
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
𝔇𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔤𝔞𝔩𝔞 𝔨𝔢𝔯𝔢𝔫𝔡𝔞𝔥𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔱𝔦 𝔨𝔞𝔪𝔦 𝔰𝔢𝔨𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔲𝔠𝔞𝔭𝔨𝔞𝔫 :
𝔖𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞𝔱 ℌ𝔞𝔯𝔦 ℜ𝔞𝔶𝔞 ℑ𝔡𝔲𝔩 𝔉𝔦𝔱𝔯𝔦
1 𝔖𝔶𝔞𝔴𝔞𝔩 1443 ℌ
Mohon Maaf Lahir & Bathin
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَا وَ مِنْكُمْ صِيا منا وَ صِيَامكم كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
𝔖𝔢𝔪𝔬𝔤𝔞 𝔄𝔩𝔩𝔞𝔥 SWT 𝔪𝔢𝔪𝔟𝔢𝔯𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔦𝔱𝔞 𝔲𝔪𝔲𝔯 𝔭𝔞𝔫𝔧𝔞𝔫𝔤 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔟𝔞𝔯𝔬𝔨𝔞𝔥 & 𝔨𝔢𝔰𝔢𝔥𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔥𝔦𝔫𝔤𝔤𝔞 𝔟𝔦𝔰𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔱𝔢𝔪𝔲 𝔨𝔢𝔪𝔟𝔞𝔩𝔦 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 ℜ𝔞𝔪𝔞𝔡𝔥𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔞𝔱𝔞𝔫𝔤
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
🙏🙏🌹🌹
Setelah kepergian Awan Langit kembali termenung, dengan perkataan Awan yang selalu memotivasi agar Langit tidak jatuh dan teepuruk tetapi mejadi lebih kuat dan di segani. oleh semua musuh musuhnya.
Langit kembali termamgu saat teringat lagi ucapan Awan soal dirinya selalu Jagan putus harapan dalam mencari Bintang dan Jagan menyerah dalam mencari Bintang.
" Langit sangat bahagia ternyata masih banyak yang perduli dan sayang padanya, tidak meninggal kan ya saat dia terpuruk seperti kemarin.
Papi dan Bunda nya sebelum pergi juga berpesan Jagan merendahkan dirimu sendiri, karena kita sendiri sangat berharga, dan mereka menuju RS dimana sang Opanya masuk RS.
Bintang semoga kamu melihatku dari jauh ya, aku akan membuatmu bangga dan merasa aku pantas untukmu, karena aku juga bukan lelaki sempurna dan banyak sekali kekurangan.
Tok
tok
tok...
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Langit.
" Bos kita Meeting 10 menit lagi dimulai " kata sang Asisten.
" Oke kamu persiapkan berkas berkasnya saja, semoga semuanya berjalan lancar dan hasil memuaskan kata Langit pada semuanya.
__ADS_1
" Amin " jawab mereka kompak.
" Kita tunggu di ruang Meeting saja ya Bos takutnya mereka semua sudah pada datang " ucap sang Asisten meminta izin.
" Oke nanti aku menyusul mau ke toilet dulu " sambil pergi ke toilet dan sang Asisten menuju ruang Meeting.
" Sekarang Bos sudah kembali ya, dan yang bagus lagi sekarang rajin beribadah " celetuk Sekertaris nya bercerita pada sang Asisten.
" Iya karena Non Bintang masih belum di temukan kasihan juga Bos, ini juga pelajaran juga sich buat si Bos, biar tidak percaya lagi sama si ulat Bulu " mereka sedang mengunjing si Bos sama menunggu tamu meeting datang.
" Ya syukur kalau Bos kita sadar, kalau gara-gara ulat bulu dia harus terpisah dengan orang yang dia cintai, jadi Bos bisa lebih hati hati " ujar Sang Asisten.
" Iya...! tapi aku punya fikiran kalau Non Bintang itu punya pelindung, yang sangat handal, sampai semua tidak bisa menembus termasuk polisi " Mereka Bertiga akhirnya pada mengantuk menyetujui ucapan sang Sekertaris.
Ehemmm ehemmm deheman terdengar dari belakang mereka.
" Apakah?? perusahan mengaji kalian untuk mengunjing Bos kalian " sontak mereka kaget ketahuan sedang bergosip.
Heeheee cengir mereka bertiga. kepergok sedang bergosip.
" Maaf Bos, tapi kita mengunjing yang baik baik kok sangkal Sang Asisten " mengeles.
" Namanya menguncing sebaik apapun tetap mengunjing " Sindir Lang pada bawahanya.
" Sudah cepat sana Sambut tamu dan persiapkan materi hari ini " Omel Lang pada ketiganya.
Setelah semua selesai dan perusahaan Lang mendapatkan Tender besar kali ini, akibat kerja kerasnya selama sebulan ini membuahkan Hasil.
Hari ini Bunda nya pulang karena besok mendapatkan undangan dari keluarga Samudera dan Langit di minta untuk kebutik untuk mencoba baju, sebenarnya Lang sangat malas, kalau tidak ingat perkataan Awan, kalau Bintang menyukai orang yang rapi bersih dan berwibawa.
Akhirnya Langit menuju Butik yang di rekomendasi oleh Bunda nya, kalau tidak bisa mengomel seharian.
Di tempat yang sama, ternyata ada Si ulat bulu sedang mencari gaun di temanin orang tuanya.
Sial...! aku harus bisa menghindar, kalau tidak akan mendapat masalah lagi gara-gara ini, yang kemarin saja belum kelar, Bintang masih belum muncul, Jagan sampai menambah masalah.
" Tante apa kabar? sapa Langit pada teman Bunda nya.
" Hallo ganteng kabar tante baik, ini pesanan Bunda kamu!! kenapa? sembunyi sembunyi? " tanya penuh penasaran melihat Langit celingukan.
__ADS_1
" Biasa tan di kejar cewek, sudah tau aku punya tunangan masih saja, tidak bisa di kasih tau!! itu yang sama mamahnya " tunjuk Lang pada Gisela.
" Ooh itu! ya sudah ikut tante keruang atas biar aman" hehehe... Sambil mengajak Langit naik ke atas dan tidak berhenti tertawa.
" Makasih tan, sampai mereka pergi Lang numpang ngumpet di sini ya " sambil memainkan HP nya.
" Sudah santai saja, kalau mau minum ambil sendiri ya, tante tinggal turun kebawah kalau mereka sudah pergi nanti tante kasih tau kamu mangkanya Jagan terlalu tampan "goda nya dan segera meninggalkan Langit dan menuju ke bawah.
Sesampainya di bawah, Butiknya hari ini rame, karena akan ada Acara besar di keluarga terkaya yaitu keluarga Samudera. yang mendapatkan undangan berlomba loba mencari gaun yang paling bagus, karena tamunya keluarga Samudera pasti orang terpandang.
ke Kafe Bintang.
Nana, Niken , Lena dan semuanya mendapatkan undangan yang di kirimkan lewat kurir dan mereka sangat senang karena mau menghadiri acara besar, pastinya adalah penampilan mereka. mereka tidak mau, keluarga Samudera malu dengan penampilan mereka.
" Nana, Niken kalau kalian besok ke salon aku ikut ya, aku tidak mau mengecewakan keluarga Samudera yang sudah mau mengundangku dan membuat mereka malu dengan penampilan ku " Lena pun bilng tidaj punya baju bagus.
" Kamu tenang saja kalau soal baju, aku ada kok, yang masih baru bagaima? kalau menginap di rumahku ya biar gampang berangkatnya bareng papi dan mamiku " Usul Nana pada Lena.
" Itu usul yang bagus Lena, kamu izin saja pada orang rumahmu, biar tidak hawatir " ucap Niken membenarkan Nana.
" Oke, makasih ya aku tidak galau lagi, aku permisi mau lanjut kerja " kata Lena yang sudah Heppy tidak khusus lagi.
" Kita ke butik aja ya sekarang " Saran Niken pada Nana.
" Oke Beb!. ayo berangkat " mereka menuju mobil dan berangkat kebutik langganan mereka dan di sana bertemu dengan Langit yang turun dari atas.
" Itu bukanya Bang Langit ngapain ngumpet ngumpet kyak gitu! bisik Nana pada Niken.
" Ayo kita kagetin aja yuk, dan aku kepo dech " kata Nana...
Doooor.. sambil menepuk punggung Langit...
" Kalian bikin kaget saja " Aku lagi sembunyi Jagan berisik " minta Langit..pada mereka sambil memberi isarat tutup mulut pada mereka berdua.
" Kenapa Bisik Nana pada Langit... " jiwa perkepoan mereka meronta ronta.
" Tuh... entar aku kena kasus lagi, yang lama saja belum beres masa nambah lagi " curhat lagit dan mendapatkan cengiran dari kedua gadis di depanya.
" Oooh Abang takut nich sekarang, kenapa? kemarin diam saja..
__ADS_1
" Dasar kalian berdua tukang kepo... selametin abang, sebagai gantinya aku traktir bayarin baju kalian... " tawaran Langit membuat mereka tergiur dan setuju...
Sudah dulu yaaa....