Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
70.Cemburu Buta.


__ADS_3

SELAMAT MALAM SRMUANYA.


Bintang menangis saat Nana dan menunjukan Foto dan video pernikahan Linda dan Andra. Harusnya dari kemarin Marin mereka secepatnya menikah tidak harus di tunda tunda.


" Beb..! kenapa? menangis maaf ya harusnya aku tidak melihatkan video ini? kekamu kalau kamu sedih Maaf ya Beb " Mana mengelus kepala Bintang merasa bersalah pada sabatnya padahal baru sembuh.


" Aku juga ya Bin, au kira kamu sudah moveon, eeh ini malah nangis kita harus gimana? dong? " Niken ikut bingung dengan Nana melihat Bintang tersedu-sedu.


" Bin... Jagan menagis nanti Bang Langit Bangun kita pasti kena marah dikira kita nyakitin kamu" ujar Senja.


" Iya Cup cup But Bosku yang cantik masih gantengan Kak Langit, dan lebih tajir baik, orang tuanya juga sangat menyayangi kamu " ujar Lena.


Membuat Langit yang memejamkan mata terbangun, dan kaget melihat kekasihnya menagis tersedu-sedu.


" Sayang....! kamu kenapa? Sayang..! kalian Apakan Bintang Jawab " Teriak Langit pada Mereka berempat sudah beku sangat menyeramkan saat Langit marah.


" Kita tiiiid.. " ucapan Senja terpotong ucapan Bintang.


" Mereka tidak salah hanya saja aku menangis bahagia kok, bukan menangis sedih " Jawab Bintang.Bintang menangis karena ikut merasakan bahagia dan terharu saat melihat sahabat menikah.


" Serius kompak mereka berempat " karena mereka tadi sangat ketakutan di terkam Langit.


" Iya kalian kenapa sich mikirnya aku belum Moveon saja " jawab Bintang membuat Langit penasaran dan merasa cemburu dengan siapa? dan siapa yang sedang mereka Bicarakan.


" Eehemmm"


" Sayang" Panggil Langit.


" Sayang Siapa yang Moveon " tanya Langit yang terlihat cemburu entah pada siapa yang dia cemburui.


" Oohh ituuuu dulu waktu masa putih abu abu kok Bang " cengir Bintang yang melihat aura aura kecemburuan dari tunangannya.


" Yakin tidak ada rasa yang tertinggal, terus kenapa ini dan sampai segitunya menangis kalau cuma masalalu " Sindir Langit sambil menghapus air mata di kedua pipi Bintang yang masih tersisa.


"Iya yakinlah memang tidak ada, cuma tangis seneng saja " Sewot Bintang.

__ADS_1


" Kok aku ragu ya " Jawab Langit. seperti biasa membuat Bintang emosi.


" Serius Bang..! kenapa? tidak percaya sama aku! Oke kalau begitu " kata Bintang mulai geram dengan tingkah posesif Langit.


" Gaes bisa minta tolong, aku lapar tolong dong aku minta di suapi " ucap Bintang.


" Kamu minta di suapi Bang Langit atau kita " tanya Senja, karena takut di semprot Abangnya yang lagi galau penuh cemburu.


" Kalian aja, aku ogah sama orang yang cemburu buta " Sindir Nya pada Langit.


" Aku keluar karena tidak dibutuhkan " ucap Langit meningalkan kamar Bintang.


" Abang.... Heiii mau kemana? iich kolokkan dech " teriak Senja memanggil Abangnya.


" Sebenarnya bukan Salah Bang Langit dech Bin, siapapun kalau melihat kamu menagis kayak tadi ya seperti orang yang tidak rela mantan kekasihnya menikah " ucap Nana. menjelaskan seandainya di posisi Langit.


" Iya Betul Bu Bos, aku sendiri saja berfikiran seperti itu apalagi tunangan pasti cemburu banget " Ucap Lena.


" Aduh Abang Langit keluar kita susulin ya takut bunuh diri di pohon cabe " Gurau senja mencairkan suasana biar tidak tegang.


" Aku ikut ya, pakai kursi roda " ucap Bintang setengah memaksa.


Mereka Mulai menurunkan Nintang di kursi Roda, Nana dan Niken mendorong Lena memegang infus dan Senja membukakan Pintu.


Tetapi saat Di luar mereka berempat sangat terkejut melihat pemandangan di depan mereka.


" Abang....! " Panggil Senja dan Bintang hampir bersamaan.


" Sedangkan Bintang sudah meneteskan air matanya melihat perempuan cantik dan bodynya seperti model sedang memeluk tunangannya yang kata nya Alergi cewek, runtuh sudah kepercayaan Bintang, tentang semua cerita itu.


" Na tolong Antar aku kekamar ya dan tolong HP aku aku mau telpon Mom end Dad ucap Bintang" kecewa itulah yang di rasa Bintang.


" Kalian Berdua temani Bintang Nana biar sama aku bereskan pelakor ujar Senja karena mereka berdua sama sama Bar bar.


" Bagus ya Bang, tunangan sakit eeh di sini main peluk pelukan, nyesel aku bantuin Bintang mengejar Abang yang lagi ngambeng malah melihat adegan romantis " Sindir Senja dan Membuat Lang melepaskan pelukan temannya.

__ADS_1


" Semua tidak seperti yang kamu fikirkan Senja!.. dimana Bintang, pasti dia salah faham " Langit berfikiran pasti Semua dia selingkuh.


" Kamu pasti adiknya Langit " yang imut itu ya. sapanya sok kenal.


" Lang tunggu kamu mau kemana? ayo temani aku ke orang tuaku " katanya sambil muka manja.


" Maaf aku gak bisa, urusanya lebih Urgent dari pada semuanya " langsung meninggal kan menuju kamar Bintang.


" Jagan di kejar, maaf ya kamu siapa? aku tidak kenal jadi jagan sok kenal sok dekat " ucap Senja sinis pada perempuan yang seperti ulat Bulu.


" Oh ya tante sebaiknya jauhi Bang Langit cari mangsa yang lain saja Bang Langit sudah punya pasangan " Ucapan Nana menbuat wanita di depanya geram.


" Kalian berdua harus tau ya, aku Gisela" teman dekat Langit waktu kuliah dan hanya aku...! yang bisa dekat dengan Langit " kata penuh penekanan dia ucapkan supaya mereka tidak meremehkan.


" Oooh cuma Teman toh " kompak mereka berdua meledek perempuan di depanya semakin geram.


" Kalian ya tidak tau sopan santun, seperti tidak berpendidikan saja " hina gisela pada mereka berdua.


" Hiss dasar ulat bulu, ngaca dong udah tua, masih mau mengejar pasangan orang lain, seperti nya kamu salah sasaran dech. hina Senja pada Gisela.


Saat beradu mulut datanglah Bunda Maya dan Tante Berliana. menghampiri mereka.


" Sayang kamu kenapa marah marah nanti cantiknya hilang loh nak " goda Berliana pada mereka berdua.


" Hallo Bunda apa kabar? masih ingatkan aku Gisela tan teman dekat Langit waktu kuliah " menjelaskan Statusnya juga membuat Berliana geram pada perempuan di depannya, karen dia paling benci pelakor dan ulat bulu.


" Ngapain kamu di sini bukanya kamu tinggal di sana? " Bisa gawat ini kalau sampai Bintang tau, Langit kan bisa bersentuhan sama si uget uget ini haduh batin Maya.


" Papi aku sakit tante! tadi papi mau ketemu Langit, Baru mau ketemu, mereka datang rame rame terus marah hina hina aku " mengadu ke Bunda Maya.


" Maksudnya datang rame rame?? " Tanya Berliana.


" Bintang melihat mereka pelukan tan, dan ngak tau sekarang, aku menghadang ulat bulu ini biar tidak mengikuti Bang Langit mengejar Bintang yang lagi Nangis " Cerita Senja membuat dia wanita itu terbelalak.


" Waah ini tidak bisa di biarkan ini kata Berliana menuju kamar Bintang, Maya mematung apa yang di takutkan sekarang sudah terjadi belum sempat dia cegah, ya Alloh gimana ini Bang kamu ceroboh sekali apalagi pelindung Bintang sekarang keluarga Samudra " Bantin Maya.

__ADS_1


Sudah Dulu ya...


Bagaimana? nasib Langit nanti di tangan keluarga Samudra, semoga ada yang membantu.


__ADS_2