
" Bang Abang.....! "
"Buka pintunya Bintang takut ini Bang Hiks hiks. sambil menggedor gedor pintunya Lang. tapi tidak di buka buka, membuat Bintang ketakutan sediri. Bintang punya memori ingatan samar samar kadang kadang muncul saat di tinggal sendirian, atau lagi sedih dia merasa di sebuah gudang gelap dia minta tolong tapi tak ada orang yang menolong.itu yang menyebabkan Bintang kadang merasa ketakutan.
Bintang menangis, badannya sudah lemas dan jatuh di depan pintu Langit.
Langit merasa Bintang tidak bersuara , dia memutuskan untuk keluar melihat Bintang, saat dia membuka Pintu.
" Bintang.....!" Lang kaget melihat Bintang ambruk di depan Pintunya, dia langsung membopongnya ke tempat tidur, melihat Bintang sangat pucat Lang kebingungan, kalau Memangil Bundanya pasti terjadi huru hara, akhirnya dia memutuskan, mengunci pintu dan menunggu Bintang sadar, sambil duduk di sofa, mengerjakan laporan perusahaannya.
Haduh gimana ini kalau mereka mencari Bintang, sebaiknya aku matikan saja HPnya Biarkan saja semua mencarinya salah sendiri dia di tinggal,Aku 0capek mau tidur saja ini juga sudah jam 21.00 Lang pun tertidur di sofa dengan lelapnya.
Sedangkan Bintang di tempat tidur Lang.
Di tempat yang sama mereka Heboh karena Bintang Hilang HPnya juga tidak aktif.
Semua ribut mencari Bintang, tiba tiba Bunda turun mendengar kegaduhan, di bawah Bunda, penasaran ada apa di bawah.
" Ada apa sich kalian ribut ribut ini sudah malam, kalian teriak teriak seperti di hutan saja kata Bunda".sambil mengomel.
" Bintang hilang tante, kita cari di seluruh rumah tidak ada Tante, HPnya juga tidak aktif, kata Tante kan Bintang sudah pulang. tapi tidak ada ini di rumah". kata Senja.
" Masa sich, tadi makan sama Lang kok waktu Bunda tinggal naik ke kamar atas, habisnya mereka ribut terus seperti Tom end Jerry. pusing kepala Bunda". sambil menjelaskan.
" Abang juga tidak ada Tan", kata Senja.
" Mobil Bang Lang Ada tante" kata Nana yang datang dari luar, karena mencari di luar.
" Kita ke kamar Lang saja", kata mereka sambil berjalan beramai ramai menuju kamar di belakang.
Tok tok tok tok...
"Lang... Lang... Langi..... t".Buka pintunya.. tetap tidak ada sahutan dari dalam.
" Mah ada kunci serep kan coba cari mah, hanya Bang Lang yang tau Bintang kemana, karena di RS juga tidak ada". mereka semua sangat menghawatirkan Bintang.
__ADS_1
" Kalian tenanglah Mamamu lagi mencari kunci ", sambil menenangkan keponakannya yang panik.
Setelah mencari akhirnya kunci serep pun ketemu dan menuju kamar Lang Semua berharap Lang tau keberadaan Bintang.
Setelah pintu terbuka petapa terkejutnya mereka melihat Lang dan Bintang tidur di tempat tidur yang sama. walau mereka tidak berpelukan seperti di sinetron yang ketahuan tidur bersama.
Tapi ini membuat mereka shock karena Langit sagat tidak suka ada yang memasuki kamarnya apalagi sampai mengizinkan orang tidur di kamarnya.
" Mamah lihatlah mereka tertidur pulas, padahal kita panik mencari mereka kemana mana. kata Senja. sinis melihat Abangnya.
" Bangunkan saja mereka".kata Bunda sambil melihat putranya yang tidur pulas memeluk guling pembatas antara dia dan Bintang.
" Bang Bangun Bang.....!. teriak Senja dengan keras membuat mereka berdua terbangun, dan Bintang juga terbangun karena Bintang sadar dari pingsan langsung terlelap tidurnya tanpa dia membuka matanya, dan melanjutkan mimpinya.
Sedangkan Lang pindah ketempat tidur membuat 2 guling di jadikan pembatas antara dia dan Bintang.
Saat mendengar teriakan Senja Lang sangat merasa terganggu dan bangun, anehnya Senja bisa masuk karena dia sebelum tidur sudah mengunci pintunya.
Setelah kesadaran penuh Lang sangat terkejut, bukan hanya Senja saja ternyata ada bundanya dan semuanya berkumpul di kamar, seolah minta penjelasan tentang dirinya dan Bintang.
" Lang..! " Bunda perlu berbicara 4 mata. kata Bunda tegas dan sangat menyeramkan kalau sedang marah.
Tetapi saat melihat Bintang kebingungan Bunda merubah mukanya menjadi lembut dan penuh kasih sayang.
"Bintang sayang. Kamu ikut tidur di kamar Senja ya", kata Bunda sambil mengelus kepala Bintang, yang terlihat kebingungan.
Senja memegang tangan Bintang dan memapahnya sepertinya Bintang badannya lemas, dan sangat pucat entah apa yang terjadi dengan mereka kata Bunda besok saja di bahasanya karena sudah malam.
Setelah mereka pergi meninggalkan kamar Lang. Lang langsung di cecar pertanyaan sama Bundanya.
Bunda Lang serius, Lang tidak melakukan apapun sama Bintang, cuma.... aku tadi.... mengendong nya saja naik di tempat tidur itu saja" sambil gelagapan karena Bundanya terus mencecarnya.
" Yakin Cuma seperti itu, tidak ada yang kamu tutupi Lang, atau Bunda.... sebelum melanjutkan di potong sama Lang.
" Iya Bun, tadi sebenarnya Lang mengerjai Bintang, menakutinya. sumpah Lang tidak tau kalau Bintang itu penakut dan sampai Pindah kata Lang penuh penyesalan.
__ADS_1
Lang takut kalau papinya sampai iku t campur Bisa terjadi huru hara.
Dan Bundanya melihat kejujuran dari matanya Lang memang tidak ada kebohongan.
" Oke Bunda percaya sama kamu kalau kamu bisa menjaga batasan, besok kamu minta Maaf sama Bintang ya, kata Bunda tidak jadi marah sama putranya.
Setelah pagi datang, dan mereka sarapan bersama Terlihat Bintang dan Langit canggung, mereka seperti saling menghindar.
Bunda memecahkan keheningan di ruang makan.
" Bintang dan kalian hari ini mau kembali ke Bandung kan.kebetulan Bunda juga mau ke Bandung. sekalian saja Nanti kalian semua Bareng Bunda. Kata Bunda dan di anggukan oleh semuanya.
" Maya, sampai kapan kamu terus mencarinya Maya", kata mamahnya Senja.
Hanya Air mata yang lolos dari mata Bunda tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
" Sampai aku menemukannya menjawab sambil berserakan air matanya.
Lang turut bersedih kalau mengingat kejadian itu, karena kesalahannya membuat Bundanya, selalu merasa bersalah pada sahabatnya.
" Bunda Maafkan Lang ya Bun", sambil mengusap air mata Bundanya.
"Ayo kita semua Berangkat" kata Senja supaya Tantenya tidak sedih lagi.
Mereka menuju bandara. mengunakan dia Mobil.
Sampai di bandara Langit mendekati Bintang, karena Bintang tidak seperti biasanya dia seperti sedih, tidak bersemangat, entah apa yang terjadi padanya.
" Bintang Maaf ya yang semalam" kata Langit.
" Ya... " cuma itu yang keluar dari mulut Bintang dan pergi menuju teman temanya.
Lang merasa kesal karena Bintang, mengucapkan ya saja.
**Minta tolong pembaca setia karya ku Biar bisa lulus kontak, tolong bantu like, komen dan Vote ya Terimakasih.
__ADS_1
Semoga setiap hari bisa selalu Up terus**.