
...Asalamualaikum...
...Selamat Malam semua pembaca Novel ku....
... Bagaimana, kabarnya semoga selalu di berikan kesehatan semua ya ππAmin....
...Hari Ini Akan UP lagi ceritanya. Biar Author nya tambah semangat beri dukungan ya, ya dengan memberikan....
...Like...
...Vote...
...Favorit...
...Syukur di kasih, Hadiah....
...Boleh juga Komentar ya....
...Terimakasih....
Lanjut lagi Membacanya, yang Masih penasaran, tentang siapa Bintang, ikuti terus ya....
*************
" Paman!. spontan Bintang memangil pamannya.
"Tiba-tiba Bibinya langsung, menyambar, dasar anak tak tau di untung, menyusahkan.Betapa Sedihnya Paman mencari mu ke sana kemari. hah. karena kuatir, ganti nomer, biar tidak Bisa di hubungi.
"Betul itu Mah, gak tau Terima kasih, kata Nina. lihat penampilannya kaya gadis malam.
"Sudah lah Ma. Nina Diam, Hardik Paman. menahan marah.
"Bagaimana Kabarmu Nak?? tanya Paman, dan sambil berkaca kaca, apa kamu sehat, dan tidak kekurangan, di luar rumah.
"Alhamdulillah, Bintang Sehat Paman. Paman kapan baliknya dari luar kota.Bintang kangen Paman, hiks hiks.... tanpa memperdulikan Bibirnya yang melotot, dan Nina, langsung memeluk, Pamannya,Karena sangat, merindukannya.
"Maafkan Bintang, Paman, Keluar dari rumah tidak Izin Paman. Kalau Izin pasti sama Paman tidak Boleh..ucap Bintang sambil menangis di pelukan pamannya.
"Hmmm, jawab Paman dengan Nada kecewa.
"Ayo kita sambil duduk, dan makan Ajak ke dua temanmu Nak..ikut Makan.
Mereka makan di Resto, dan Paman, hanya diam, sambil terus melihatku, apa yang Paman pikirkan, aku juga, gak tau.
Semoga Paman percaya dengan ceritaku.
"Bintang, panggil pamanya.
Sambil menghela Nafasnya yang Berat.
Paman kecewa Nak, sama Kamu, Tapi... semua kamu yang memutuskan.
"Kamu sudah dewasa, kamu juga sudah berkerja, sudah tidak butuh Paman lagi.
Untuk tabunganmu dari SMA, besok Paman Antar ke Kafe ya .
Semoga kamu selalu bahagia.
"Tolong ingat pesan Paman, Jagan mudah percaya, sama yang namanya kebaikan, apalagi, dari orang yang baru kamu kenal. ya..pesan Pamannya.
"Hiks hiks..."
"Maafkan Bintang Paman. sudah membuat Paman kecewa.iya Paman, Bintang selalu ingat pesan Paman.
Dasar, si Bintang Caper depan Papi, awas aja kamu ngadu, ke papi, kalau kamu di usir mami, dari rumah,
aku sangat membenci mu Bintang, karena kamu, papi, lebih sayang kamu, dari pada aku.
semoga, tidak akan kembali ke rumah, sambil sinis melihat Bintang yang memeluk Papinya. .
__ADS_1
"Nana, Lihat Muka adik sepupu, Bintang, dan Bibinya, persis kayak Mak lampir, yg akting, jadi ibu peri. Bisik Niken, ditelinga, Nana.
Iya Harusnya Si Bintang Bongkar saja, dan Bilang Apa adanya.malah di tutup tutupi terus.
"Bintang sayang Ponakan Bibi, Jagan menangis, ya, yang penting kamu bisa jaga diri, hidup di luar ya.
"Iya Bibi. jawab Bintang.
"Drama Bisik Nana. ke Niken
"Paman Hari hati pulangnya. sambil mencium ke dua tangan paman dan bibinya.
"Bin"
"Bintang"
"Kenapa, kamu gak, ngomong jujur saja, Pas tadi, Bin. bilang saja kamu di usir, dari SMP, kamu di perlakukan kaya pembantu.Pamanmu harus tau, kasihan lihat Pamanmu, sedih, kecewa sama kamu Bin..
"Hiks hiks,,,"
"Aku gak tega, Na, lihat Paman, harus sedih, kalau tau nanti yang sebenarnya, Biar aku saja yang mengalah.
Biar saja' Paman membenciku Asal jangan, membenci Bibi dan Nina...
"Hati kamu Baik banget sih Bin,"
Ketiga sahabat saling berpelukan. tapa menyadari, ada yang mendengarkan pembicaraan, mereka, setelah mendengar semua, seperti sangat kecewa dan menangis, sambil berlalu.
Hari Minggu Pun tiba...
Kafe sangat rame, Bintang masuk pagi, hari ini. banyak pengunjung kafe.
"Bin, di panggil keruangan pak Arya."
"Ada Apa Lena, apa aku berbuat salah. aku jadi takut Lena, semoga ndak ada masalah.
" Enak Kakak sepupunya Nana, yang pegang Kafe ini, sejak beliau pindah, kafe ini di pegang, adiknya Bos, yaitu Pak Arya, yang jahat, judas, pokoknya haduuuh. ucap Bintang kepada Lena.
Tok..
tok
tok.
Masuk saja..
Apa Pak Arya memangil saya???...
Ya..
"Buatkan aku sarapan, sama minuman yang biasanya. cepat gak pakai lama. kamu yang harus masak sendiri." Jagan membantah kata Arya.
"Tapi Pak, kafe lagi rame, yang lain keteteran. kalau saya tinggal masak.
"Kamu melawan perintah ku, mau aku pecat kamu hahh.".
"Maaf Pak Arya, jawab Bintang.
"Iya saya Buatkan, saya permisi." sambil meninggalkan ruangan.
Hiss, sumpah ya, pingin, aku kasih Sianida. orang ini. lagaknya masha Allah. gerutu Bintang dan masih di dengar Arya.
" Kenapa sich Bin.
Kok cemberut gitu, ngedumel lagi. Bin. tanya Lena.
"Bos mu itu, minta mesti, aneh-aneh.
sudah tau kafe, lagi rame, masa minta, aku masakin dia, apa coba, resek... menyebalkan.
__ADS_1
Hahahahaππππ Roman roman nya, dia naksir kamu dech Bin.
"Hais, Jagan sampai dech". Len.
"Tapi hati-hati, Bin, tunangannya, jahatnya kayak nenek lampir. takutnya di kira kamu pelakor.
"Hiss, aku gak sudi. Len. bisa mati muda, punya pacar kayak gitu.gerutu Bintang.
"Waah, kayaknya harus lapor mbk Widi Nich, biar tau rasa tuh, si Bintang hahaha, di hancurkan sama mbak Widi.
Ternyata ada yg menguping, pembicaraan, Bintang dan Lena. dan sambil senyum senyum, berencana, mengadukan, Bintang, biar di pecat.karena, sejak ada Bintang doa merasa tersaingi.
"Maaf Pak Lama, masaknya, soalnya Dapur nya gantian. ini silahkan di makan Pak, mumpung masih panas.
"Gapapa, santai saja Bintang. sini, temani saya makan, duduk kamu.Nurut, atau saya pecat kamu..
"Ya Pak."
Bener benar orang Ini,. rasanya pengen aku cekek, suara hati Bintang.
"Kamu sudah putus sama pacarmu, yang anak Mama itu kan. gak pantas dia sama kamu Bin, kamu cantik, masih bisa cari yang pantas buat kamu. dan Bisa cari yang lebih kaya juga.
Sambil memegang tangan Bintang.
"Maaf Pak saya mau kerja lagi, ya.".
"Kenapa?? Hmmm.."
"Kenapa Baby, sama aku saja, ya, apapun yang kamu mau bilang sama aku ya.mau kan jadi kekasih rahasia ku. sambil memegang tangan Bintang.
"Maaf Pak Jagan seperti ini. takut ada yang lihat nanti salah paham. dan ada yang, bilang ke Mbak Widi.
"Maaf Pak saya Tidak Bisa, saya juga perempuan Pak."
"Asal kamu nurut, Widi, gak bakal tau baby." Ucap Arya menggoda Bintang.
"Heiii aku belum selesai, kok kabur, "Bintang.
Huft lokos juga.
"Jam pulang. Aku ganti dulu ya."
"Bin, di cari om om. dia bilang Pamanmu."
Oke nanti aku ke sana ya tolong Bilang.suruh tunggu.
"Bintang Sayang nya Paman."
Tiba tiba Paman, memelukku sambil menangis. sangat erat, dan menciumi rambutku..
"Paman? Panggil Bintang.
"Maafkan Paman. Bintang. Maafkan...Paman"Bintang.
"Paman tidak bisa menjagamu.Paman... sambil terus menangis, memeluk Bintang.
Ternyata, Ada yang melihat, mengepalkan tangannya munafik. sok suci.. malah sama Om Om.... haisss...
Awas kamu yaa......tunggu saja... ucapnya sambil melangkah pergi.
"Sudah dulu ya UP hari ini, semoga suka dengan alur cerita Novel Ini bantu dukung author ya biar semangat Nulisnya, biar banyak UPnya setiap Hari. Degan cara:
Like.
Vote
komentar
Terimakasih ππ.
__ADS_1