
Selamat siang memoga masih kuat ya puasa sampai bedug adzan magrib dan gema takbir berkumandang, semoga kita di pertemukan di bulan suci tahun depan dan amal kita selama bulan puasa di Terima Allah.
Amin.
Sebaiknya kamu menjauh ya dari Langit, Langit sudah bertunangan dan dalam waktu dekat akan segera menikah Tante minta tolong ya Gisela kamu anak baik dan semoga kamu mendapat kan jodoh yang lain yang pasti bukan anak tante " kata Maya penuh penekanan.
" Maaf tante, tetapi Jagan paksa Langit, kalau Langit tidak cinta kata Gisela dan membuat Maya murka dan menampar Gisela dengan keras.
Tiba-tiba.
"Bunda... Kenapa ? Bunda kasar teriak Langit kepada Bunda nya seolah membela wanita di depanya. dan wanita di depanya pura-pura menangis untuk mendapatkan simpati dari Langit.
" Ooh kamu membela uget uget ini " tanya Maya dengan tatapan Sinis pada Langit.
" Sudahlah tan kita ketemu Bintang saja " Ujar Senja pada Tantenya.
" Ayo dan Kamu Lang, Bunda tidak akan lagi membantu mu, kalau sampai keluarga Samudra menjaukanmu dengan Bintang " Ucapan Bunda nya menyadarkan dirinya kalau tanpa sadar menyakiti perasaan Bunda nya.
" Bun Bunda..." teriak Langit tetapi tidak di hiraukan oleh Bunda nya.
" Lang ayo ikut aku ya " kamar inap Papi " Rayu Gisela manja.
" Sudah dong Sel Jagan memperkeruh suasana kamu pergi sendiri, aku ada urusan " Hardik Langit pada Gisela dan langsung melangkah pergi mencari Angkasa.
Sedangkan di kamar Bintang, Bintang hanya Bisa menagis meratapi nasibnya yang selalu gagal dalam percintaan.
"Bintang! maaf ya Mom lama pas kamu telepon tadi Mom sama Bunda Maya sedang makan ya" ucap Berliana sambil memeluk Bintang Erat.
" Mom aku mau pulang, dan pulang kerumah Mom saja, apa Boleh? dan Bintang tidak mau ketemu siapapun Mom Bintang mau sendiri mau menenangkan diri " kata Bintang memohon pada Berliana, da Berliana paling tidak tega melihat Bintang menangis.
" Oke sayang Jagan menangis,Mom akan menyuruh dokter untuk memindahkan ke rumah Mom ya, di rumah nanti di rawat Mom sendiri " dan di angukki Bintang.
__ADS_1
Berliana mengerahkan anak buahnya semua membelokir pintu masuk kamar Bintang siapapun tidak ada yang bisa masuk untung Maya sudah ikut Masuk Senja dan Nana.
Dokter sangat panik melihat yang punya RS memindahkan peralatan RS kerumahnya. semua terlihat lalu lalang mengerjakan perintahnya Dalam 1 jam semua sudah siap Bintang sudah di masukan mobil khusus untuk membawanya dan di ikuti semua sahabatnya termasuk Bunda Maya, tetapi Bunda Maya di pesan oleh Berlian supaya tidak membahas dulu masalah tadi biar Bintang tenang dulu baru di bicarakan.
Setelah sampai di Mansion AL Bintang sudah di sambut dokter dan Daddy AL Awan dan yang lainnya.
" Perjalanan apakah macet kok lama sekali sampainya sayang " tanya AL pada Istri tercinta nya Berliana.
" Iya tadi macet banget Daddy kasihan ini anak kamu kelamaan iya kan sayang padahal Daddy mu bisa menyetop jalan tumben tidak dilakukan " gerutu Berliana pada suaminya.
" Maafkan Dad, sayang Dad tadi Meeting Mom juga kenapa tidak menyuruh Diki kesayangan Mom itu?! " cemburu AL mendalam pada sosok Diki.
" Sudah tidak waktunya membahas Dia, fokus pada Bintang ayo buruan di bawa masuk ke atas ke kamar Bintang " Teriak Berliana pada semuanya.
Nana dan semuanya tercengang melihat keindahan Mansion keluarga Samudra.
" Indah sekali ya Mansion ini kayak istana saja " celoteh Niken dan di iyakan oleh semuanya.
" Bun ayo sudah dong Jagan nangis terus yuk ikut masuk " Ajak Lena sambil merangkul Bunda Maya.
Mereka semakin takjub melihat keindahan Mansion Samudra banyak hingga dan penataan yang indah.
" Mansion bagus banget ya Bun, baru kali ini aku masuk ketempat seperti ini, biasa cuma lihat di TV saja " Celoteh Lena pada Bunda Maya.
Mereka semua tiba di kamar Bintang berapa terkejutnya mereka melihat kamar Bintang, hanya Bunda Maya yang tidak terkejut karena sudah hafal tabiat mereka.
" Ya ampun Bin, kamu baru tiba tetapi semua foto kamu sudah ada di kamar ini dan ini waran unggu pink kesukaanmu sungguh ajaib " Heran Nana dan semua kecuali Bunda Maya.
" Iya keren ya keluarga Samudra dalam sekejap bisa merubah sesuatu " timpal Niken juga merasa takjub.
" Kalian tidak usah heran begitulah mereka apalagi Bintang sudah jadi anak mereka, kata Bunda" memikirkan nasib Langit selanjutnya.
__ADS_1
" Pasti Mom yang melakukan semuanya dari mana? mereka tau semua kesukaanku " gumam Bintang. pada semuanya.
Karena Bintang juga heran bagaimana dalam sekejap mereka tau semuanya dan kamar ini catnya juga sudah kering bukan baru, apakah mereka sudah menyiapkan semua untukku? atau.. batin Bintang.
" Sayang kamu kenapa? kok melamun apa tidak suka kamarnya atau perlu Mom ganti? kalau kamu ingin sesuatu pasti Mom berusaha mengabulkan "khawatir Beluana pada Bintang.
" Tidak Mom cuma, Bintang heran dari mana? Mom tau semua kesukaanku dan kapan ambil foto foto aku?... " Tanya Bintang penasaran juga yang ada di kamar itu juga penasaran dengan semuanya.
Tiba-tiba ada yang datang tidak perlu heran princes, kalau Mom sudah berkehendak ya harus di turuti kalau tidak kita semua tidak akan bisa bernafas walau sedetik " kata Awan menjelaskan rasa penasaran Bintang.
" Abang...sini " Bintang merentangkan tangannya yang tiba-tiba manja ke Awan dan itu membuat teman temannya heran sejak kapan temannya itu kecentilan.
" Manjanya ini sayangnya Abang heem kenapa? sedih ada yang berani menyakiti kamu! bilang ya sama Abang? akan Abang jadikan apapun yang kamu mau " Awan begitu merindukan adik kecilnya sampai tanpa sadar Awan menangis saat memeluk Bintang.
Eehemm " Begitu ya Dad di sini di lupakan hanya Abang saja yang di peluk inces " Panggil AL merasa dia di abaikan. Tetapi saat Bintang mau melepas semakin Awan memeluknya erat seakan tidak rela berbagi dengan Daddynya.
" Dad pelukan sama Mom saja, Jagan serakah, semua Dad! Hak milik kata Awan posesif sama adiknya.
Hahahaha " Sukurin kamu Dad " kata Berliana membuat AL melotot pada istri tercinta.
" Mom Jagan memancing " Ancam AL pada Istrinya.
" Bang sudah sini gantian sama Dad sini kamu peluk Mom saja ya " Goda Berliana pada Anak dan suaminya.
Akhirnya Awan melepaskan lelukanya dan berjalan ke arah Momnya dan langsung mencium dan memeluk Momnya dia tidak perduli plototan Dad nya.
" Oke puaskan maja sama Mom kamu setelah ini tidak akan lagi ya " kata AL mengancam.
" Sudahlah kalian seperti anak kecil selalu berebut untung putra tegilku tidak ikut kesini juga " Berliana bergumam.
Kenapa Bintang begitu mirip dengan Om AL ya wajahnya " Batin Senja.
__ADS_1
Sudah dulu ya Up nya, mohon maaf kalau selama ini ada salah kata dalam penulisan.