
...Assalamualaikum...
...Selamat malam semua pembaca Novel ku....
... Bagaimana, kabarnya semoga selalu di berikan kesehatan semua ya ๐๐Amin....
...Hari Ini Akan UP lagi ceritanya. Biar Author nya tambah semangat beri dukungan ya, ya dengan memberikan....
...Like...
...Vote...
...Favorit...
...Bonus Up untuk hari ini. ...
Sampai di UGD Bintang bertanya kepada Suster, ternyata sudah ada Di ruang rawat Inap yang tidak jauh dari UGD, tetapi keadaanya masih Koma.
Akhirnya mereka sampai di depan kamar Paman Bintang dan melihat Nina dan Bibinya di sana, sedang duduk di ruang tunggu bersama mamanya.
" Bibi bagaimana keadaan Paman tanya? Bintang menghampiri Bibinya yang sedang duduk dengan anaknya.
" Ngapain lo kesini papa ku tidak butuh kamu, keponakan yang tidak tau diri gara-gara memikirkan kamu papa ku seperti ini sambil menunjuk Bintang. degan penuh kebencian.
" Kenapa kamu harus kesini Bintang!., Betul kata Nina, Pamanmu tidak butuh kamu, yang di butuhkan hanya kami, jadi pergilah Bintang hadik Bibinya.
" Tidak Bibi, aku mau melihat Paman, baru aku akan pergi Tolak Bintang si suruh pergi Bibinya tidak mau pergi.
" Berani kamu ya sama Bibi sekarang, Bentak Bibinya pada Bintang. cepat pergi jauh jauh dari keluarga kami, kamu pembawa sial.
" Maaf nyonya saya yang menjemput non Bintang, karena sebelum Pingsan Tuan terus menyebut nama non Bintang jadi tolong jangan marahi Non Bintang nyonya, saya mohon biarkan Non Bintang bertemu dengan Tuan.
" Kamu mau saya pecat joko membela anak pembawa sial ini Hah....! teriak Bibi pada pak Joko.
" Nyonya tidak bisa memecat, saya hanya Tuan yang bisa memecat saya. karena Tuan berpesan saya diminta menjaga Non Bintang seandainya terjadi sesuatu dengan tuan, itu adalah Amanat. Tegas pak Joko,kepada Nyonya.
" Tidak!..." Aku tidak mengijinkan Bintang bertemu papa ku, aku anaknya dan mama istrinya, paham kalian cepat pergi teriak Nana ke arah Bintang.
"Cepat menyingkir atau kamu mau di usir satpam kata Bibinya sambil mendorong Bintang sampai jatuh.
" Braak Auuhhhh ... "jerit Bintang.
"Dasar Nenek lampir!., sudah cukup kamu menyakiti Bintang dari kecil, Jagan sakiti sahabat ku lagi. " Teriak Niken langsung berlari ke arah Bintang yang si bantu Senja Berdiri. .
"Maaf ya Bin!. tadi aku tinggal ke toilet, aku tidak tau kalau keluarga mu sejahat itu sama kamu, Ucapan Senja penuh penyesalan meninggalkan Bintang.
" Aku baik baik saja Kok kalian Jagan Khawatir ya, kalian kok sudah sampai di sini, cepat sekali kata Bintang sambil memeluk mereka.
__ADS_1
"Iya kita langsung meluncur dapat kabar dari Lena, langsung di pesankan Tiket sama papi, takut kamu di sakiti Nenek lampir sembari menatap ke arah Bibi Bintang.
" Aku sedih tidak Bisa masuk kedalam, aku mau melihat ke adaan Pamanku sedih Bintang.
Bin kamu gak usah khawatir aku sudah minta bantuan sepupu aku kan yang punya RS ini kata Senja, langsung membuat Bintang tersenyum.
" Sabar ya Bin, kata Senja.. tersenyum ke Bintang.
" Terimakasih ya senja, kata Nana, Oh ya kenalkan ini Niken saatnya Bintang juga, kata Nana.
Senja dan Niken berkenalan.
Di tempat lain
" Bos kita mau kemana kenapa terburu buru, tanya Asistennya
"Kita ke RS. jawabnya singkat.
Dasar bos, irit ngomong, di RS mana coba, Jagan cuma RS. suara hati sang Asisten.
"Kenapa? kamu sedang mengumpat,ku. tanya dengan tatapan tajam seperti belati menusuk jantung.
"Tiii... dak Bos mana berani aku mengumpat Bos, kata Asisten terbata bata.
Sambil masuk ke mobil dan bertanya kemana Bos.
Di dalam mobil hanya terdengar suara AC, karena Bos dinginnya paling tidak suka, berisik, apalagi ada orang berbicara yang tidak penting di mobil.
"Bos apa ada kunjungan ke RS, setahuku, tidak ada jadwal. kata sang Asisten.
" Tidak".Jawabnya.
"Susah kalau sudah kayak gini, mumet Sirah ku ngersakno wong siji iki kata Asisten berlogat Jawa. biar Bos nya tidak paham apa yang sedang di ucapkan .
Kamu sedang. mengumpat ku lagi. tanya Bosnya.
" Tidak Bos.
"Kalau kamu mengumpat ku aku potong gaji mu, sambil melangkah meninggal kan Asistennya yang masih bengong.
" Cepat pergi Bintang, aku muak melihatmu, kata Nina sambil menunjuk ke Bintang.
"Aku tidak akan pergi sebelum aku bertemu dengan Pamanku jelas Bintang.
" Dasar ya kamu sambil menunjuk Bintang, cepat pergi Jagan buat masalah ya, Nina panggil sekuriti usir mereka semua cepat.
Nina pun akhirnya mencari sekuriti untuk mengusir Bintang dkk.
__ADS_1
Ini pak saya mau lapor mereka membuat keributan sudah tau ini RS, malah mengajak berantem. ucap Bibi nya Bintang.
" Mohon Maaf Pak, kami tidak membuat keributan hanya ingin melihat paman saya. tegas Bintang.
" Maaf Nona silahkan meningal kan RS ini beserta teman anda Nona. kata pak sekuriti mengusirnya.
" Maaf pa saya tidak mau sebelum melihatnya sendiri.
"Lepaskan teman saya atau kalian akan menyesalinya kata Senja marah tangan Bintang di tarik panas oleh sekuriti.
" Lepaskan tangan adik saya, sambil berteriak mengerikan dan langsung menghampiri adik sepupunya yang di tarik sekuriti beserta sahabatnya.
" Maaf Tuan kami tidak tau kalau Nona ini Adik anda, kami hanya di mintai tolong untuk mengusir yang menggangu pasien, suami dari ibu Ini.
jawab sekuriti ini sudah mandi keringat karena takut dengan pemilik RS, yang sangat mengerikan kalau sudah marah.
"Cepat pergi kalian, dan panggil kan dokter heru.
ucapnya.
Kamu tidak apa-apa kan, kalau di sampai melukai adikku habis kalian, cepat pergi dari sini.
" Belikan mereka semua , pasti mereka belum. sempat makan. dan satu lagi usir mereka, aku tidak suka melihatnya.
Maaf Pak mereka keluarga pasien, kata salah satu dokter,
" Kalau begitu berhenti berbuat keributan di RS ini atau aku mengusirnya.
" Ketika Bintang menoleh Betapa terkejutnya dia, siapa yang di lihatnya.
" Ya Allah, kenapa harus orang ini sich, sambil berusaha menutupi mukanya, supaya tidak terlihat oleh orang yang di depannya.
" Bintang ayo kenalkan Ini Abang ku kata Senja. sambil memanggil i semua berkenalan degan Abangnya Senja.
Nana Niken dan pak Joko berkenalan, tinggallah Bintang yang berkenalan.
" Lang " sambil mengulurkan tangannya,
"Bintang" menyambut tangan Lang, sepupu Senja.
" Auuuuh sakit tau gak sih Ommm, kenapa tanganku di remas hah. bentak Bintang kencang dan memanggilnya Om.
Oh jadi dia masih mengingatku, dan dia memanggilku om lagi sialan gadis ini, membuatku malu di depan semua orang. dulu aku memaafkan kamu tapi kali ini tidak akan aku biarkan, suara hati Lang. sambil menyertakan Giginya menahan marah.
Senja, kenapa berteman dengannya... sambil menunjuk Bintang.
Bersambung.
__ADS_1
Bonus Up untuk Hari ini.