
...Assalamualaikum...
...Selamat Siang semua pembaca Novel ku....
...Bagaimana, kabarnya semoga selalu di berikan kesehatan semua ya ππAmin....
...Hari Ini Akan UP lagi . Biar Author nya tambah semangat beri dukungan ya, ya dengan memberikan....
...Like...
...Vote...
...Favorit...
...Syukur di kasih, Hadiah....
...Boleh juga Komentar ya....
...Terimakasih....
"Tidak!....Bintang dan Mami nya Arya Berteriak lalu mereka berdua Pingsan.."
Setelah mendapatkan kabar duka keluarga Nana langsung otw ke RS, Papinya, Arya sebenarnya sangat shock tapi dia berusaha tegar, demi pesan Arya. kedua Kakaknya Arya Pun datang. dari Malaysia..
Mereka sungguh terkejut mendengarnya.
Semuanya tidak menyangka, akan kehilangan, adiknya, yang paling bandel.. di usianya yang ke 26 tahun.. dan meninggal kan mereka.
" Papi yang sabar ya, Biar kita saja yang urus semuanya, papi temani Mami saja, pasti sangat membutuhkan dukungan dari Papi, Mami sangat terpukul Pi". Ucap Abangnya Arya sambil mengusap air matanya.
"Tolong kamu urus juga Administrasi punya Bintang ya...Nak.tadi dia juga pingsan sama Mami dia ada di ruangan samping". .kata Papinya Arya Sambil menerawang jauh melihat jenasah anaknya."
" Iya Pih.. gak usah memikirkan itu,biar kami yang urus semuanya. Papi ngak usah khawatir".ujar Abang Arya Sambil memeluk Papinya yang kelihatan tegar, padahal sangat rapuh kali ini"
Ketika Bintang Sadar sudah ada, Mami dan Papinya Nana, Niken dan juga Nana juga Ada di situ.
Hiks hikss hikss hikss hikss hikss....berlinangan air matanya, rasanya aku tidak percaya, mas Arya pergi.
" Kenapa Pi, cintaku selalu salah tempat, Kak Andra, karena kekayaan, dan tidak sepadan kita tidak dapat Restu dari orang tuanya,tapi ini baru ada rasa, sudah di ambil sama.Tuhan". sambil meraung meratapi nasibnya.
"Sayang!.Kamu yang ikhlas, ya, biar gak berat kepergian Nak Arya, kalau kamu nangis terus, Nak Arya, Pasti sangat sedih, melihat kamu, kayak gini sayang". kata Papi sambil mengelus rambut Bintang, ikut merasakan betapa sedihnya putri angkatnya.
"Bin,sambil memeluk sahabatnya, mau ikut pemakaman, atau tidak".tanya ?Nana. atau pulang ke rumah.
" Aku Mau ikut, menghantarkan yang terakhir kali, harusnya aku dulu tidak menolaknya harusnya aku merasakan cintanya dari dulu Hikss hikss hikss hikss hikss....Mas Arya". Bintang menangis sambil terus menyebut Nama Arya.
" Maaf mau tanya? apakah benar Adik ini yang namanya, Bintang". Perkenalkan saya kakaknya Arya.. sambil menjulurkan tangannya.
Kami sekeluarga, memohon Maaf kalau semisal Arya Adik kami ada salah sengaja maupun tanpa sengaja. semasa hidupnya, mohon di maafkan. terutama Bintang." sambil menatap Bintang yang matanya sebab mungkin karena terlalu banyak menangis."
"Iya Bang, Kami sudah memaafkan nya, walau berat, aku, akan berusaha ikhlas.. biar kak Arya, tenang di sana..".ucap Bintang sambil berderai air mata.
"Bintang, Kami sekeluarga, mengundang kamu dan keluarga untuk ikut tahlilan di rumah kami nanti malam, bila berkenan. mohon hadir karena, ada titipan dari Arya, di rumah kami". ucap Abangnya Arya dengan penuh harap agar Bintang mau hadir.
"Oke terimakasih Nak, InsyaAllah, kita sekeluarga akan datang" .kata Mami nya Nana.
__ADS_1
" Terimakasih Om tante, mari, kita ke pemakaman." kata Abang Arya. . sambil melangkah pergi, dan di ikuti semua.
Rombongan iring-iringan, jenazah, mulai, berangkat, Bintang, terus, menangis, walau berusaha ikhlas, tapi tetap saja, air matanya, tidak mau berhenti, untuk menangis.
"Bin, makan roti ya, takut, maag, kamu kambuh loh kamu belum makan sama sekali,Jagan seperti ini, kak Arya akan sedih loh, wanita, yang di dicintainya menderita".kata Niken.
"Iya, Ini aku makan".jawab Bintang. sambil memasukan roti ke mulutnya. dengan lahap Bintang menghabiskan Rotinya. dia tidak mau membuat keluarganya, ikut sedih.
Selesai pemakaman Bintang, pamit pulang ganti baju, dan istirahat, nanti malam mau ikut pengajian, di rumah Arya.
Maminya Kak, Arya, memeluk Bintang erat,
" Maafkanlah Arya ya nak, Arya, sudah pergi jauh sekarang, hikss hikss hikss hikss...Mami kehilangan anak Bandel Mami, sayang..".sambil mencium Bintang. ucap Maminya Arya.
" Mami biarkan Bintang Pulang dulu, nanti malam, datang, ke pengajian, biarkan dia, istirahat dulu, ya..
Kasihan kurang istirahat, apa mau mami lihat Bintang sakit??..Kita juga harus pulang untuk mempersiapkan, acara pengajian nanti malam".kata Abang Arya.
"Iya Pi..!!". mami melepaskan pelukannya.
Hati hati ya, sambil mencium Bintang, membiarkan, Bintang pergi, darinya, dia merasa, kalau dekat Bintang, merasa, ada Arya.
Sampai Di rumah, Bintang, Mandi, langsung terlelap, karena kecapekan.
Malam pun tiba, Bintang, dan keluarga, sampai di kediaman, Arya, disambut, karena, papi rekan kerja, papinya Arya.
Ayo silahkan masuk, Bintang, ajak mami mu ketemu, Mami Arya, di belakang.
"Iya Om.sambil berjalan ke belakang.
Ayo Saya Antar, kata sepupu Arya.
Ayo duduk sini sayang, monggo jeng. dan teman-temannya Bintang.
Setelah Acara, selesai, Bintang, dan keluarga Di minta, menunggu di ruang keluarga.
Ternyata, di situ banyak keluarga Arya, dan ada Widi juga.
Heh, ngapain, kamu di sini, coba gak kenal kamu pasti Kak, Arya, masih, hidup, sambil menunjukan air, mata buaya.
Sudah Widi, semua, sudah berlalu, dan Arya, sudah tenang di sana, Jagan kamu ungkit ungkit terus. kata Oma Arya.membela Bintang.
His, sambil berbisik pada mamanya, mah, mereka, kenapa selalu, membela, gadis udik itu sich heran aku Mih.
Sudah dong sayang. Jagan bikin, malu, lupakan Arya ya. masih cowok kaya banyak mama carikan..tenang saja.
Setelah semua berkumpul, Papi, menyerahkan, sebuah kotak, pada Bintang.
Terimalah Nak, ini, amanat dari Arya, buat kamu.. bukalah, kami, sekeluarga, sudah setuju..
Bintang membukanya, dan ternyata, banyak, fotonya yang di ambil, tanpa dia tau..
ada handphon, buku tabungan, sertifikat ruko. yang kini Bintang tempati. dan kunci mobil.
Om, maaf tapi Bintang, tidak Bisa menerimanya. fotonya saja yang saya, ambil sama HP, buat kenang kenangan.
__ADS_1
Mami langsung mendekati Bintang. kenapa sayang, apa kamu belum memaafkan Arya, maka kamu menolak pemberian terakhirnya.
sambil menangis, dan menatap Bintang.
"Maminya Nana, bersuara,, maaf jeng biar saya bantu, jawab, Bintang ya, Bintang, susah menerima, pemberian, dari siapapun, termasuk dari kita, mami angkatnya, dia itu mandiri jeng, tidak mau tergantung siapapun,
rencana mau buka kafe pun, uang tabungan nya! "
Dia cuma takut, di anggap Matre , dan hanya menginginkan harta, padahal, kami siap memberikannya, kalau dia mau.berapapun itu.
Tapi kebanyakan orang selalu, menghina, kesederhanaan Bintang.itulah sebabya.jelas Mami Nana membela putrinya.
Keluarga Arya, terharu, mendengar penuturan maminya Nana.
Tapi ini Amanat orang yang tiada jeng, jadi harus, di berikan, takutnya Arya terbebani di sana.sambil terus berharap Bintang mau menerima.
Baiklah Mi, Bintang Terima. demi, mas Arya. dan izinkan Bintang, memberikan separuh, untuk menyumbangkan, di panti, dan itu buat Mas Arya, biar mereka, selalu mendoakan mas Arya, Mi.
Iya sayang kamu anak baik sekali, Mami sangat setuju.
Widi tidak Terima,, Mi, kak Arya, tidak menitipkan apapun padaku padahal, aku 2tahun tunangan. sama dia...sambil emosi karena tidak ada yang menganggap nya.
Ada kok. ini, mobil yang wana merah katanya Buat kamu.. buat kenang kenangan..
Serius Mi. aku di kasih mobil... abis mobilku yang di berikan papa sudah Butut, makasih ya Mi...dengan bahagia menerima mobil.
Ini surat dan kunci mobilnya. sudah di balik nama kamu juga kok, rencananya buat mas kawin yang kamu minta bukan..
Makasih Mami, kalau begitu kami pulang ya Mi.
Setelah kepergian Keluarga, Widi.
Keluarga Arya, menyesal, sudah memaksa Arya, menerima perjodohan nya dengan Widi..
Sudah, sudah takdir Arya.. kata opa, Arya..
Nak Bintang, sering main kesini ya, temani mami,,
InsyaAllah ya Mi, soalnya, Bintang lagi kuliah dan ngurusin kafe sebentar lagi buka, atau mami, kalau gak repot bisa loh nemenin Bintang di kafe, biar tidak kesepian di rumah.
Iya, nanti mami ketempat kafenya. , cup mami mencium Bintang.
Sebulan berlalu, Bintang masih saja memikirkan Arya, dan maminya Arya sering datang ke kafe, Tiga dara. kalau kangen Bintang.
Saat Bintang sedang membatu yang lainya bersih bersih. ada yang menganggu....
Heiii.... cewek udik,,, pembohong kamu ya......
BERSAMBUNG
..."Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UP nya setiap Hari. Degan cara:...
...Like....
...Vote...
__ADS_1
...komentar...
...Terimakasih ππ....