Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
109.Bertemu Dengan SuHu.


__ADS_3

Mohon Maaf kalau jarang Up karena banyak kesibukan di dunia nyata, bantu dukungan ya, biarpun sibuk kalau banyak yang minat membaca dan banyak yang berkomentar minta Lanjut, mungkin akan lebih semangat walau banyak kesibukan di dunia nyata.


🙏💕.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tingalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab


" Ada apa kalian datang kemari, kalian tidak takut kena masalah, dengan si posesif itu, atau Om nanti yang kena imbasnya, bukan Om gak suka kalian berdua datang tau sendiri lah " Diki berusaha menjauh dari keponakan nya.


Tiba-tiba Bintang nyelonong masuk tanpa ketuk pintu dahulu membuat Diki kaget.


" Princess kamu juga ikut kesini " Diki bengong melihat Bintang yang sudah besar dan sangat cantik.


" OM tenang saja ya, urusan Daddy serahkan ke Bintang aku yang akan merayunya, kalau Daddy marah, nanti Mom akan aku ajak kabur saja! bagaimana dua wanita kesayangan akan meninggalkan dia, bisa nangis darah dong " ucapan Bintang membuat semua tenang.


" Oke Om percaya dengan kemampuan princess Om yang imut ini, sambil mencubit pipi Bintang " Karena gemes, dan sangat senang keponakannya datang.


" Issh Om, genit dech " Sambil cemberut pada Om nya.


" Aku sudah tau kalian datang untuk apa? Aku sebenarnya juga gatal, ingin terjun membantu kalian tetapi ada benteng Cina yang tidak bisa di tembus " Hahaha tawa Om Diki menggoda keponakan nya.


" Hais Om, kita bener-bener Buntu,dan gak tau siapa musuh siapa lawan " cerita Angkasa.


" Iya Om kita biasa juga gampang menangkap musuh sekarang, adikku saja sampai meragukan kemampuannya sendiri " cerita Awan, sedangkan Bintang hanya manggut-manggut mendengarkan cerita dari mereka.


Hahahaha "Apa? keponakan tersayang meragukan kemampuannya Waah bahaya dong " Goda Diki lagi.


" Icch "

__ADS_1


" Om Sudah Jagan ledekin Angkasa terus dech kasih Solusi atau kasih tau siapa dalang dari semuanya, kasihan Bintang hidup dalam ketakutan sejak kembali menjadi keluarga samudera " Ucap Angkasa.


" Iya Om akan bantu kasih waktu Om ya nanti Om kabari, Om perlu mengumpulkan team Om, sudah lama tidak bertarung harus latihan dulu kayaknya " Kata Om Diki membuat semua tertawa.


" Om Diki kenapa tidak menikah, supaya Daddy tidak cemburu terus sama Om, Om Diki juga ganteng, gagah, coba dulu ketemu sama Bintang pas muda " hahaha goda Bintang pada Om nya, mendapatkan jewer dari Angkasa.


" Kenapa kamu genit sich dek sekarang hemm, " kata Angkasa.


" Kalian pulanglah, dan pesan Om, Hati-hati dengan orang baru yang sok akrab, Jagan mudah percaya kebaikan orang,Om butuh bukti untuk menjeratnya supaya tidak bisa mengelak lagi ya,kalian harus berbuat seperti mereka balas dengan kelicikan, Besok Om ajari caranya, sekarang kalian pulanglah Om banyak kerjaan, Princess buat kamu tetap pada keyakinan mu dan tetap bertahan " Bintang seperti mendapat sinyal dan dia langsung mengangguk sedangkan dua saudaranya masih belum paham.


Setelah mereka dari kantor Om Diki, mereka mengantar Bintang kuliah dan Bintang hari ini manja minta di temani Angkasa, harusnya mereka kuliah bareng karena seumuran , tetapi Angkasa kuliah lebih cepat dengan kepintaran nya, sedangkan Bintang, saat kuliah dapat Beasiswa, jadi tidak bisa cepat walau Bintang juga pintar.


" Kakak ayo, kita ke kantin dulu ya, biar kakak ada hiburan, kakak mau pesan apa Bintang pesanan ya" Menawarkan memesan makanan, tetapi Angkasa tidak mau, sebaliknya dia menyuruh Bintang duduk dia yang memesankan.


" Kamu duduk sayang, kakak saja yang pesan Oke " setelah itu dia menuju kasir memesan makanan dan bertemu Nana dan Senja, Nana langsung salah tingkah gara-gara di lihatin Angkasa.


Aduh jantungku seperti berdisko saja saat kak Asa tersenyum manis, bisa gila ini sebaiknya aku segera ke meja Bintang saja, dari pada mati berdiri aku batin Nana.


Sedangkan Angkasa hanya tersenyum melihat kegugupan Nana, sebenarnya dia juga merasakan yang sama, tetapi dia pintar menyembunyikan perasaan nya.


" Haiii gadis culun anak pungut, yang sekarang bergaya jadi tajir, woiii " sambil merebut HP Bintang.


" Kalian Lihat HP ini, HP keluaran terbaru harganya Hampir 50jt, untung keluarga Samudera kaya kalau tidak, kamu tidak bisa memerasnya, dan satu lagi, kalau aku nanti jadi menikah dengan anak keluarga Samudera aku akan menendang sampah busuk sepertimu " ujar Monik sambil melempar HP Bintang untung HP Bintang anti Banting dan jatuh tepat di bawah sepatu Angkasa.


Monik sangat terkejut dan gelagapan karena di hadapannya ada Angkasa.


" Haiii Angkasa apa kabarmu, lama kita tidak bertemu setelah pertemuan keluarga kita waktu itu " ujar Monik sok baik, lembut dan sangat manis di hadapan Angkasa beda saat menghina Bintang.

__ADS_1


" Ambil HP yang kamu lempar tadi dan berikan pada pemiliknya " Sindir Angkasa menahan geram adiknya di hina seperti itu.


" Bintang ini HP kamu, maaf tadi tidak sengaja kesenggol " kata Monik melotot ke Bintang.


" Sayang ini minuman kamu tinggal tunggu makanan datang, sudah tidak usah mendengarkan omongan yang tidak berguna anggap saja tukang sampah lewat " Sindir Angkasa sambil melirik Monik dan pengikutnya.


" Angkasa Boleh kan kita ikut gabung makan di sini, meja lainya banyak yang penuh " rayu Monik, dan di iyakan oleh Bintang. dan ternyata ada yang sedang terbakar cemburu.


" Nana hari ini panas ya, kayak dekat sama penggorengan ya , goda Senja dan di iyakan sama Bintang karena sudah tau arah pembicaraan Senja, sedangkan Monik berusaha merayu Angkasa dengan segala cara.


" Bang ada yang cemburu berat, dan aku yakin sebentar lagi pasti mau pergi tidak tahan, melihat ulat bulu nempel kakak terus " Bisik Bintang pada sang kakak.


" Nana ikut pulang ke mansion ya, hari ini Mom dan Dad pulang tante Ayu juga mau ke mansion " ucapan Angkasa membuat Nana tidak jadi pergi dari meja padahal Nana sudah meletakkan Sendok nya, dan sekarang mengambil dan menyuap lagi, akibat mendapat omongan dari Angkasa bak angin segar dari surga.


" Nah gitu kan pintar, tidak boleh menyia-nyiakan makanan Mubasir kata Allah " ucapan Bintang mendapat respon buruk dari Monik.


" Betul itu, dulu kan kamu miskin, tidak pernah makan enak mangkanya bicara seperti itu, kalau aku dan lainya makan dari orok " sindir dari Monik.


" Sayang kamu kan hari ini tidak jadi kuliah bagaimana kalau kita jalan aja, atau ke kafe gimana? sayang? ucap Angkasa.


" Aku ikut Ya Angkasa??? " kata Monik mendekat ke Angkasa.


**IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕**

__ADS_1


__ADS_2