
Setelah acara selesai banyak yang sudah pulang, tinggal sahabat Langit dan sahabat Bintang dan pegawai nya. mereka semua sngat ikut bahagia melihat Bintang tersenyum bahagia karena sahabat nya sudah bisa tersenyum bahagia. Hari ini kafe di tutup untuk pengunjung karena khusus hari ini kafenya di sewa Langit untuk melamar yang punya kafe dan memberi kejutan yang spesial. dan semoga Lamarannya di Terima oleh Bintang.
Ada satu orang yang dari tadi melihat Bintang tanpa berkedip dan dia merasa ada perasaan aneh saat melihat Bintang tersenyum dan saat bersalaman ada perasaan hangat, yang dia rasakan seperti perasaannya pada Abangnya dia berusaha menepisnya tetapi perasaan aneh hadir bukan jatuh cinta tetapi rasa sayang yang dalam.
" Ang kamu dari tadi melihat calon istri nya Lang terus sich aku jadi curiga kamu mau menikung ya , awas saja dapat amarah dari si bucin , Aku gak ikutan ya nanti kalau dia ngamuk loh " kata Genta si mulut cabe, kalau ngomong gak pake filter dan asal ceplos. meski angkasa konyol jahil dan pecicilan tapi tidak seperti si Genta ember juga.
" Mulut lo ya perlu di sumpal pake sambal biar kebakaran dan tidak asal ceplos kalau ada orang dengar bisa di kira beneran "kata Angkasa Sebel banget pada sepupunya yang mulutnya gak bisa di rem.
" Sumpal saja dan nieh cabe kasih kemulutnya itu aku setuju " kata Gema mendukung sepupunya karena adik kembarnya memang menyebalkan apalagi kalau dekat dengan Bintang selalu beradu mulut entah ada apa di antara mereka selalu ribut dan beradu mulut.
" Isss kalian mau ini ya mau membentuk time untuk membuliku hah ajak si Bintang sekalian biar lengkap " kata Genta pada dua saudaranya itu yang selalu melawannya.
" Apa namanya gadis itu Bintang...! . tanya Angkasa. kenapa serba kebetulan. kata Mom kembaranku yang hilang namanya Bintang. ach mungkin kebetulan dia kan punya orang tua dan saudara bantin Angkasa.
" Hallo Ini Angkasa adiknya Awan kan sudah sebesar ini aku hampir tidak mengenalimu dek " tanya Langit dan di iyakan oleh mereka.
" Bang Hati hati ada yang mau menikung kakak ipar dari tadi dia melihat tanpa berkedip " kata Genta menyulut api di depan Langit. mendapat kan plototan dari sepupu dan kakaknya.
" Mulut mu ya bener bener " kata Gema pada Adiknya.
" Akhirnya Kakak Langit menemukan perempuan yang cocok, aku doakan semoga sampai hari pernikahan tidak ada halangan dan tidak ada tikungan seperti kata Genta si mulut cabe ini ucapkan Angkasa. ikut bahagia atas kebahagiaan Langit.membuat Genta kalah telak sama Angkasa.
Mereka sedang berkumpul sendiri para perempuan. mereka sedang menginterogasi Bintang, tentang hubungan nya dengan Langit di belakang mereka. karena mereka selama ini curiga tapi tidak pernah menemukan BUKTI tentang hubungan Bintang dan Langit. sekarang terbukti dengan semua ungkapan Langit tadi membuktikan mereka pernah dekat,Sampai mereka tidur bersama. tetapi mereka sudah berjanji tidak akan membocorkan, karena Bintang masih belum ingin menikah sebelum pamannya sadar dari koma.
__ADS_1
" Bintang kamu bikin kami deg deg deg an tadi aku kira kamu menolak lagi lamaran tadi, sampai jongkok jongkok dan sampai memelas seperti itu dan sampai menangis mengungkap kan isi hatinya karena selama ini aku tau sendiri Abangku itu irit ngomong anti perempuan dan tadi aku salut banget dia merubah hidupnya demi orang yang di cintai sosweet banget, tau gak " ucapan Senja bak kereta api tanpa rem,nyerocos terus.
" Bukan kamu saja Senja, aku saja tadi udah sesak napas mendengar kata Maaf lagi dari Bintang " kata Niken. meng iyakan kata kata Senja.
" Saat Bilang aku minta maaf tidak bisa menolak mu, Aku menangkapnya Bintang menolak, eeh ternyata sama dengan Bang Langit aku gagal fokus dan butuh Aqua" kata Nana dan mereka tertawa bersama sama. itu mengundang Langit mendekat kenapa mereka menertawakan Bintang, karena dia tidak Terima kalau Bintang di hina atau disaakiti.oleh mereka Langit pun mendekati Bintang dan bertanya?
" Love....! ada apa? " Langit mendekati Bintang dan menyentuh tangan Bintang,
" Apakah mereka menganggu mu Love dan menjahili kamu " tanya Langit, sambil memeluk Bintang posesif. dan dia menatap tajam Semua teman Bintang dan termasuk adiknya Senja.
" Dasar Abang Bucin, mentang mentang mentang sudah di Terima kak Bintang terus menguasainya " celetuk Senja sebal sama Abangnya.
" Iya Dong Bintang milik Abang siapapun tidak boleh menatap Bintang lebih dari 10 Detik" Jawab Langit, dan mendapat plototan dari Bintang.
" Kamu ngusir aku Love, tega sekali padahal aku masih rindu kamu love" dan mendapat plototan dari Bintang, akhirnya Langit meningalkan Bintang dan bergabung dengan semua temannya.
" Wau hebat kak Bintang, kamu Bisa meleleh kan Es dan mencair, nurut lagi " kata Senja dan mendapat tatapan ke heranan dari para sahabatnya.
Tanpa mereka sadari bahaya mengancam, penjagan Bintang di kurangi kareana ada Langit dan kawan kawan.
Dari seberang jalan ada orang terus mengawasi kafe, dan melaporkan pada Bosnya kalau target ada di tempat, karena mereka melihat Bintang dan teman-temannya cewek, mereka tidak tau kalau di dalam ada segerombolan laki laki-laki hebat.mereka sudah mempersiapkan semuanya.
" Bos ayo bergerak semua sudah siap kata si anak buah di teleponnnya.
__ADS_1
mereka semua sekitar sepuluh orang lebih masuk ke kafe Bintang.
" Bintang mereka siapa? tanya Nana ketakutan, banyak preman seperti mau menyerang mereka.
Mereka langsung menuju Bintang, untuk membawa Bintang. Mereka berteriak dan perkumpulan laki-laki semua keluar.
"Berhenti kalian " kata Langit yang melihat mereka menarik Bintang. dan Nana terluka akibat menolong Bintang dan di lepar oleh penjahat dan Nana tersungkur menabrak meja.
Mereka memegang Bintang membuat Langit dan kawan kawan murka mereka menyakiti Bintang.
" Lepaska Bintang aku Bilang, atau aku habisi kalian teriak Langit mereka akhirnya beradu jotos walau jumlah tidak seimbang namun dari kubu Langitlah yang terlihat pemenangnya.
Tanpa mereka sadari sudah ada Bos dia antara yang datang dan mendekati Bintang.
Sedangkan para lelaki masih saling menendang dan 5 orang sudah mereka lumpukakan masih ada Sekitar 8 orang yang masih bertahan,
mereka terlena tidak tau kalau perempuan yang mendekati Bintang dan mempersiapkan senjata tajam.
"Hallo Bintang apa kabar katanya bagaimana? sudah puas menikmati semuanya harta calon suami aka " ucapnya sambil menahan marah dan dendam pada Bintang.
Nana dan Lainya ketakutan sampai tidak bisa berteriak. dan Jelep Jelep dua tusukan yang di lakukan oleh Widi dan langsung kabur di ikuti para preman yang bertarung sebagian yang masih bertahan.
Langit berteriak melihat darah dari perut Bintang......
__ADS_1