Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
110. Monik Terbungkam.


__ADS_3

SELAMAT SORE


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Ikut saja tetapi pakai mobilmu sendiri " ucapan Angkasa membuat Nana manyun.


" Oke aku ikuti kamu dari belakang ya " kata Monik kegirangan.


" Kok cemberut cantik Jagan cemburu ya, aku cuma mau memberi mereka pelajaran di kafe Bintang supaya tidak pernah merendahkan Adikku, dan hanya kamu yang membuat hati seorang Angkasa berdebar" Bisikan Angkasa membuat Nana terbengong antara percaya dan tidak.


" Ayo buruan kalian berdua, eeh malah pacaran " panggil Senja.


" Kakak Nana duduk di depan ya dekat pak kusir, supaya pak kusir tidak di tempel sama ulat keket, kakak Nana saja yang Nempel " goda Bintang pada Nana.


" Hiss apa An sich kalian panggil kakak segala dech " Omel Nana yang malu bercanda sahabatnya, tepatnya malu dengan Angkasa.


Mereka akhirnya sampai juga di kafe, kafe yang dulu kecil sekarang menjadi 3 lantai yang lantai paling atas tempat Mes karyawan yang dari luar kota, kafe Bintang menjadi sangat besar, menjadi kafe utama, setelah banyak cabang di dalam kota maupun di luar kota, Lena lah yang sering datang berkunjung ke cabang kafe, sebagai manajer kafe.


" Waoo bagus banget kafenya, aku setiap di ajak kesini selalu tidak jadi, karena sibuk tidak menyangka bagus banget kafe kamu Angkasa desain pas " kata Monik kagum dia kira ini punya Angkasa.


" Kamu suka, ayo kita masuk makanlah sepuasnya bersama teman-teman kamu Monik " Ucap Angkasa sambil melirik Bintang, belum tau dia Owner nya yang kalian hina seperti sampah.


" Serius Angkasa, oke aku akan kabari mereka semua " langsung mereka menghubungi teman-teman mereka mumpung gratis.

__ADS_1


" Kamu telepon semua temen kamu, untuk kesini bilang saja gratis untuk hari ini, kalian siapkan menu spesial khusus hari ini " ucap Angkasa.


" Kalian lakukan sesuai perintah Angkasa ya, aku mau keruangan ku Ayo Nana, dari pada panas nanti di sini " Ajak Bintang. Sedangkan Senja Biasa selalu membantu mbk kasir dan sambil ngerumpi.


" Bintang kenapa? kakak kamu mengundang semuanya gratis apa maksudnya "tanya Nana.


" Sudah ikuti saja, bentar lagi aku rasa ada tontonan menarik Nana cepat Hub Niken pasti dia ngambek kalau kelewatan " Kata Bintang, Nana langsung WA, niken, setelah jam kuliah Niken segera meluncur ke kafe.


Niken langsung tancap gas setelah mata kuliah selesai, dia tidak mau terlewatkan .


" Niken sudah Otw Bin, seneng banget dia kalau mendengar akan ada huru-hara.


Kafe Bintang hari ini rame sekali seperti ada Acara Nikahan saja karena Monik bilang bahwa calonnya yang mengundang dan kafenya teman sekampus Bintang juga banyak yang datang.


" Hari ini gratis ya makan sepuasnya besok-besoknya bayar ya " Dengan Percaya diri seolah tuan rumah Angkasa hanya tersenyum sini yang penuh arti.


" Mantap masakannya semua masakan ada mau lokal juga ada " setiap orang memuji kafe Bintang.


" Benar-benar tajir keluarga Samudera,Angkasa sudah ganteng baik lagi " ucap salah satu teman Bintang.


" Iya bersyukur Bintang menjadi anak angkat mereka , coba aku keren dech" celetuk temanya lagi.


Sedangkan Monik sibuk berfoto dengan teman temannya, ada yang tidak tau malu juga minta bungkus Bintang dan para sahabat hanya geleng-geleng.


" Katanya tajir, makan dapat gratisan pada senang eeh minta bungkus lagi celetuk Niken yang baru tiba di kafe " dan semua tertawa sahabat tukang protes datang.


" Bintang bubarin saja mereka Bin, merusak pemandangan kafe " ceplos Senja.


" Kita tunggu saja apa yang akan kakak ku perbuat, nanti pasti kalian seneng dech, kalau aku sebenarnya kasihan sama Monik kalau kakakku sudah bertindak, buat pelajaran buat dia, aku juga bukan Bintang yang dulu yang selalu tertindas " sambil tersenyum licik" semua sekarang merasakan memang Bintang berubah drastis.


" Ayo kita ke depan kita lihat apa yang terjadi kayaknya seru dech " kata Niken.

__ADS_1


Setelah mereka di depan, melihat dari dekat, Angkasa Bintang mulai bersuara, karena memang menunggu kedatangan mereka untuk menyaksikan Angkasa beraksi. Angkasa sudah menyuruh pegawai Bintang dan pengawalnya semua dia kerahkan untuk menyiapkan pengeras suara dan lainnya.


" Ehemm boleh minta waktunya sebentar, saya mau memberitahu yang sebenarnya Owner dari 3Dara bukan aku emm jadi kalian bilang makasih nya sama dia ya, dan dia merintis kafe ini dari nol tanpa bantuan siapapun, jadi kalian dengarkan pesanku ya jagan merendahkan orang, semua orang sukses bermodal dari O, kalau seperti aku yang semua kecukupan, aku juga punya usaha yang dari O karena pencapaian yang kita raih sendiri tanpa bantuan orang tua sangat membanggakan diri sendiri " sambil terus menatap Monik.


" Siapa pemilik sebenarnya Angkasa kita jadi penasaran atau calon istri kamu nanti " celetuk salah satu mahasiswa.


" Iya salah satunya dari ketiga Dara itu calon istri nunggu dia selesai dia kuliah langsung aku halal kan " berucap sambil melirik Nana.


Nana sampai tersedak dengan minumannya mendengar ucapan Angkasa yang akan menghalalkan setelah lulus kuliah.


" Ehem tuh sudah dapat pernyataan , Kakak ku tuh orangnya aneh Nana, tapi sudah tau kan di antara tiga Dara haha" goda Bintang membuat pipi nya seperti kepiting rebus.


" Ich kalian dia belum bilang langsung kok, mungkin saja hanya di depan mereka bilang seperti itu " sangkal Nana.


Sedangkan Monik sudah terbakar cemburu dan emosi membara karena Angkasa sudah punya pilihan nya sendiri.


Brengsek, siapa orang itu, aku tidak akan membiarkannya mendapatkan Angkasa " kata Monik penuh emosi.


Sedangkan semua berfikir pasti salah satu pemilik kafe adalah Monik karena tadi yang mengundang Monik, dan pasti yang menyuruh Angkasa mereka pasti pasangan, tebak mereka.


" Monik kamu pasti dari salah satu tiga Dara kan, ini kamu usaha dari nol wah keren kenapa? kamu tidak bilang kita pasti akan datang terus ke kafe ini, sudah keren makanan minuman rasanya pas, mantap " celoteh sahabat sahabat Monik, membuat Monik semakin terbakar cemburu dan emosi.


" Cukup....!"


" Diam...!!! bisa diam kalian " Monik emosi ke semuanya membuat para sahabatnya kaget.


" Kamu kenapa? Mon, kenapa? marah-marah, apa? salah kita Mon " ucap sahabat Monik bingung.


IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏


__ADS_2