
Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia. Meski Upnya selalu telat, tapi setiap hari saya usahakan Up dia Bab.
Bantu Author ya supaya semakin semangat. supaya Bisa lebih dari dua Up ya.
Selalu dukung ya, Bisa Bantu Like, komentar setiap Bab dan vote setiap hari senin.
SELAMAT MEMBACA
Mereka memulai pembicaraan serius dan Bintang mengkode Alam untuk mengajak Mutia nonton TV di ruang TV di ikuti Emeli dan Bintang menyusul, karena tidak mau Mutia menganggu mereka yang sedang sibuk membahas hal penting.
Bintang membuat Mutia nyaman supaya tidak menganggu mereka, biasanya anak kecil kalau sudah bosan akaneminta pulang dan rewel. Mutia melihat kartun yang biasa dia lihat sambil memilih baju ya g dia suka dan semua yang di berikan Bintang, tidak pernah Mutia miliki sebelumya.
" Kakak Bin terimakasih banyak yasudah di kasih banyak sekali ya kak, Mutia sangat senang, oh ya apa ibu bapak belum selesai ya bicaranya Mutia ngantuk banget mau tidur ucap Mutia pada Bintang.
Sabar ya dek, masih bicara, kamu bobok sini aja nanti biar di gendong bapak kamu, atau ikut kekamar kakak Bintang saja, mau di gendong Abang Alam supaya tidak capek " Bintang menawarkan jasa Alam.
" Sayang tolong gendong Mutia kekamar kita ya, kasihan dia mau bobok ngantuk katanya " ucap Bintang.
" Kakak di kamar aku saja biar tidur sama aku, Mutia tidur sama kakak, nanti ku kasih boneka dech " Rayu Emeli pada Mutia dan mendapat amgukan dari Mutia.
" Mutia sudah nyaman sama kamu Aa sudah mau di gendong sama kamu, kamu bisa melukuhkan hati ya Aa awas saja nanti obral cinta " goda Bintang pada suaminya.
" Ich sayang Jagan seperti itu dong, aku cinta sdan sayang cuma kamu saja, tak akan pernah terbagi " ucapan Alam ke Bintang sambil mengandung Mutia ke kamar Emeli.
" Ics kalian, bermesraan bisa nanti kan, antar dulu Mutia di kamar aku, setelah itu lanjut mesra mesraan di kamar sana" Emeli senang juga kakak Bintang bisa bahagia, tapi juga gak segitunya bermesraan di depan abg aku masih jomlo tersiksa tau gak.
__ADS_1
Setelah sampai kamar Alam menurunkan Mutia di kasur milik Emeli, semua memiliki kamar di mansion kalau mereka sedang menginap di mansion.
Sedangkan Inara menempati peninggalan rumah mamah ya g tidak kalah besar sekarang juga di renov Edo di jadikan mansion mereka, penjagaan juga seperti dimansion Samudera, karena AL sudah tidak mau kecolongan lagi dengan orang-orang yang tidak suka padanya Lagi.
" Sayang ayo kita ke luar ketemu mereka, apa kamu tidak penasaran dengan cerita mereka di tolak atau di Terima ibu bapak juga di sana " kamu harus bertemasih sama mereka loh, kalau tidak ada mereka aku tidak Lahir " Goda Alam pada istrinya.
" Iya Aa sayang, aku tau itu, pasti aku sangat menyangi mereka, mereka duluan sayang ke aku dari pada Abang " Bintang mengingatkan saat pertama kali mereka bertemu di peternakan dan di rumah mereka.
" Iya Aa ingat sayang, tidak ada yang terlewat maaf ya Dek sayang " ucap Alam.
Mereka berdua tertawa sambil menyatukan jari mereka, dan mereka menuju ruang keluarga, sampai di sana dia kaget melihat Lena menangis mengoyang-goyamgkan Inunya yang pingsan.
" Mom ada apa ini, kenapa dengan Bibi ibunya Lena Mom?.. ' Pertanyaan Bintang membuat mom Bingung mau menjelaskan.
" Lena sayang ibu kamu tidak apa-apa hanya kaget saja kok, jantungnya juga bagus sebentar lagi juga siuman, tolong Ambilkan minyak kayu putih ya " Perintah Inara, dan langsung di ambilkan pelayan di sana.
" Ceritanya tadi gimana kok sampai kaget " cecar Bintang pada sahabatnya.
" Mom bilang kalau Lena mau di jadikan mantu keluarga Samudera terus kaget begitu Bintang" ucap Nana.
" Kamu di taman ngapain aja hayo" goda Nana pada Bontang.
" Nemani Mutia dan Emeli, dia sedih mau ultah ke 17 tahun tapi dia tidak mau di rayakan di hotel, dia mau Ultah yang khusus teman- temannya sekolah, ya aku sarankan di kafe kucing kan cocok buat anak remaja " Cerita Bintang pada kedua kakak iparnya.
" Kalau menurut aku ya Bintang di rayakan dia, kali, karena tante dan om Edo juga pasti mau merayalannya, kalau di tolak pasti juga kecewa, Yang sama teman-teman di kafe kalau orang tua di hotel " bagaimana ide aku " ucap Senja, yang sekarang dia jadi kakak pertama karena dia sekarang istri Alam.
__ADS_1
" Boleh juga, coba aku bujuk Emeli dulu, setelah itu aku akan bicara sama Mom dan tante Inara " Jawab Bintang.
" Aku juga setuju ucapan kak Senja, sekarang mereka memanggil senja dengan kakak.
" Iya adik-adikku yang cantik-cantik, haha " tawa mereka pecah karena mereka sedikit geli karena mereka sekarang jadi kakak adik, tinggal menunggu Lena dan Niken juga menjadi saudara mereka.
Ibunya Lena sudah sadar, dan masih di biarkan istirahat bapak dan Lena yang menemani duduk di sofa.
Mereka semua memberi ruang pada Niken dan keluarganya untuk membahas semuanya, Kalau keluarga Niken sudah menerima karena kedua orang tua Niken sekarang juga tinggal di luar kota, jadi dia merasa tidak kepikiran Niken dan harus bolak balik tidak tega meninggalkan Niken sendirian, karena sudah punya suami yang menjaganya.
Mereka setuju untuk resepsinya menyusul pas mereka wisuda dan karena ada insiden pun mereka di beritakukan dan mereka pun sekarang ada pengawalan dari keluarga Samudera.
Niken di ajak mom Berliana untuk Make Up, nanti baru Lena menyusul, karena pemghulunya masih di jemput Pengawal mereka.
" Mom Lena bagaimana? Aku yang akan bicara pada Bibik mom, dia biasanya selalu curhat ke aku, sudah sadarkan " Berliana mengizinkan.
" Oke sayang percaya sama kamu, ketulusannu pasti membuat hati orang luluh " ucap Berliana.
" Bibi bagaimana keadaan Bibi, maafkan keluarga aku ya Bibik kalau membuat Bibi kaget, seharusnya aku dulu yang menyampaikan semua ini, tapi waktu tidak memungkinkan karena aku juga baru menikah tadi pagi " Ucapan Bintang membuat ibu Lena kaget.
" Non Bintang juga menikah hari ini " tanya Bibik.
" Bukaan Hanya aku tapi Nana dan Senja juga Bibi mereka menikah dengan Abang dan kakak aku tadi pagi " ucapan Bintang membuat Bibi berfikir.
" Sekarang Niken dan Lena yang akan menikah dengan sepupu aku Bibi, aku harap Bibi mengizinkan mereka, dan satu lagi dalam keluarga tidak ada memilih memnatu berdasarkan kedudukan pangkat jabatan kaya raya itu tidak ada Bibi yang kami cari orang yang tulus baik pada kita Bibi " ucap Bintang.
__ADS_1