Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
138.Sandiwara Bintang Dan Sahabatnya.


__ADS_3

Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia.


Batu Author ya supaya semakin semangat.


SELAMAT MEMBACA


Ooh iya gpp suruh saja ikut masuk nanti makan malam, Bunda dan papi mau istirahat ya karena tadi ikut pusing dengan Chandra " jawab bunda.


" Oke Bun beres " jawab semuanya.


" Nah Itu mereka datang Bin" Senja memberitahu kalau Lena dan Niken datang begitu pula dengan Alam ikut masuk karena Nana menelpon Niken menyuruh Alam ikut makan setelah itu mereka balik ke Mansion, karena di rumah Leon banyak CCTV-nya Chandra tidak aman untuk Alam.


" Masuklah kalian makan malam, setelah itu kita istirahat, dan kamu pulang ke mansion " ucapan Bintang membuat Alam merasa aneh, Bintang seperti habis menangis karena suaranya serak.


" Kamu kenapa? Ada yang menyakiti kamu! Bilang siapa orangnya akan aku habisi dia" Kata kata Alam membuat orang yang ada di meja makan melongo karena selama ini Alam begitu cuek ke Bintang dan tiba-tiba perhatian.


" Ehemm tumben tanya " jawab Bintang Cuek" Alam menyadari kesalahannya, dia lupa siapa Bintang.


" Ehemm maksud aku bukan begitu kalian Jagan salah faham, aku cuma dapat amanat dari saudara kamu untuk menjagamu, dan tidak boleh terluka baik fisik maupun mental " berusaha mengelak.


" Hais alasan terus saja Bang " Cibir Senja.


" Ayo makan setelah itu aku balik ke mansion " ucap Alam.


Karena dia tidak mau di ejek mereka terus menggodanya.


Selesai juga mereka makan malam Alam langsung balik ke mansion begitu juga bodyguard nya langsung mengikuti Alam.


" Ciieh yang dapat perhatian dari calon pacar, senengnya " goda sahbatnya pada Bintang.


" Huus hati-hati bahaya " peringatan Bintang pada mereka.


" Ups lupa kalau kita di sini " Bisik Nana.


" Ayo mulai beraksi di depan tangga saja pas bawah CCTV-nya " celetuk Niken.


" Bin Bintang kamu Terima saja ya Chandra dia baik perhatian kan, dia sering bawain kita kue kasih bonus anak Kafe, menurut ku dia cocok jadi calon suami kamu" suara Lena di perjelas supaya yang melihat CCTV tersenyum bahagia.


" Aku juga sich Bin emang aku tuh sebel sama dia yang sok kecakepan, masih jauh dari bang Langit, tapi saat aku sekantor sama dia aku merubah sudut pandangku ke dia, yang aku lihat dia itu pekerja keras dan sangat di siplin dan juga kalau di kantor dia tegas, beda banget kalau di dunia nyata super nyebelin, aku aja ogah kalau di dunia nyata bertegur sapa " ini bisa buat pertimbangan kamu Bin " Senja menggeraskan suaranya.

__ADS_1


" Iya sich Bin, tidak ada manusia yang sempurna Bin kamu jalani saja " kata Niken.


" Nanti aku bantu bicara dengan kakak dan Abang kalau misalnya mereka menolak ya Bin kita cuma mau kamu moveon aja gak larut terus dalam kesedihan Chandra sepertinya cinta banget, kedua ortu nya juga kelihatan baik dech menurut aku sich " ucap Nana sambil mengelus kepala Bintang.


" Ya sudah yuk kita tidur di fikirkan besok saja" kata Rana dan di iyakan oleh Rani.


Dua hari kemudian Keluarga Samudera sudah tiba di mansion mereka langsung berkumpul untuk membahas semuanya yang terjadi selama mereka tidak ada.


Mereka menunggu kedatangan Awan dan Angkasa di mansion untuk menjelaskan semuanya prihal masalah Bintang yang akan di pinang Chandra, ternyata yang di tunggu mereka akhirnya datang juga.


" Akhirnya kalian datang juga " ucap sang Mom.


Al sangat murka melihat di belakang Angkasa dan Awan.


" Sejak kapan kamu berani masuk ke mansion ku " hardik AL ingin menyerang Orang di depannya.


" Sejak lama sebenarnya, dan sangat mudah sebenarnya, tapi aku menghargai kamu " tantang orang di depannya.


" Daddy... Om Diki stop ya bukan saatnya kalian ber adu otot, sekarang ini kita bahas masalah aku " teriakan Bintang menyadarkan keduanya yang sempat bersitegang.


" Maaf princes " ucap keduanya seperti sehati.


" Princes cukup " ucapan mereka juga sama lagi.


" Hais kamu ikut saja dia itu putriku" ucap AL.


" Dia kesayangan Aku " Diki tidak Terima.


" Sudah Dad dan Om ayo masuk kita bicara, Bin tolong panggil Alam ya dia juga harus tau masalah ini " kata Angkasa.


" Iya kakak sayang "


" Nana sayang kamu di sini saja Kakak kangen berat " goda Angkasa pada tunangannya.


Sedangkan Awan sudah nempel ke Senja, ternyata si baru Es sudah mencair dan bucin seperti daddynya.


" Duduklah aku siapkan minum dan cemilan Bie, sudah ya kita ini sudah tua, bentar lagi mau punya cucu kalau mereka menikah, buang dong cemburunya malu " ucapan Berliana membuat diam AL.


" Dan kamu juga Asisten Diki, berhenti mengoda Mas AL sudah tau, suamiku cemburu akut, kamu goda terus hais " Marah Berliana pada keduanya.

__ADS_1


" Maaf ucap keduanya" kompak lagi.


Saat Alam datang ke ruang keluarga mereka berdua tercengang dan kaget setengah tidak percaya mimpi atau nyata.


" Lang.... Langit... ! " Seru Berliana.


" Kamu masih hidup Lang " kata AL.


" Bintang nak dia beneran Langit, sebenarnya cerita bagaimana? kok Langit masih hidup " ucap Mommy panik.


" Coba jelaskan " kata Daddy AL.


" OM Diki yang akan menjelaskan Dad dan Mom " kata Awan yang masih setia nempel ke Senja.


" Kenapa tidak kalian saja yang menjelaskan kenapa harus dia sich "kata AL.


" Sudah ya Dad bukan waktunya cemburu, atau mau kamu tidur di kamar tamu " ucapan Mom membuat Dad terdiam dan mengizinkan Om Diki cerita.


" Oh begitu ceritanya " kata Mom.


" Kenalkan Om Tante saya Alam saputra, Bukan Langit " mengulurkan tangannya pada mereka berdua yang masih antara percaya dan tidak percaya Alam atau Langit karena mereka sama persis.


" Boleh Mom memelukmu nak, Mom sanggat rindu dengan mantu Mom yang sudah tiada" ucapan Berliana membuat AL melotot karena Istrinya mau memeluk laki-laki lain di depannya dan masih muda pula.


" Mom Jagan aneh-aneh masih gantengan aku Mom " AL cemburu dan sepontan suasan tegang jadi penuh canda dan tawa.


" Maaf ya nak tidak jadi meluk kamu mungkin lain kali biasa daddy Bintang cemburu akut " sindir Berlian.


" Iya tante " jawab Alam sambil


tersenyum.


Sedangkan Bintang melihat betapa gantengnya kalau Alam tersenyum, selama dekat dengan Alam tidak pernah sekalipun tersenyum.


" Sayang Mom dan Dad mendukung semua yang kamu akan kerjakan cuma pesan Mom Berhati-hatilah ya musuh kalian orang jahat Mom tidak mau terjadi apapun sama kamu dan kalian semua" Sambil memeluk putri kesayangannya.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2