
Di depan Mobil mereka ada suara ledakan yang sangat dahsyat bunyinya membuat Semuanya khawatir mobil siapa sebenarnya yang meledak .
" Kalian tetap waspada keadaan genting, tetap di dalam mobil apapaun yang terjadi Jagan sampai kalian terpancing dan keluar mobil, Abigail sedang menyusul kalian, percaya kalian aman, itu hanya pancingan tetap pergi ke jalur rahasia Inara Sundah aman tinggal kalian " Suara Mom, membuat mereka tenang, apalagi pasukan Abigail pembunuh berdarah dingin menuju lokasi mereka.
" Oke Mom "jawab mereka semua.
" Daddy Jagan kecewakan aku ya,pastikan merdka aman sampai Mansion " ucap Berliana pada suaminya.
" Siap Mom " jawab AL sambil tersenyum dia sangat senang mendengar istrinya mau bicara dengannya lagi, walau masih dengan nada Dingin buat AL tidak masalah asalkan mau bicara daja sudah bagus .
" Kita lagi genting Daddy senyum-senyum aja heran aku ketempelan setan ledakan mungkin " Sindir Awqn pada Daddy nya.
" Kakak sudah Jagan ledekin Daddy terus ya, nanti dia tidak fokus menyetir dan malah oleng " Senja mengomeli Awan karena melihat Daddy senyum-senyum sendiri. membuat Senja bahagia karena mereka akur lagi dan rumah hangat tidak panas membara.
" Iya yank, Jagan cemberut ntar aku cium loh " Bisikan Awan membuat Senja merinding.
" Dasar abang mesum tau keadaan genting masih saja genit gak bisa nanti aja " Ceplos Senja.
" Oh jadi nanti boleh, Alhamdulillah di izinkan akhirnya " Awan tertawa dengan riang, lupa kalau keadaan genting.
"Abang...! Bisa tidak Jagan berisik,nanti kan bisa bahas itu di mansion sekarang bantuin Daddy fokus di jalan, gak tau apa yang terjadi di depan sana" Ucpan Daddy membuat Awan kaget dan langsung diam, di segera membuka HP ada pergerakan dari musuh.
" Maaf Daddy " Ucap Awan.
Di mobil lain tepat mobil Bintang dan Langit juga sama mereka sedang bosok bisik, gara-gara, Langit minta bulan madunya di percepat.
__ADS_1
" Bisa diam gak mas,malu sama papi dan Bunda,kalau Abang mesum " Ucapan Senja terdengar Bunda dan papi tapi mereka hanya senyum-senyum saja melihat tingkah anaknya yang sudah tidak sabar untuk menjadi suami seutuhnya.
" Tenang saja sayang Papi tidak dengar kok,kalau dengar papi akan pura-pura tidak dengar iya kan Bun " Ucapan Papi membuat Bintang sangat malu, itu semua karena Langit yang terus saja mengodanya.
" Papi dan Bunda pokoknya lepas dari masalah ini, aku mau Honeymoon bersama Bintang tenang saja kami Honeymoon di tempat Aman dan siapapun tidak akan tau tempatnya " Ucap Langit.
" Oke berdoa saja kita semua lolos jadi Honeymoon kalian tidak akan terganggu lagi ya " ucap Leon.
" Iya sayang Bunda juga ingin secepatnya menimang cucu " ucap Bunda.
" Bun, bapak sama ibu masih di mansion kan, akau mau berterimakasih pada mereka bun, tanpa mereka mungkin aku sudah tidak bernyawa dan putranya lah yang meninggal dalam kecelakaan itu Bun " ucapan Langit membuat semua kaget.
" Kenapa baru cerita mas,ya Allah kasihan banget dia menjadi korban itu" Ucap Bintang.
" Maaf baru ingat sayang, tau sendiri ingatan aku baru pulih itu pun belum 100℅ ingat semua masih ada yang nyangkut" ucap Langit.
" Bunda tidak mau kehilangan kamu lagi sayang, cukup sekalian saja,menyakitkan dan sesak " ucap Bunda Maya.
" Tenang saja Bun aku tidak kemana-mana, aku tetap anak Bunda, aku menyayangi ibu juga, karena dia juga baik merawat aku tanpa pamrih dan minta imbalan " ucap Langit yang bingung, karena semua perempuan pada dasarnya tidak mau berbagi.
"Oke nanti kita bahas bersama enaknya bagaimana dan solusinya bagaimana!" ucap Leon.
" Makasih papi, semoga nanti keputusannya membuat semua bahagia, tidak ada yang merasa di rugikan dan adil" Ucap Bintang.
" Aku bukan barang sayang yang di bagi adil, aku manusia, aku punya kamu "sambil memcuri ciuman Bintang.
__ADS_1
" Mas nakal kamu main nyosor aja ngak izin dulu malu aku sama Papi dan Bunda " Omel Bintang sambil mencubit Langit dengan keras, membuat Langit berteriak karena cubitan Bintang bukan hanya sakit tapi rasanya panas membuat Langit kesakitan.
" Tega kmau yang sama suami kamu, sakit banget, kalau nyubit Ampun sakitnya " Ucap Langit.
" Mangkanya Jagan Nakal atau mau aku tambahin, kedua saudaraku saja kesakitan merasakan cubitan maut ala Bintang" ucapan Bintang membuat kedua orang tuanya yang memegang kemudi menjadi tertawa akibat ulah putra dan menantunya, dan Leon sangat bahagia di beri kesempatan untuk merasakan kebahagian ini, karena saat Langit tiada serasa nyawanya juga ikut mati, putra satu-satunya telah pergi meninggalkanya, tapi Allah sangat baik memberikan lagi kehidupan untuk putranya dan dia berjanji untuk menjaga putranya, dan memberikan tempat yang layak untuk Alam putra dari penolong putranya.
" Papi kenapa, yang fokus menyetirnya di belakang masih belum honeymoon loh pi, jadi papi fokus" tegur Bunda.
" Iya Bun, papi sedang terharu melihat mereka berdua Bun kita sangat beruntung, dan kita di berikan kebahagiaan bisa melihat Langit lagi Papi terharu Allah begitu baik sama kita Bun " ucapan Papi membuat semua yang ada di mobil menagis apalagi si Bintang sangat bahagia, seperti papi dan Bunda rasa bahagia yang tak terbendung rasanya.
" Kalau kita selamat ini, Bunda akan adakan syukuran di beberapa panti Asuhan dan Bunda akan menyebabkan mereka, harta tidak ada artinya, kalian bdrdialah harta Bunda yang tidak akan Bunda berikan pada siapapun " ucap Bunda.
" Iya Bun, Bunda benar, kalau kita kehilangan orang yang kita cintai, aku lebih baik aku kehilangan Harta bendaku sebagai gantinya, karena keluarnya adalah yang paling penting buat aku Bun" ucap Bintang.
Saat mereka asik bercerita terdengar lagi suara ledakan suara tembakan suara gemuruh entah dari mana datangnya.
"Berliana memperingatkan kembali lagi mereka untuk tidak terpancing dan turun dari mobil apapun yang terjadi, kalian fokus mengemudi saja tetap waspada " itu suara Berliana.
" Bintang kalau kamu terdesak, kamu ambil alih semuanya bantu Aunty Abigail hanya kamu princes dan tahap kedua akan di bantu price " Ucap Berliana.
" Oke Nomor Queen siapa laksanakan suara Angkasa dan Bintang tegas tidak seperti tadi yang manja dengan Langit.
Bintang langsung memasang sesuatu dalam bajunya dan dia bersiap-siap seperti yang di perintahkan Oleh Mommynya.
" Sayang sejak aku tidak ada, kamu melakukan pelatihan seperti ini yànk" Ucap Langit.
__ADS_1
" Iya Mas, aku Bintang berbeda seperti kamu kenal dulu, apakah kamu masih mau tetap cinta sama aku" pertanyaan Bintang membuat Langit kaget.
Kita alqnjutkan lagi Di Bab selanjutnya.