Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
148.Perkenalan.


__ADS_3

Terimakasih sudah di Terima baik di rumah keluarga Samudera kami sangat tersanjung " ucap Ayah Niken.


Simak terus ya, apa yang akan terjadi dengan keluarga Niken dan Lena.


Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia.


Batu Author ya supaya semakin semangat.


SELAMAT MEMBACA.


Keluarga Lena akhirnya sudah samapai di pintu utama.


" MasyaAllah rumah ini sangat mewah sekali ya pak, bersykur bisa datang kesini "ucap ibuk Lena.


' Iya Bu, bapak dan adik juga mimpi apa Lena punya teman sekaligus majikan yang super kaya " ucap Bapak menimpali ucapan ibuk.


" Silahkan masuk ibu dan bapak "ucap Bodyguard.


" Iya nak terimkasih rumahnya sangat bagus lantainya saja seperti kaca kinclong, ibuk kok minder ya pak masuk kerumah ini " ucap Ibuk Lena.


" Iya buk, Bapak Lena juga sebenarnya minder datang ke istana ini, kita hanya orang rendahan Bu " Bapak juga berfikiran sama.


" Bapak dan ibu mari saya Antar ke ruang keluarga, anda di tunggu disana " Cerita bodyguard pada mereka.


" Iya nak maksih ya sudah mengantar kami, kalian kan berkerja juga disini semua. " tanya ibuk Lena.


" Masih jauh ya ini Bu kaki Mutia sudah peggal belum sampai sampai jadi orang kaya capek juga ya Bu, Mutia tidak mau dech Bu capek enakan rumah kita yang kecil gak secapek ini " tutur mutia adik Lena.


" Iya Pak betul kata Mutia rumah besar pasti lelah, kasihan pembantu di sini pasti kecapekan an ya Pak " ujar ibuk.


" Disini banyak pembantu dan mereka punya bagian masing-masing Bu, tukang masak saja ada 15orang tukang kebun 15 orang bersih-bersih ada 20 orang 50 orang Bodyguard seperti kita total hampir seratus orang pegawai di sini " Cerita Bodyguard membuat ibu Lena terngaga 100 hanya pembantu dll.


" Banyak sekali angab saja gaji kalian semua 5jt sudah ketemu 500jt bisa gila aku kaรบ mikirin ini " Ibu Lena shock.


" Ya begitulah Buk, tuan AL, kalau sudah ada tamu mereka yang memasak,di sini juga ada taman, ada perkebunan ikan dll nah kita sampai Bu " ucap bodyguard. sambil menyerahkan tugasnya pada bodyguard penjaga pintu keluarga.

__ADS_1


" Iya Terima kasih ya nak sudah di antar sampai di sini, kamu selamat berkerja " ucap Ibuk pada Bodyguard yang tadi mengantarkan nya tadi.


" Selamat datang di rumah tuan AL bapak dan ibuk" ucap Bodyguard.


" Mari ikuti saya yang menuju ruang tamu, karena mereka menunggu ibu dan bapak " ucap bodyguard


" Tunggu disini ya Ibu dan bapak saya panggilkan meereka kalau anda sudah datang tunggu di sini .


" Iya nak silahkan Ibu dan bapak akan menunggu di sini.


Saat asik melihat lihat mereka di kagetkan degan kedatangan Bodyguard dan keluarga Samudera.


" Ibu bapak adik...... Lena kangen kalian semua " ucap Lena. sambil menangis memeluk keluarganya.


"Ibu dan bapak sehat kan Lena repot belakangan ini mengurus masalah Bu " ucap Lena.


" Bapak tidk cabe waktu berjalan tadi dari gerbang kerumah " tanya Lena.


" iya pasti capek sekali, kata Adik kamu gak enak jadi orang kaya, rumah besar tapi capek" bapak cerita Mutia tadi.


" Ish kakak Jagan meledek dong aku capek ini kakiku pegal semua.


" Nanti kakak pijitin ya dek, sekarang kalian masuklah kita bertemu keluarga " ucap Lena.


" Iya kakak Lena" Mutia di gandeng Lena di ajak masuk ke ruang keluarga, sudah penuh dengan mereka semua.


" Oh ya Lena di sana tempat apa kok bagus banget " kata Ibu Lena.


" Selamat datang bapak dan ibu Lena, kenalkan kami keluarga besar Samudera " Berliana memperkenalkan keluarganya. satu persatu dan Inara da n keluarga yang lainnya juga karena mereka semua menikah dadakan .


" Mohon maaf untuk keluarga Lena dan keluarga Niken kami undang kemari untuk melamar putri kalian untuk menjadi menanti di keluarga kami. Maaf harusnya kita yang melamar kerumah kalian, berhubung waktunya mepet dan darurat.


" Maaf sambutan dari kami tidak mewah karena semua mendadak " ujar Mom Berliana.


" Tolong Jagan kalian tolak keponakan saya,mereka?๐Ÿ˜€ยก;๐Ÿ˜ƒyang dua itu dialahcalon menantu kalian, mereka berdua kembar" tunjuk Berliana pada kedua keponakannya.

__ADS_1


" Ayo Genta dan Gema beri sLam pda mereka berdua. " Kata Berlian di ikuti Gema dan Genta.


" Selamat datang di rumah kami ibundan bapak mohon maaf sambutan nya haya biasa saja.


Sedangkqn Gema menyakanii mereka pasti sangat sungkan dan kikuk, mengingat mereka dari kalangan biasa.


Ibu bapak ayah Bunda silahkan Jagan sungkan, kita keluarga Samudera tidak pernah membeda-bedakan kasta, jadi tidak perlu sungkan iya kan Mom " ucapan Gema menyadarkan kegugupan mereka dan membuat semuanya jadi tidak tegang.


" Waah maaf kalau sambutan saya bikin tegang ya, yang di bilang Gema benar kok, manusia itu sama saja Bu, hanya beda nya kita kelebihan harta saja kok, Jagan sungkan, ini pasti adiknya Lena, kelas berapa sekolahnya " Berliana berusaha mencairkan suasana.


" Saya kelas 6 tante, iya saya adik dari kakak Lena, hallo kakak Bintang kakak cantik sapa " sapa Mutia. pada semuanya.


" Hallo Mutia adik kakak paling manises dan imut, sudah lama tidak kekafe " tanya Bintang.


" Kata ibuk, tidak boleh sering-sering menganggu kakak kerja, lagian toko bapak dan ibu rame sekarang kakak cantik "ocehan Mutia membuat suasana menjadi hangat.


" Mutia katanya penasaran rumah kakak, apakah benaran ada taman dan kebun buah, ayo ikut kakak kalau tidak percaya " ajak Bintang pada Mutia.


"Mom dan semua aku ajak Mutia dan Aa Alam jalan di taman ya supaya tidak Bosan " ucap Bintang.


" Kakak... ! " panggil Emeli.


" Aku ikut bosan disini " ucap Emeli pada Bintang.


" Ayo kita ke taman dan kebun ambil buah besok pagi kita buat salad buah yang banyak dan kamu akan percaya kalau di rumah kakak memamg ada kebun buah " ucap Bintang mengiring mereka.


"Iya sayang ajaklah mereka " ujar


Mom.


Bintang membawa Alam, Mutia dan Emeli ke kebun, walau malam tapi sangat terang karena banyak pencahayaan, dan sangat terang.


Alam sangat senang melihat istrinya begitu suka dengan anak kecil, dia duduk di bangku sambil melihat keceriaan Emeli Bintang dan Mutia hatinya terharu, benar kata ibu dan ayah Bintang itu berhati sangat lembut dan tulus, walau dia bergelimangan harta tapi tidak sombong aku sekarang sangat bersyukur, dan tidak sulit jatuh hati padamu batin Bintang.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak ๐Ÿ™๐Ÿ’•


__ADS_2