Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
139.Kedatangan Kedua Orang Tua Bintang.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU UP HARI INI,


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


"Sayang Mom dan Dad mendukung semua yang kamu akan kerjakan cuma pesan Mom Berhati-hatilah ya musuh kalian orang jahat Mom tidak mau terjadi apapun sama kamu dan kalian semua" Sambil memeluk putri kesayangannya


" Iya Mom tenang saja ya, semua akan baik baik saja kok Ada semua yang akan menjaga Bintang " ucapan Bintang membuat Berliana lega.


" Dek segera kabari Chandra kalau kamu menerima lamaranya ya, Besok " ucap Awan.


" Iya princes semua sudah dalam lingkaran dan aset Lang sudah kembali semua atas nama kamu karena Leon belum tau masalah ini, kalau atas nama mereka harus menjelaskan lagi terlalu lama kita bergeraknya " kata Om Diki.


" Oke Om terserah Bintang ikut saja yang penting terbaik " ucap Bintang.


" Masih ada yang perlu kita kejar ada perempuan yang ikut andil dengan Chandra masih kita cari tau dek dan dia sepertinya mengenal kamu itulah yang bikin abang bingung dari kemarin mereka bersekongkol " ucap Abang Awan.


" Carilah bang semoga secepatnya di temukan titik terangnya sebelum hari H " kata Bintang.


" Siap sayang nya Abang "


Setelah semua urusan selesai Diki dan pasukannya pergi.


Hanya tinggal keluarga dan mereka.


" Alam apakah benar kamu mau menikah dengan Bintang apa kamu tidak takut, hanya di buat pelarian sama Bintang, karena kamu tau kan Bintang hanya menganggap kamu hanya mirip Langit saja, takutnya kamu kecewa nanti dan aku tidak mau kamu tersakiti dan sebaliknya nak" pesan Berliana kepada Bintang dan Alam.


" Semoga kalian saling menerima satu sama lain, yang penting kalian suatu saat bisa bahagia seperti Mom dan Dad percintaan penuh lika-liku kalau ingin tau tanya saja sama sahabat Om " bicara pada Alam.


" Terimakasih Om akan Alam pahami dan berusaha membuka hati untuk Bintang " ucapan Alam membuat hati Bintang dingin sejuk.


" Oke Om sama tante tinggal dulu ya kalau kalian masih ada yang di bahas silahkan yang penting kita sudah tau arah kalian kemana! " sambil menarik tangan istrinya kekamar.


" Dad aku tuh masih mau ketemu anak-anak masak jam segini di ajak ke kamar sich" omel Mom.


" Kamu harus menerima hukuman dulu Mom baru bisa bebas kamu hari ini banyak salah sama Dad" ucap AL yang tidak mau berdebat dengan sang istri langsung mengakat istrinya di bawa kekamar, sedangkan Berliana sudah menahan malu di lihatin semua anak muda.


" Duch Dad bisa ngak sich kalian romantis-romantisnya pas kita gak ada " teriak Angkasa.

__ADS_1


" Senang lihat mereka walau usia sudah tidak muda tapi masih bahagia seperti anak muda" kata Nana.


" Aku juga ingin bahagia seperti Mom dan Dad, tapi apakah bisa mereka saling mencintai sedangkan aku.... "ucapan Bintang terpotong.


" Semua butuh proses " Alam menjawab dengan nada tegas, membuat semua melihat ke arah Alam biasanya diam seperti patung sekarang bersuara.


" Ehem sukurlah kalau kalian mau perlahan mau menerima satu sama lain " ucap Awan.


" Minta doanya Bro, karena semua tidak ada yang instan " ucap Alam.


" Waah dapat kode itu dek, kamu harus banyak berjuang " kata Angkasa sambil mencubit pipi Bintang.


" Iiah sakit tau Kak, main cubit saja, gantian cubit ya " ucapan Bintang medapat lirikan dari Alam.


" Aduh Jagan di cium aja Kakak mau dech kalau di cubit kamu itu sakitnya seminggu baru ilang " kata Angkasa yang pernah merasakan sakitnya cubitan Bintang.


" Noh minta cium kakak ipar " sambil menunjuk ke NAna yang dari tadi sudah menahan malu.


Tiba-tiba Awan mencium pipi Bintang, membuat Bintang kaget dan teriak.


" Kalian berdua menyebalkan satunya nyubit satunya main cium aja Hiss" Sedangkan Alam sedikit geram dengan tingkah kakak adik di depannya.


" Apaan sih main tarik saja, ada apa? tanya Bintang! " pada Alam.


" Yang ada di ruang tamu melongo dengan adegan itu "


Setelah Bintang dan Alam pergi ke taman mereka lantas bergosip.


" Bang sepertinya ada yang mulai ada rasa, kamu gak lihat tadi, waktu abang cium Bintang, muka nya Alam langsung merah padam sepertinya ada Team bucin lagi ini " kata Angkasa.


" Waah seneng kita karena usaha Bintang tidak sia-sia Bang " kata Senja.


" Benar sayang supaya adik Bontot kucing bahagia, apapun akan kita lakukan " Jawab Alam.


" Yuk kita makan, biarkan mereka dekat Jagan ganngu mereka" ucap Alam sambil membelai rambut tunangannya.


" Mereka butuh waktu berdua supaya saling mengenal satu sama lain " kata Niken.

__ADS_1


Menuju taman dimana Alam menarik tangan Bintang, dan mengajak Bintang duduk di bangku taman Bunga 🌺🌻🌹🌷.


" Duduklah ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu Bi " ucap Alam.


" Apa...? "


" Tolong ya Jagan seperti itu kalau bercanda" Ucapan Alam tidak di teruskan.


" Maksudnya Apa sich..? " tanya Bintang tidak paham.


" Ya seperti itu kemarin juga " Alam bingung menjelaskan.


" Gak jelas dech, yang jelas bicaranya " ucap Bintang yang masih tidak paham.


" Ya ya bercandanya Jagan terlalu seperti anak kecil " kata Alam Terbata-bata.


" Sudah dech bahas gak penting aku kira apa? Bintang kesal " pada Alam.


" Jagan mau kalau di cium, kalian kan sudah besar bercanda Jagan terlalu seperti itu " Akhirnya Alam buka suara tentang itu.


" Apa...! " teriak Bintang.


" Jadi kamu cemburu sama kakak dan abang aku karena mencium aku.... " Bintang berteriak dan tertawa terbahak-bahak mengundang orang lain yang ada di dalam mansion untuk penasaran, karena sudah lama tidak mendengar tawa peri cantik Bintang.


" Huus Jagan keras-keras, aku tidak cemburu Jagan mikir macam-macam stop tertawanya " Alam langsung membekap mulut Bintang dengan tangannya supaya tidak tertawa terlalu keras.


" Ehem kalian belum halal Jagan main peluk- peluk adik gua ya " kata Angkasa dan Awan muncul karena Ketawa Bintang.


Bintang mau menjawab pertanyaan dan mau memberi mereka tapi masih di bekap sama Alam.


" Maaf Bang, karena Bintang main teriak saja " menahan Malu posisi Alam dan Bintang terlihat seperti sedang berciuman padahal cuma menempel.


" Ya Sudah, ingat ya Alam, kalian belum Halal " itu pesan Aku pada kamu " Setelah berpesan mereka balik ke meja Makan.


Alam melepaskan bekapannya, asal Bintang tidak Ember masalah tadi ancaman Alam pada Bintang.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. πŸ™πŸ’•


__ADS_2