Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
84. Tentang Andra.


__ADS_3

Maaf ya hari ini sibuk sekali di dunia nyata Hari ini satu Bab saja ya, InsyaAllah besok balik 2 Bab Lagi.


Kalau sudah urusan anak dll, gak sempat pegang HP dan sosmed.


Beginilah Ibu ibu tugasnya tiada akhir ada saja di rumah yang di kerjakan yang tak terlihat dari bangun tidur sampai mau tidur ada saja yang di kerjakan.


Maaf ya sedikit curhat.....


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kalau Author senang nya sich kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tingalkan jejak setiap Bab.


Menunggu kabar tentang Andra.


Mendapatkan WA bahwa Andra melewati kritis menbuat Bintang tenang karena yang di takutkanya tidak terjadi.


" Sayang kenapa? apa ada masalah hemm " Tanya Langit yang sebenarnya penasaran dengan chat WA Bintang, cuma dia tidak mau menuduhnya.


" Ini Bang yang menyelamatkan aku alhamdulillah sudah melewati masa kritis, aku jadi tidak kepikiran Bang, karena dia punya istri dan keluarga kalau dia kenapa napa aku yang merasa bersalah Bang " Jelas Bintang pada Langit.


" Oooh Syukurlah aku ikut kepikiran juga kalau dia kenap napa, calon istriku merasa bersalah nanti kalau sudah sembuh aku akan menjeguknya Apa? Boleh sayang " Tanya Langit pada Bintang dan membuat Bintang tersedak.


" Emm Boooleh Bang, gak ada yang Larang kok " Sepertinya Bang Langit sudah tau dari kata katanya mengandung sindiran, atau aku jujur saja ya, biar tidak ada Rahasia.


" Minumnya hati hati dong sayang lihat ini berantakan semua " Langit mengambilkan tisu buat mengelap Mulut Bintang yang belepotan.


" Bang besok saya kita jenguk bareng ya, biar istrinya tidak cemburu sama aku " .


" Aku boleh memang ketemu sama dia yank beneran ini " Goda Langit pada Bintang yang ketahuan menyembunyikan dari Langit.


" Ya boleh lah, Bang siapa coba yang larang tapi awas saja Abang baper " Sindir Bintang, dan Langsung membuat Langit tertawa dan mencubit pipi gembul Bintang.


" Lagian kalau di larang makin penasaran aja sampai nguntit segala ke RS " Sindir Bintang membuat Langit semakin tertawa " ternyata kegilaanya sudah di ketahui oleh tunanganya.

__ADS_1


" Taulah Abang lupa kalau sekarang aku adalah putri keluarga Samudera " ucapan Bintang membuat Langit menelan ludahnya, kenpa dia lupa Bintang adalah putri kesayangan keluarga Samudera.


" Hahahaha Iya yank aku gak lupa kok, mangkanya aku tidak berani berbuat " Lebii,takut di hajar Abang dan kakakmu " Derita Langit.


" Ooh jadi kalau akau bukan keluarga Samudera Abang berani macem macem gitu " Bintang spontan mencubit Langit dan menjewer telinga nya,


" Sayang Ampun... sakit ini Auuh sakit yang aku Minta maaf yang aku penasaran siapa? yang nolongin kamu kamu terlihat sangat khawatir dan.. " Ucpanya di potongvoleh Bintang.


" Mau nuduh aku masih cinta, masih sayang belum Bisa moveon " Geram Bintang pada Langit tangannya tidak berhenti mencubit pinggang Langit.


" Ya ampun yank badan aku merah semua yank kamu sadis banget sich, siap yang bilang begitu? cuman kepo aja Bunda Mom kamu dan semua merahasiakan siapa penolong kamu itu saja? " Elak Langit karena sudah tertangkap basah menguntit.


" Jadi tadi tidak kekantor Hmm nguntit aku Dasar Buciiii... " gemas Bintang pada calon suaminya.


" Ya begitulah yank aku bucin parah sama kamu sekarang, aku takut banget kamu di ambil orang yank, kamu pergi 3 bulann rasanya duniaku runtuh untung ada Abangmu yang yang menyemangati Aku " Cerita Langit pada Bintang.


" Menyemangati atau di Ancam sama mereka Bang " goda Bintang sambil menurun naikan alisnya.


" Sayang sayang gemes aku sama kamu " sambil mencium I puncak kepala Bintang.


" Ehemmm....!! belum muhrim bro awas sampai kebablasan ya.


Yang tiba-tiba duduk dia antara mereka dan menarik Bintang supaya tidak terlalu dekat dengan Langit.


" Ya Allah bro kalian ngikuti aku ya, haiiis bener bener " omel Langit pada sahabat dan sebentar lagi jadi kaka ipar.


" Yang sopan ya, kamu mau aku pecat dari calon adik ipar ingat Sob aku ini kakak ipar kamu harusnya hormat dong " ucapan Awan membuat Langit menelan ludah getir, sudah mengajak Bintang jauh biar tidak di ganggu eeh malah tiba-tiba muncul kayak jaelangkung.


" Iya! salam hormat Abang Awan yang jomblo mengenaskan " Goda Langit.


" Haiiis kamu ya , aku ajak pergi aja Bintang Biar kamu jadi mantan mengenaskan " Ancam Awan.


"Stop stop sudah ya Abang kalian" marah Bintang pada keduanya.

__ADS_1


" Maaf sayang Abang kamu yang mulai itu " Adu Langit pada Bintang.


" Dasar bucin " Teriak Awan pada Langit muak melihat manja Langit pada adiknya.


" Abang kok bisa sampai disini? menguntit ya " Tanya Bintang penuh curiga.


" Daddy yang menyuruh Abang meninggalkan Meeting menyusul kalian, karena Buaya darat sedang merayu mangsanya, awalnya cium pipi, lama lama minta yang Lain dan mangsanya diam saja " sindir awan pada Bintang dan Langit.


" Mana? ini makanan Buat Abang..! Abang lapar tau gak semua gara-gara kamu Lang membawa princes jauh dari jangkauan Daddy kita yang sengsara, apalagi si Angkasa di lagi di Bali langsung di suroh otw kasihan banget tau gak " Omel Awan pada Langit.


" Nanti aku bilang Daddy Bang! kasihan kalian, padahal aku pergi dapat Izin dari Mom kok Bang " ucapa Bintang merajuk.


" Maaf Bang kalau gara-gara aku kalian sampai harus menyusul kata Langit merasa kasihan.


" Begitulah Dad posesif, dulu sama Mom malah lebih parah sekarang sama Bintang, apalagi baru di temukan dan banyak yang mengincar Bintang Lang, Dad sebenarnya juga niat Baik karena tidak mau kdcolongan " Cerita Awan sambil memakan pesanan nya.


" Sebentar aku kabari kak Agkasa kalau aku baik baik saja ya Bang " Bintang meraih HP nya segera menghubungi Kakaknya kalau dia baik baik saja.


Yang di telepon sudah muncul di depan mereka dengan para Bodyguard nya. dengan majah sangat kelelahan. Bintang Langsung memeluk kakaknya melihat wajah kakaknya dengan wajah sangat kwatir.


" Princes Jagan Buat kakak mati berdiri ya, kakak shok kata Daddy kamu lepas dari pengawasan sayang " dan kamu Jagan buat masalah " menunjuk Langit, sedangkan Langit hanya menahan getir di hatinya.


" Kakak makan dulu ya, pasti kakak lapar ayo duduk kak, biar aku suapi ya " menarik tangan kakaknya dan langsung menyuapi dengan tangannya. membuat emosi Angkasa langsung hilang, dengan apa yang di lakukan Bintang padanya.


" Kalau seperti ini mana Bisa kakak bisa marah " sambil mengunyah makanannya.


" Bang sebaiknya Bintang sama aku Abang temani Langit kita kecoh mereka.... " Ucapan Angkasa membuat Awan dan Langit kaget untung Bintang sedang cuci tangan.


Ada lagi yang mengincar Bintang! siapa ya mereka???.....


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2