Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
134. Usaha Bintang.


__ADS_3

Bintang hari ini, pulang ke mansion Samudera.


Kok sepi ya.. Abang kakak dan mas Alam tidak kelihatan apa mereka sedang keluar.. Bintang terus mencari samapai ke taman dia melihat Alam sedang berolahraga Bintang terpana dengan Alam, apa kamu benaran mas Alam atau mas Lang sich kenapa kalian tidak dapat di bedakan sama persis, kalau aku jadi menikah sama kamu, terus kalau mas Lang muncul gimana? Bintang melihat Alam sambil memukul mukul keningnya kelakuan Bintang tidak lepas dari kedua saudaranya.


" Ehemm ngapain ngintip di sini dek, di deketin aja sana, sekalian di bantu tuh lap keringatnya " goda Angkasa pada Bintang, sang adik langsung manyun dengan godaan Angkasa.


"Sudah dong Jagan godain Bintang terus, ntar cemberut cantiknya hilang adik kesayangan Abang Awan" mereka mendekat ke ALam, Awan berdiri tepat di depan Alam sambil mencium pipi Bintang, pas di depan Alam.


" Ich Abang aku udah gede Jagan main cium cium " mengelap pipinya dengan tangan.


Alam melihat dengan tatapan penuh Arti melihat kejadian Awan menciun Bintang, dan kegugupan Alam terlihat oleh Awan.


" Kenapa Bro, tidak suka ya! aku mencium adikku, atau.... kamu cemburu "ucapan Awan, membuat Alam gelagapan dan salting di depan semuanya.


" Ti...dak siapa yang cemburu, cuma aneh saja sudah gede, di cium cium" jawab Alam berusaha menyangkal kecemburiannya.


Sejak Awal ada Bintang dia merasa ada perasaan aneh, memang menyebalkan dan agresif tetapi kalau Bintang tidak ada dia juga kesepian dan sangat rindu dengan sikap manja dan kekanakan Bintang.


" Mas kenapa mau cium aku juga, atau iri ya sama Abangku heem" Bintang mengoda Alam dengan genitnya, membuat kakak dan Abangnya hanya geleng geleng.


" Ngawur kamu,siapa yang mau sama cewek agresif kayak kamu, kalau bukan karena om Diki aku gak mau " jawab Alam, membuat wajah Bintang langsung muram.


Langsung meninggalkan Alam di taman menuju kamarnya.


Dasar kamu ya,kamu bukan bang Lang dech, tapi dulu bang Lang juga kayak kamu menyebalkan aku juga suka berantem sama dia, apa kamu amnesia ya, pusing mikirin satu makluk ini, aku gak boleh menyerah tetap akan godain dia terus, dan ganggu dia aku harus kuat dan tahan mental Bintang merajuk di dalam kamar.


Sedangkan di luar, tepatnya di ruang keluarga kedua kakak beradik sedang menginterogasi calon adik iparnya.


" Bro Alam! kamu yakin mau menikah dengan Bintang adikku ,aku minta tolong selama kalian menikah kontrak, tolong Jagan ada kontak fisik ya, kecuali kalau kamu sudah jatuh cinta sama Bintang dan kalian serius dalam rumah tangga " nasehat Awan pada Alam karena dia tidak mau Bintang tersakiti.


" Iya Benar kata Bang Langit kalau kalian berpisah Bintang masih bisa memulai kehidupan baru walau janda tapi masih perawan ' canda Angkasa dan mendapatkan hadiah toyoran dari Abangnya karean kalau bicara asal jeplak saja.

__ADS_1


" Iya aku akan ingat nasehat kalian dan aku akan menjaga Bintang buat kalian, kapan aku akan menikahi Bintang, karena aku juga mau izin sama ibu dan ayah untuk menikah " jawab Alam.


" Sabar tunggu info dari Om Diki dan menunggu kedua orang tuaku datang dari Paris ya " jawab Angkasa.


" Sabar Bro' jawab Awan.


" Kalau kamu bosen di Mansion kamu kan bisa di kebun atau di tambak belakang Lam sudah ditunjukan belum sama orang di sini " kata Angkasa.


" Belum baru ke taman ini saja sama taman bunga " jawab Alam.


" Ayo aku tunjukan semoga kamu betah nanti tinggal di sini " kata Angkasa sambil mengajak Alam ke tempat dimana yang dia tunjukan.


Alam terpana dengan tempat yang di tunjukan oleh Angkasa dia sangat menyukainya.


"Terimakasih Ya ini baru tempat kesukaanku kalau seperti ini aku pasti betah tidak bosan seperti kemarin " jawab Alam.


" Kalau begitu aku tinggal dulu ya, angan saja ini rumah kamu sendiri butuh apapun kamu ambil sendiri atau minta pada pelayan di rumah ini " pesan Angkasa dan di iyakan oleh Alam.


Sepeninggal mereka, ternyata Bintang, mencari buah mau membuat salad buah untuk acara nanti teman-teman datang ke mansion.


Heem buahnya masih ranum-ranum seger, pas buat salad nanti pasti mereka pada suka semua Bintang bicara sendiri sambil memetik buah.


Bintang sangat terkejut tiba-tiba ada orang yang muncul di belakangnya karena dia kaget otomatis dia berteriak sekencengnya.


Sebuah tangan langsung membekapñya karena tidak mau Bintang berteriak mengundang orang lain.


" Akan aku lepaskan asal kamu Jagan berteriak, aku bukan orang jahat " ucap Bintang sambil mengangguk setuju tidak bertériak.


" Kamu kenapa ada di sini, bukanya tadi di taman, kamu ngikutin aku ya, alasan aja nolak-nolak aku, giliran gak ada orang aja nyariin aku " ucap Bintang.


" Hais GR banget sich jadi orang " jawab Alam.

__ADS_1


" Isch gak mau ngaku,iya juga gpp aku senang kok" goda Bintang.


" Kamu tuh ya, aku di sini kakakmu yang menyuruh dari pada bosan di mansion " jawab Alam.


" Iyain aja dech biar kamu gak malu, harusnya gak usah malu gak ada orang kok, lagian juga aku senang kok di temani mas Alam " goda Bintang.


" Bisa emosi kalau dekat kamu' aku mau pergi saja" kata Alam.


" Cieh mau pergi aja pamitan, gitu katanya gak perduli " masih saja menggoda Alam.


" Terserah kamu saja" jawab Alam ingin meninggalkan Bintang, tapi ditahan sama Bintang.


" Gak sopan, ada cewek kesulitan mengumpulkan buah, dan bawanya berat malah mau di tinggal sich Bang, aku adukan ibu dan ayah loh nanti, kalau mereka kesini " ancam Bintang.


" Hais kamu yah! merepotkan menyebalkan " gerutu Alam dengar ancaman Bintang padanya.


Mereka berdua sibuk memetik buah dan mencuci buah yang mereka petik tadi tugas Alam membawa buah yang sudah mereka petik.


Sampai di dalam semua orang ternganga melihat dia orang yang satu membawa keranjang besar dan yang satu keranjang kecil sambil bergelatut manja.


" Waah pasangan yang romantis nich " seru Senja.


" Ehem kalau ada orang saja nolak-nolak iich giliran sepi manja- manjaan kalian hais " ucap Awan.


" Semua tidak seperti yang kalian lihat " Ucap Alam sambil melepaskan tangan Bintang dari lengannya.


Alam menaruh buah, langsung pergi dari semuanya.


" Iich kalian sich ganggu saja, pergi kan, padahal tadi mau bantu kupas buah,sebagai gantinya kalian yang kupas ya" setelah berucap langsung pergi menyusul Alam.


" Mas tunggu Jagan ngambek dong " teriak Bintang mengejar Alam.

__ADS_1


" Apaan sich aku mau sendiri " penolakan Alam, membuat Bintang sedih. Langsung pergi menuju kamarnya.


__ADS_2