Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
119. Om Diki Super Hero.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Bagaimana Gandi nyerah atau masih menyangkal kalau kamu tidak salah " Sindir Diki.


" Achhh " suara tembakan dan suara teriakan kesakitan seseorang.


" Mila..... " Teriak Seno dan juragan.


Dia ingin menembak Seno tetapi dihalagi oleh Mila adik kesayangganya. Sang juragan begitu menyanggi adik satu-satunya.


" Harusnya kamu yang mati bedebah, bukan adik kesayanganku hiks hiks..." Sambil menuding Seno. dia meraung menagisi adiknya yang berlumuran darah yang langsung di angkat Seno ke Helikopter ke RS terdekat arahan dari Mr Diki.


" Jagan bawa adiku bedebah Jagan bawa adikku "teriaknya pada Seno, tetapi tidak di hiraukan ketika dia mau mengejar Diki dengan sigap memerikan pululan yang sangat keras.


" Ringkus mereka semua bawa ke Markas, menentukan hukuman mereka " aku yang akan mengurus semuanya di sini, sebagian kalian kembalilah ke markas " Siap Mr jawab mereka.


" Bintang dan kalian nanti Om antar sampai rumah, Om gak mau terjadi apa-apa lagi padamu sayang " membelai dan memeluk Bintang karena dari Hamil muda Dikilah yang selalu di dekat Berliana.


" Om Diki, kesayangan aku, terimakasih banyak, kalau Daddy tau, kalau princess nya di peluk Om gimana ya Om haha" Bintang jail ke Omnya.


" Kamu nakal ya princess sama Kaya Angkasa ya, aku culik kamu nanti ya, Biar kalang kabut dia " Ancam Om Diki sambil mencubit Pipi Bintang.


" Dasar gadis gak bener, kemarin nyari Alam, sekarang mepet sama Om om, gak banget ya dasar gadis kota, Paman Dan Bibi mau menjadikan dia menantu Hais "ejek Lilis.


" Jaga Mulut kamu ya gadis kampung kalau gak tamat riwayatmu seperti bandot tua entah apa yang akan terjadi padanya" ucap Senja mengancam Lilis.


" His aku gak takut, kamu sama seperti sahabatmu itu simpanan Om" Om cecar Lilis.

__ADS_1


Terdengar suara tamparan mengema dan teriakan kesakitan.


" Auuuuh sakit berengsek umpat Lilis " sambil menahan sakitnya.


" Jaga ucapanmu kalau tidak aku potong lidahmu yang tajam menghina keponakanku tersayang marah Om Diki mwncegram rahang Lilis. Kalau dulu Bintang pasti melarang tapi kalau sekarang , semakin mengompori secara tidak langsung.


" Bintang benar-benar berubah Ya Nana, seperti orang lain saja, dulu pasti meminta untuk memaafkan yang menyakitinya kalau sekarang sebaliknya " Ucap Senja.


" Iya aku juga dari kemarin- Marin berfikiran seperti itu, mungkin Itu yang harus Bintang lakukan untuk menjaga dirinya sendiri tidak lemah seperti dulu, selalu ditindas " cerita Nana.


" Potong saja Om biar dia kapok, tidak nyinyir terus jadi orang " ejek Bintang pada Lilis.


" Maaf tuan maafkan putri kami, kami berjanji akan mendidik Lilis lebih baik lagi, asal beri Lilis kesempatan " ucap Ayah Lilis, dia tau putrinya jahat tetapi tetap putrinya dia harus berbuat sesuatu.


" Minta Maaf sama keponakan ku, kalau dia memaafkan aku juga memaafkan " ucap Diki sinis.


" Bagaimana princess, kamu memaafkan gadis sialan ini" tanya Om Diki.


" Dia gak penting Om, kita urus saja para istri juragan yang akan menjadi janda nanti " ucap Bintang menjadi teringat.


" Masalah ini biar di urus keponakan Om, sayang.


' Om bagaimana kalau bapak dan Ibu saja yang memegang peternakan ini mereka selama ini yang selalu mengerjakan di akui saja sama jurangan taunya hanya printah saja " Cerita Bintang.


" Oke Om ikut saja apa yang kamu inginkan pasti yang terbaik "kata Diki .


" Kita semua setuju kalau pak Budi menjadi kepala peternakan kata Pak RT.


" Tolong Anda kumpulan semuanya, supaya saya bisa berbicara pada semuanya mengenai pergantian pemimpin kalian semua " ucap Om Diki.


" Siap Tuan " ucap Pak Rt " Langsung memanggil semua pegawai peternakan.


" Mohon maaf sebelumnya Tuan, tapi saya takut tidak mampu untuk mengemban tugas ini, ilmu saya masih kurang Tuan " ucap Pak Budi merendah, sebenarnya kalau di banding juragan Pak Budi lebih handal.


" Saya tidak butuh orang pandai saya butuh orang jujur dan baik seperti anda Pak Budi, saya saja tidak tau kalau peternkan ini di buat tempat Asusila oleh juragan jahanam itu " Ucap Diki.

__ADS_1


" Kan Bapak bisa di bantu mas Alam nanti, jadi bapak tidak sendiri, sayang mas Alam tidak ada ya pak " Celetuk Bintang.


" Iya Non Bintang Alam sedang ke kota mencari makanan ternak yang lebih bagus " ucap Pak Budi.


" Lah itu bagus mencari yang bagus, bukan yang murah ya kan Pak Budi, saya suka pemikiran Anda " Ucap Om Diki.


Semua berkumpul mendengarkan Ucapan Om Diki, yang berwibawa walau usianya yang tidak muda lagi, tetapi masih terlihat gagah dan menarik.


" Ehem biasa kali lihatnya ini sampai ngeces, ingat Ada kakak ku Angkasa " Sindir Bintang pada Nana sahabatnya.


" iich Apa'an sich Bintang, Jagan aneh-aneh dech awas yang Jagan bilang sama kakak kamu ya " Ancam Nana sambil malu-malu tertangkap basah sama calon adik iparnya.


Senja dan Bintang menertawakan Nana yang malu.


Sedangkan Pak Budi mendapatkan semua Fasilitasnya sebagai kepala Peternakan.


Ibu tidak menyangka kalau akan mendapatkan semua nya, rumah bagus mobil dan seorang pembantu.


Bintang juga, mengadakan kerja sama, dengan Pak Budi, untuk pemasok Kafenya.


Setelah semua selesai Bintang datang ke villa untuk berpamitan pulang lebih dulu dengan kedua sahabatnya.


" Ayo princes, keburu di lacak Daddy mu sayang nanti bisa marah besar, bisa-bisa kamu di umpetin dari Om, misi kita tidak berhasil " ucap Om Diki.


" Ini sudah selesai Om ganteng aku dan Om terbaik aku " sambil memberikan lambang Love di tanganya. Membuat Diki terpana, coba kamu bukan anaknya AL sudah aku culik kamu princees, kamu membuat Om mengalami cinta ke dua, yang Om tidak bisa menghindari hais perasaan apa ini,Berliana Bisa marah besar kalau tau batin Diki.


" Ayo Om berangkat hadeh, malah melamun sich di Panggil-Panggil tidak dengar, Hayo mikirin siapa? Jagan Bilang Mikirin Mom " Goda Bintang, mendapat cubitan di pipinya, ulah Sang Om.


Mereka sudah sampai di depan kediaman Mansion Bintang, Diki lalu berpamitan.


Mengingatkan lagi Bintang untuk lebih berhati-hati kepada orang baru yang melekat padanya kemanapun harus ada pengawalan dan Om Dikipun sekarang turun tangan untuk menjaga princess kecilnya.


**Om Diki selalu membuat penasaran.


Ikuti terus ya kisah Cinta Bintang.

__ADS_1


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏**


__ADS_2