
...Assalamualaikum...
...Selamat "lMaLam.semua pembaca Novel ku....
...Bagaimana, kabarnya semoga selalu di berikan kesehatan semua ya ππAmin....
...Hari Ini Akan UP lagi ceritanya. Biar Author nya tambah semangat beri dukungan ya, ya dengan memberikan....
...Like...
...Vote...
...Favorit...
...Syukur di kasih, Hadiah....
...Boleh juga Komentar ya....
...Terimakasih....
" Kak Arya!!...suara panggilan dari luar ruangan.
" Apa yang kalian Lakukan!!... "Astaga!! " mata melotot.
" Kenapa kalian berpelukan.. Hiks hiks hiks.... " Seruuuu Widi sambil menangis dan berteriak...
Semua pegawai, berdatangan untung kafe belum di buka, jadi masih belum ada pengunjung semua mata tertuju pada Bintang..
" Dasar pelakor..!!!.. plak. " Widi menampar Bintang
" Semua tidak seperti yang kalian Pikirkan, sungguh aku kesini tadi, ketemu Pak Arya, mau antar surat pengunduran diri tolong percaya". meminta mereka percaya.
" Iya kan Pak Arya...Saya kesini mau antar surat, dan tiba-tiba pak Arya peluk saya.." Bintang minta pembelaan.
" Halah man ada maling mengaku " kata Widi, sambil menunjuk muka Bintang.
"Lena..!.Kamu percaya kan sama aku, aku gak menggoda pak Arya, serius mbk Widi, Mbk Widi hanya salah paham." ucap Bintang.
" Terus kenapa kalian berpelukan.. terus Kak Arya mau ninggalin aku. aku dengar semua..percakapan kalian".Sambil berteriak dan menangis
Hiks hiks hiks...
" Kalian berdua jahat sama aku, Kak Arya tega!.. Sam Widi.. hikss hikk..". tangis Widi semakin kencang, mencari simpati.
" Sudah Jagan Nangis, Malu di lihat orang". Kata Arya, sambil memeluk Widi biar tidak mencari gara gara.
"Awas ya semua gara-gara kamu, Habis ini lihat saja, orang tua ku kesini. habis kamu..."Sambil mendorong Bintang.
" Sabar Bin, ceritanya gimana tadi, kenapa?? sampai berpelukan segala sich... ucap Lena.
" Huuuf Bukan berpelukan, tapi di peluk Lena..!. gimana dong surat pengunduran diriku di sobek sama Pak Arya...
Dia gak ngizinin aku keluar dari kafe ini. Gila orang itu!. Seperti ini akibatnya, aku yang di tuduh jadi pelakor." Penjelasan Bintang.
"Owalah Bin, Nasib kamu, Sabar!.ucap Lena
" Sebentar aku minta bantuan Nana, ya, kalau orang tuanya datang, aku butuh bantuan Mereka Len.
Iya Bin, Bener itu minta bantuan mereka Nasibmu kok apes Banget sich..Bin" ucap Lena lagi, sambil memeluk Bintang.
Bintang melepas pelukan Lena dan langsung menghubungi Nana, meminta bantuan.
π "Nana, aku butuh bantuan, aku si fitnah ini sama tunangan pak Arya".
πYa, Bin,1 Jam Lagi Aku otw.
π"Masalahnya orang tuanya yang kesini, Na, aku gak takut sich, aku lagi malas Berdebat. capek..".
__ADS_1
π"Sabar ya, aku usaha in secepatnya ya.. aku kabari, Niken juga".
π "Ya, makasih, aku tunggu..."
π"Oke".
"Gimana ?... Bin, mereka bisa datang?ke Kafe". Lena bertanya pada Bintang.
" Sejam lagi katanya mereka, baru otw Len, semoga mereka blm datang ya, seandainya aku jujur pun mereka tidak akan percaya..." kata Bintang sedih.
" Kamu kebelakang dulu dech,Bin.Kalau mereka datang aku tahan dulu .. ngulur waktu sampai temanmu datang".kat Lena melindungi Bintang.
"Makasih ya Lena.kamu terbaik".Kata Bintang. sambil melangkah menuju dapur.
Ternyata belakang Bintang!. Bertemu dengan Indri, dan lainya yang tidak menyukai Bintang.
"Mangkanya, Kalau jadi cewek Jagan ganjen, masa, Bos yang sudah punya tunangan juga mau di embat, ngaca dong kamu Bin" hina Indri pada Bintang.
" Sudah putus kali, sama pacarnya yang tajir, mangkanya, cari mangsa baru...".ucap tasya sangat membenci Bintang.
"Biasalah cewek miskin, menghalalkan segala cara, demi uang, untuk bertahan hidup." kata Indri lagi.
"Sok alim, sok polos, padahal kelakuan kayak jal***ng.. wiiih...." kata tasya.
Kalian Jagan berkata seperti itu,, kalau tidak tau yang sebenarnya, Jagan terus menghinaku...
"Kasihan ya tunangan Pak Arya, nangis sampai kayak gitu, gara-gara, pelakor, bahaya loh sekarang". sambil matanya melirik Bintang.
Ya Allah, semoga aku cepat terbebas dari fitnah keji ini, bantu hamba ya Allah, hamba juga salah membiarkan pak Arya memelukku..
Aku begitu luluh lihat pak Arya Nangis, malah jadi kayak gini kejadiannya. suara hati Bintang menahan hinaan mereka.
Di tempat Lain..
"Papa kok sudah mau keluar kota lagi kan, baru juga pulang." kata Bibi,
" Papa kasihan Nina!. Masih kangen belum lagi manja manja sama Papa, dia juga belum papa ajak belanja, nanti pasti ngambek looh, anak kamu.!. Pa". kata Bibi sambil memohon.
" Kenapa sich selalu bawa bawa Bintang Pa.Dia sudah pergi juga masih saja papa banggakan sebel mama, Bintang itu bukan anak baik pa. jadi biarkan saja". kata Bibi emosi.
" Yang gak Baik itu Mama sama Nina Atau Bintang???..." sambil menatap istrinya tajam,
" Pikirkan itu ma, Jagan main tuduh!. atau tuduhan itu sebaliknya..."sambil melangkah pergi meninggalkan istrinya.
" Hah...". maksud pertamanya tadi.
Apa??.. papa sudah ketemu Bintang dan Bintang, Bilang yang sebenarnya ya, waah gawat ini, Aku harus mencari Bintang untuk menanyakan semuanya,
Awas saja, kalau bilang yang Sebenarnya pada pamannya, gak tau dia berhadapan sama siapa.....
sambil marah yang tak jelas menyusul suaminya yang mau beres beres. baju, untuk di bawa keluar kota...
Kembali ke kafe...
"Kak Arya!. jelasin Kak, Maksudnya apa??... kakak mau ninggalin Widi, dan memilih Bintang Kak". cecar Widi pada Arya.
" Kenapa???.. Kak tega sama Aku Kak".Amarah Widi merasa di permainkan.
"Maaf Widi". hanya itu yang keluar dari mulut Arya.
" Apa Kurangnya aku kak!, Semua aku punya Bintang itu miskin kak,yatim piatu...latar belangnya nggak jelas" Hina Widi.
" Bintang pasti yang menggoda, Kak Arya duluan Kan Kak.? Aku melihat tadi dia berani peluk Kak Arya. ucap Widi penuh penghinaan.
" Diam!. Jagan terus hina Bintang...!. Bintang tidak seperti yang kamu tuduhkan"..ucap Arya juga emosi ke Widi.
" Kenapa kak Membelanya, awas ya kak aku adukan ke mamah... sebentar lagi mereka kesini semua..." ucap Widi.
__ADS_1
"Apa maksudmu???...menyuruh mereka kesini Hah" Bentak Arya pada Widi.
"Ya ,aku nyuruh Mami papi, papa mama kesini". jawab Widi.
"Gila kamu, Jagan Bikin malu..!.kamu di kafe, banyak pegawai, dan pembeli..." hardik Arya pada Widi.
"Aku tidak Terima, aku di permalukan Si gadis jelek itu, merebut tunangan... ku..." kata Widi.
Sial sambil meninggalkan ruangannya, Mencari Bintang, menyuruhnya, pergi, bahaya, orang tuanya Widi menghina Bintang.
"Bintang, Bintang, kemana sich kamu, keadaan genting, susah di carinya,,dimana dia,di depan gak ada, belakang gak ada, dimana Si Bintang Ini??.. " khawatir ke Bintang.
"Kamu lihat Bintang dimana??? tanya Arya.
"Maaf Pak saya tidak melihat.".jawab pelayan katanya.
Coba aku cari sekali lagii..........
Nah itu dia!..
" Bintang,teriak Arya menangis Bintang. susah banget di carinya Bin, kamu cepat pergi dari kafe ini pulang saja orangtuanya Widi mau kesini dan juga orang tuaku otw kesini, aku gak mau kamu kena Masalah..dan di hina lagi Bin" Ucap Arya.
Bapak yang Bikin masalah kan, kenapa tadi diam saja, waktu aku di hina, sama tunangan bapak, seolah olah aku yang salah.Aku memang miskin, anak yatim piatu, tapi Jagan rendahkan saya. Pak," marah Bintang pada Arya.
" Bin, maafkan Aku.Sunguh aku minta Maaf" mohon Arya.
"Pak Jagan mendekat!. Jangan membuat masalah tambah besar, saya sudah cukup di hina. tadi.." kata Bintang.
Tiba-tiba Ada yang datang.
"Oooh jadi ini pelakor nya yang menggoda, calon mantuku, tampang kampungan seperti ini, masa bikin Widi sampai nangis..
Apa sih Arya!. yang kamu lihat dari gadis udik ini.. gak level, tau gak..Kamu mau bandingan sama Widi...jauh.. ". ucap Mama Widi penuh hinaan.
Saya Bukan pelakor tante.yang tante tuduhkan tidak benar" ucap Bintang membela diri.
Hahahaha mana ada Maling mau ngaku...ingat ya perempuan udik, Jagan macam macam sama keluargaku. nyali mu berapa??".ejek mamanya Widi.
Sambil Mendorong Bintang, untung Ada Lena, jadi Bintang tidak jatuh...karena di tangkap.
"Mamah!.". Tiba-tiba Widi datang dengan mata sembab. menghampiri mamah dan Papanya...
" Loh, anak Mamah, Sampai nangis kaya gini Pah, lakukan sesuatu dong pah..." ucap mamah Widi.
"Jagan macam macam kamu ya, apa yang kamu lakukan sampai membuat putri ku menangis, tinggalkan Arya, keluar dari kafe ini. jauhi Arya..Ini uang, sambil melemparkan uang ke muka, Bintang....Ambil itu uang", kata, Papahnya Widi....
Ya Allah, salahku apa??.. Aku kembali di hina, orang kaya, kenapa mereka selalu menghinaku, keluarga kak Andra, ini orangtuanya mbk Widi...
Tolong aku ya Allah. sambil berkaca-Kaca.
" Om tolong Jagan Hina Bintang, ini semua bukan salah Bintang, Bintang tidak pernah menggodaku, aku yang salah di sini, ini semua salah paham...
Hubunganku sudah lama renggang sama, Widi.. Om. tolong Jagan salahkan Bintang...Aku yang menggoda, Bintang???..." ucap Arya.
Plak plak... Tiba-tiba...
Ada yang tertampar.......sangat keras.
,
, "Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UPnya setiap Hari. Degan cara:
Like.
Vote
komentar
__ADS_1
Terimakasih ππ.
.