Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
137.Uji Kesabaran.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU UP HARI INI,


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Bintang menduga pasti ada sesuatu.


" Ada apa Bunda kok di rumah ramai sekali, apa ada yang tidak aku ketahui Bunda? " tanya Bintang pada Bunda Maya penuh selidik.


" Sayang kalian bersih-bersih dulu ya , kalian baru datang setelah itu turun, supaya tau apa yang terjadi di bawah ya nak" ucap Bunda Maya.


Setelah bicara dengan Bunda Manya mereka naik ke atas, ke kamar masing-masing.


Mereka penuh tanda tanya besar, mereka bergegas supaya cepat tau apa yang akan terjadi nanti.


Tok.. tok.. tok.. suara mereka mengetuk pintu kamar Bintang.


" Bin...! Bintang ayo buruan kita turun " panggil Senja.


" Iya ini masih pakai baju! sabar ya sayangku " jawab Bintang di dalam kamar, dia sedikit marah kesal Abang kakak Om Diki tidak bisa di hub.


Akhirnya Bintang membuka pintu, sahabatnya kaget Bintang hanya memakai baju tidur tidak seperti yang lain. Seperti orang yang malas untuk turun.


" Bintang kamu gpp pakai baju seperti ini gak enak sama Bunda Maya" kata Senja.


" Gpp yang penting bajuku sopan, karena aku menduga pasti juga Chandra, karena dari kemarin ngebet minta kawin " canda Bintang.


" Kalau begitu kita juga ganti pakai baju tidur supaya dia semakin kaget dengan ulah kita" kata Nana, Rani dan Rena hanya Ikut sedangkan Niken dan Lena masih di jemput Alam dan pengawalnya. karena hari ini mereka ingin kumpul tetapi, malah ada acara yang tak terduga.


" Nah ini mereka sudah hadir kata Chandra tersenyum bangga.


" Sayang kok kalian pakai baju tidur ada tamu " ucap Bunda Halus takut Bintang tersinggung.

__ADS_1


" Bunda apakah tadi bilang kalau ada perlu dengan aku Bunda " ucapan Bintang, membuat Bunda takut Bintang tersinggung.


" Maafkan Bunda sayang ini mereka datang tanpa memberitahukan dulu, mereka juga baru datang sungguh Bunda tidak tau semua ini " ucap Bunda.


" Mama papa ini mantu Mama yang selalu mama tanyakan kapan aku merid cantik kan " sambil menarik tangan Bintang " Maksudnya apa coba, kalau bukan karena orang tuamu mu sudah aku tendang kamu bisik Bintang pada Chandra.


Sedangkan Rana dan rani mau mendekat di cegah Senja, kalau ketahuan Rana Rani bodyguard bisa berantakan semua rencana yang tertata rapi.


" Tahan dulu kita lihat dulu apa yang akan terjadi nanti, baru bertindak " ucap Nana.


Setelah berkenalan dengan mereka semua keluarga Chandra, Bintang menuju temannya.


" Benar-benar cari mati nich orang, kalau bukan sandiwara sudah aku habisi sekarang " ucap Bintang penuh emosi karena Chandra.


Senja berusaha menenangkan Bintang supaya Jagan terpancing bisa gagal semua rencana nanti.


" Jawab begini saja nanti Bin, Tunggu kedua orang tua dan saudaraku datang dari Paris masih ada acara keluarga " Nana memberi saran pada Bintang.


Bintang mulai bisa mengatur emosinya karena sahabatnya yang selalu menjadi penasehat.


Maafkan Bunda sayang, Bunda sudah berusaha menolak, tapi mereka memaksa katanya Chandra bisa membahagiakanmu, tapi semua keputusan terserah pada kamu nak Bunda tidak mauemaksa, yang nanti malah bikin kamu pergi dari Bunda seperti Langit gumam Bunda sambil menghapus air matanya kembali ke ruang tamu.


" Bintang ! Bunda sepertinya mendengar kata kamu tadi, dia sepertinya abis nangis " kata Nana.


" Ayo kita kesana apapun itu kita harus kesana benar kata kalian kasihan Bunda dan papi mereka di posisi serba salah di masalah ini, lagian ini kan cuma sandiwara " ucapan Bintang membuat kedua temanya lega Bintang sudah tenang gampang mengambil keputusan.


" Ayo duduk sayang calon mantu Mama cantik banget walau anak orang terpandang tetap sederhana, Maya Maaf ya, dia seharusnya menjadi menantumu, tapi kamu gak usah khawatir aku akan menyayanginya juga kok" kata Mama Chandra.


" Maaf ya jeng Mala, semua keputusan mau tidaknya Bintang menjadi istri Chandra, semua buka wewenangku, tapi Semua Bintang yang memutuskan " ucapan Bunda membuat Bintang terharu.


" Iya betul, kami hanya ingin putriku peninggalan Langit yang paling berharga menentukan pilihan yang sendiri, kami sebagai orang tua hanya mengikuti saja yang terpenting putriku bahagia" ucapan papi Leon bijaksana.

__ADS_1


"Ooh begitu, aku kira tadi kalian sudah setuju jadi, kita ingin langsung mereka langsung bertunangan saja supaya cepat " ucap Mama Leon.


" Maaf ya Tan, kalau aku ikut bicara mewakili Bintang " ucap Senja karena dia menganggap Bintang sekarang adalah adiknya.


" Silahkan sayang kata Bunda" Membuat Chandra sedikit gusar kalau sudah Senja yang bicara bisa berantakan.


" Kenapa tidak Bintang saja yang Bicara, kenapa harus kamu " ucap Chandra sinis.


" Aku yang meminta Senja, aku lagi gak ingin Bicara " sangkal Bintang.


" Sebelumnya saya minta Maaf sebesar-besarnya, ini adalah permintaan Bintang, Bintang masih punya kedua orang tua, dan kedua saudranya, tidak baik memutuskan hal besar, kalau melangkahi kedua orang tuanya, dan harusnya melamarnya juga kerumah Bintang bukan kesini, itulah jawaban Bintang mohon di mengerti,Bintang adalah permata buat keluarga samudera, kalian juga pasti tau itu, untuk menjadi menantu pun harus melewati banyak sekali pengujian seperti bang Langit dulu " ucapan Senja membuat Keluarga Chandra sedikit memciut.


" Kalau seperti itu nanti kita bicarakan lagi, Chandra ayo pulang mama dan papa perlu bicara lagi dengan kamu" ucap mama Chandra sedikit malu.


Rombongan keluarga Chandra pergi tanpa sempat makan dulu, karena mereka sedikit malu dengan ucapan Senja tadi.


" Maksih ya beb kamu terbaik " kata Bintang memeluk sahabatnya sekaligus calon kakak iparnya itu.


" Sama-sama aku sudah janji menjadi pelindung adik kecilku ini " jawab Senja.


" Bunda dan papi juga sayang maaf ya, karena Bunda sungguh tidak tau niat dari mereka" kata Bunda.


" Kalian pasti lapar kan ayo makan malam, mana teman kalian katanya mau kesini semua " tanya Bunda.


" Iya Bun setelah ini masih di jemput bang Langit " jawab Bintang tanpa sadar.


" Maksud Bintang Alam" Bunda kata Nana menjelaskan keterkejutan Binda.


" Ooh iya gpp suruh saja ikut masuk nanti makan malam, Bunda dan papi mau istirahat ya karena tadi ikut pusing " jawab bunda.


" Oke Bun beres " jawab semuanya.

__ADS_1


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕


__ADS_2