Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
118. Kehancuran Bandot Tua.


__ADS_3

SELAMAT PAGI.


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Mereka mendekat ke arah Bintang Senja dan Nana dan ingin mengeroyok Bintang Nana dan Senja tiba tiba dari atas terdengar suara bergemuruh angin kencang, Suara bergemuruh dan di atas langit daun daun berterbangan suara itu semakin kencang. Semuanya melihat ke atas ada apa?lagi apa yang terjadi? ini mereka semua semakin ketakutan. Mendengar gemuruh dari atas.


Sedangkan Bintang tersenyum, karena dia mengira itu pasti Abang atau kakaknya yang datang.


" Ada apa ini Bu, bapak kok semakin takut Bu ucap Bapak,semua mata terpana dengan yang mereka ada banyak helikopter mendarat dengan sempurna di lapangan tidak jauh dari mereka.


Saat helikopter sudah mendarat dan berhenti, keluarlah mereka yang berbaju rapi semua memakai jas dan kaca mata sungguh keren mata memandang. Semua terhipnotis dan mengangga seperti Mafia di Televisi celetuk salah satu pegawai peternakan.


" Kita seperti mai Film yah kedatangan tamu penting apakah mereka tamu juragan sebanyak itu pengawalnya dan mereka ada yang dari darat dan udara ini keren " sambil terus berkomentar.


" Duch kamu komentar terus diaam dan lihat , mereka berbahaya, mereka orang penting tujuanya datang kemari untuk apa aku juga gak tau jawab nya pemuda satunya" melihat apa yang terjadi dia memberi kabar ke Alam yang ke kota.


Sang juragan bahagia dia kira bala bantuan yang dia minta semalam.


Dia tidak tau kalau semua sudah di rentas Angkasa. saat mendapatkan kabar dari anak buahnya.


" Silahkan, dan selamat datang teriaknya pada tamu nya " juragan semakin jumawa.


" Kalian semua beri hormat pada tamuku, dan kalian lihat kalau kalian berani macam-macam kalian akan habis di tangan mereka " Ancam juragan dia tidak tau nyawanya yang akan melayang .


" Nana ini yang datang kenapa mereka? kok bukan dari Bang Awan atau Angkasa " Bisik Senja pada Nana.

__ADS_1


" Kalian tenang saja, aku rasa ini, kok seperti anak buah Om Diki, tapi dari mana Om Diki tau ada masalah di sini, mana kakak, aku dalam kondisi seperti ini mereka tidak datang sebel dech " omel Bintang , dan mendapat Respon geli dari temanya karena tidak Biasa Bintang merajuk.


" Hai gadis nakal, kamu masih mau melawanku heem, nyerah saja dan kalian menjadi istriku " teriak Juragan.


Pekerja peternkan sangat ketakutan, dan meresa kasian pada ketiga gadis di depannya yang sebentar lagi akan punya nasip sama seperti putrinya.


" Bapak bagaimana ini kasihan Non Bintang pak, coba ada Alam ini bagaimana? pak " tangis Ibu pilu membuat Bintang juga ikut menagis, melihat ketulusan ibunya Alam.


" Ibu tidak usah khawatir senua akan baik- baik saja ya " ucapan Bintang di tertawan Lilis dan Ibunya.


" Ye elah masih saja sombong kamu, tuh, pengawalmu sudah keok mau sok berkuasa Dasar gadis halu" teriak Lilis.


" Oke kita buktikan saja " jawab Bintang.


" Ayo kita lawan lagi si tua bangka, aku yakin kalau mereka sudah datang tidak akan tinggal diam " ucap Bintang.


" Oke aku paham" jawab Senja.


Saat mereka mendekat mereka tiba-tiba di serang tiga gadis sekaligus membuat mereka terjatuh dan membuat juragan sangat marah pada anak buahnya kenapa bisa terjatuh.


" Oh cuma segitu kemapuan kalian, cemen " ejek Senja memancing kemarahan mereka.


" Sombong kamu gadi kecil, sebentar lagi kalian akan jadi santapan Juragan kami " ejaek mereka sambil terus menyerang Bintang.


Ketika ada yang akan bermain curang, dan akan mencelakai Bintang, ada pergerakan dari seseorang yang tadi belum menampakan dirinya.


" Lawan kalian adalah aku, bukan perempuan dasar Binatang " teriaknya marah.


" Om... Om Diki... ini beneran Om Diki kan " dia mendapatkan senyum merekah dari sang Om.


" Kemarilah princess, apakah kamu tidak merindukanku " ucap Om Diki dan membuka kaca mata hitamnya, membuat semua orang terpana.


Petapa terkejutny juragan tau siapa yang di depannya.

__ADS_1


"Tuan Mario Diki Wijaya Ketua Mafia tak tertandingi " Ucap Juragan, ada apa beliau kesini.


" Kamu tau siapa aku, Tua bangka, sepak terjangmu meresahkanku sebagai yang manusia merasa terganggu dengan ulahmu,dan aku harus turun tangan sendiri karena kamu, kelakuanmu seperti hewan " ucapan Om Diki memgelegar hingga yang mendengar takut apalagi suara tawanya.


" Om datang buat menolongku.... Om tau aku dalam masalah dengan bandot tua ini yang mau melecehkan aku dan sahabatku di depan semua pegawai peternakan " Adu Bintang pada Omnya membuat darah Diki mendidih.


" Mereka menyentuhmu princess Om, mana? orangnya yang menyentuhmu tunjukan, akan aku potong tangannya " Sehari memberi kode pada Asistenya.


" Mereka berempat Om, bawa saja Om buat santapan peliharaan Om, mereka pasti lapar kan Om " ejek Bintang.


" Om senang sayang jiwa Mommy mu ada padamu, Om harap kamu semakin banyak berlatih utuk menghadapi Hewan seperti mereka " ucap Om Diki.


Kekempat orang itu di bawa, menjauh untuk di berikan hukuman, dari jauh terdengar jeritan dan etangan kesakitan dari mereka entah hukuman apa yang mereka Terima.


" Om bandot tua, itu yang paling parah Om, dia tandi mendorong ibu ini, gak punya hati, cocok kalau Om pangong dia Binatang. Dia selama ini banyak melecehkan gadis di sini Om, istrinya ada 10 itu yang di akui entah yang tidak " Cerita Bintang membuat Diki semakin Marah dan ingin membunuhnya, tetapi dia tidak mau, karena hukuman itu belum setimpal.


" Saat kemarahan Diki memuncak, sahabat Diki muncul, karena kakak iparnya yang di amanatkan menjaga perkebunan ternyata, sangat jahat dan tak punya hati.


" Seno kamu kesini juga sam Mila " tanya Juragan, ketakutan sama adik iparnya.


" Mas aku kecewa setelah tau semuanya, aku sebagai adikmu sangat malu punya kakak seperti kamu aku kira cerita mas Seno tidak benar, aku selalu merayu mas Seno untuk selalu memberimu kesempatan ternyata kamu yang tidak mau berubah mulai sekarang kita bukan saudara lagi, terserah Mas Seno dan Tuan Diki memberi hukuman Aku iklas sekarang " Teriak Mila.


" Bagaimana Gandi nyerah atau masih menyangkal kalau kamu tidak salah " Sindir Diki.


" Achhh " suara tembakan dan suara teriakan kesakitan seseorang.


Siapa yang tertembak????.....


Ikuti terus ya kisah Cinta Bintang.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏

__ADS_1


__ADS_2