu Len, aku percayakan kafe ini padamu Sahabat ku".sabil menyerah kan kunci dan beberapa laporan ke tangan Lena.


" Iya Bos kami siap melaksanakan perintah ada'' seru Lena, dengan membuat Bintang tersenyum.


Membuat mereka yang mendengar bingung dan bertanya bukanya Bintang, pelayan kok di panggil Bos , dan menyerahkan kafe pada sahabatnya ucap mereka dalam hati sambil memandang mereka berdua.


" Bintang!. Aku temani ya ke Kota J, kebetulan rumah ku di kota J". kata Senja, mau mengantar Bintang ke kota J. sekalian dia pulang kerumahnya.


" Beneran tidak merepotkan kamu, terus kuliah kamu bagaimana ? Senja".tanya Bintang ke Senja.


" Kamu tenang saja aku nanti izin kok. aku tadi kesini jiga numpang mereka gak bawa mobil, ayo Bin kita berangkat mari pak" . Senja mengajak pak supir untuk mobilnya dan berangkat ke kota J dengan Bintang, karena dia tidak tega melihat teman barunya yang baik terlihat sedih.


Mobil mereka melaju menuju Kota J, Bintang hanya diam selama perjalanan, sesekali menghela nafas panjang dia ingin segera sampai melihat keadaan Pamanku, baru dia merasa tenang.


Karena hanya Pamannya yang di punya saat ini, sudah tidak punya keluarga lain selain Pamannya, hanya Pamannya saja yang menyayanginya seperti putri kandungnya.


Tidak pernah membedakan dia dengan Nina, selalu menyisihkan kasih sayangnya untuknya. mengingat semua itu Bintang meneteskan air matanya lagi. hikss hiks...


RS di kota J


" Papa bangun Pa, Jagan tinggalkan aku dan mama Papa".kata Nina, menangis sesenggukan melihat kondisi Papanya yang sangat menghawatirkan saat ini.


" Sudah sayang Jagan terus menangis, ya kata Mami sambil memeluk anak kesayangannya dan mengelus rambutnya.


Nana dan Niken langsung meluncur menuju Kafe saat mendengar kabar dari Lena tentang Bintang yang ke Kota J, tanpa mereka dampingi, mereka berdua sangat mencemaskan Bintang, tapi sedikit lega saat Lena menyebutkan nama Senja, karena Nana satu kampus jadi tau Nama Senja, kalau anaknya Baik dan juga sering membantu Bintang saat di jahil temannya di kampus.


Sampai di kafe mereka berdua langsung mencari Lena.


"Lena.... ". Panggil Nana sambil menghampiri nya.

__ADS_1


Di RS Mana? Pamannya di Rawat kata Nana, aku dan Niken akan menyusul ke sana sekarang".ucap Nana dan di iyakan oleh Niken.


"Aku akan pesan tiket pesawat saja biar cepat, aku takut Bintang di sakiti Bibinya kata Niken mencemaskan Bintang.


Kita pamit sama orang tua kita, pasti mengijinkan aku minta tolong Mama buat mempersiapkan barang barang ku kata Niken.


" Aku juga sama Aku juga mengiyakan ucapan Niken.


"Lena kamu jaga Kafe ya, Kita tinggal menyusul Bintang". Sambil menerima kertas yang di titipkan Bintang, dan melangkah ke mobil masing masing.


Sampai Rumah mereka menceritakan info yang di dapat, karena Bintang tidak mengangkat teleponnya dari tadi.


Orang tua Niken dan Nana mengantar anak mereka ke bandara. menuju kota J.


" Hati hati ya sayang salam Buat Bintang kata Mami dan papinya.


Tante dan Om juga ya Na titip salam sambil menyerah kan amplop buat Bintang katanya.


" Oke kita berangkat Bismillah. dengan di ikuti pengawal 2 orang.


Mereka sampai Hampir bersamaan karena Bintang jalur darat dan Niken, Nana jalur udara.


Niken dan Nana singgah di hotel dekat RS untuk menaruh barang barangnya kalau Bintang langsung menuju ke RS.


Sampai di RS.


Bintang langsung berlari menuju resepsionis menanyakan IGD pamannya di rawat.


Di ikuti Senja dan pak Joko yang membawa Trevelbag Bintang.

__ADS_1


" Ayo Senja dan pak Joko kita harus bergegas ke ruangan Paman ya".kata Bintang berjalan tergesa-gesa, Biar cepat sampai mereka menuju lift karena Pamannya ada Di lantai 5.


Nanti Up lagi ya, Di tunggu saja.


__ADS_2