Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
111. Kejutan.


__ADS_3

SELAMAT PAGI


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Hello semua yang mau tau mendekat kemari karena mereka ada di sini, Jagan bergerombol di sana ya " ucapan Angkasa otomatis membuat mereka yang bergerombol di dekat Monik bubar dan penuh tanda tanya? berati bukan Monik dong, wah pantas saja dia tadi marah sekali batin salah satu teman Monik.


" Sebenarnya kalian sudah mengenalnya, cuma kalian tidak bisa membedakan mana berlian yang asli mana yang imitasi dan sebelum bilang seseorang seperti sampah busuk, harusnya berkaca siapa yang busuk dan siapa yang pantas " Karena tersulut emosi Angkasa menghentikan ucapannya , meredakan dengan meminum yang di berikan oleh Nana, membuat Angkasa kembali tenang.


" Inilah pemilik Kafe ini jadi berterimakasih lah kalian padanya. 3Dara kemari Jagan ngumpet terus " canda Angkasa pada ketiganya.


Bintang Nana Niken dan di ikuti Senja di belakangnya.


Semua kaget dan rasanya tidak percaya kalau, Bintang yang selalu terhina ternya pemilik kafe yang mereka puji-puji interior, makanan dan minumannya sangat enak dan mereka dapat makan gratis.


" Hah serius mereka pemilik kafe, dan apa benar Bintang bukan anak pungut bagaimana? ini kata Monik dia anak pungut yang namanya saja sama dengan adik Angkasa " resah gelisah mereka semua campur malu kepada Bintang dan sahabatnya.


" Pantas saja tadi si Monik marah, ternyata dia juga tidak tau " kita kan jadi tidak enak sama Bintang walau kita tidak dekat, kita kan satu kelas " teman satu kelas sama Bintang.


" Sudahlah kita kan tidak pernah menyakiti Bintang, jadi kita masih aman semoga " ucapnya takut mereka kena imbas dan di sakiti kelurga Samudra.


" Monik, jadi kafe ini milik Bintang? kamu kok diam saja sich gak kasih tau sich " cecar teman Monik.


" Diam dech ayo kita pergi saja, aku sudah muak dengan mereka " jawab Monik merah padam menahan Emosi.


" Eeh ntar dong Mon, kalau lo pergi sekarang lo bakalan malu dech Mon, Jagan tunjukan lo kalah dong Mon kita tetap di sini " ucap salah satu teman Monik.


" Bener itu Mon, kamu gak ingin tau di antara mereka mana? yang calon Angkasa saingan Lo " ucap sahabat Monik lagi.

__ADS_1


" Oke aku bertahan walau aku sudah muak dengan mereka, dan Angkasa begitu membela Bintang, akan aku adukan pada papa , aku di permalukan, dan kalian rekam kalau aku di permalukan, langsung kirim ke papa " permintaan Monik pada temannya.


" Beres soal itu, gak usah lo suruh Mon " jawab sahabatnya yang sama jahat dengannya.


" Siapa yang selama ini menyakiti Bintang, yang bilang Bintang sampah sampah aku rasa mereka hadir juga, ehh tapi mana ada mereka mengaku hahaha " tawa Angkasa menggema dan sangat mengerikan.


" Mulai hari ini, kalian Jagan pernah menghina atau menyakiti, kalau tidak kalian akan di hancurkan oleh keluarga Samudera, karena Bintang, dan perlu kalian ingat darah yang mengalir di tubuh Bintang adalah darah Samudera yang artinya dia bukan anak pungut melainkan anak kandung, dan putri satu-satunya.


Tanpa mereka duga keluarga Samudera berkumpul dan para sahabat keluarga Samudera juga jangankan mereka Angkasa Bintang dan semua juga kaget.


" Benar yang di ucapkan Putra ku aku tau selama ini kalian ada yang selalu merendahkan putriku, menyakitinya secara lahir dan batin, aku ingin sekali membuat kalian hancur, kalian tau siapa AL bukan penghancur untuk orang yang menyakiti keluarga Samudera, tetapi Putriku mempunyai hati pemaaf maafnya seluas samudera.Berterima kasihlah padanya kalian tetap baik baik saja.


Sepertinya putra ku kangen dengan kedatangan kita semua, maaf putra ku rahasia kamu bocor sampai kanada lakukanlah kita merestui "


"


" Oh ya lupa, kebetulan kalian berkumpul juga aku akan melakukan yang selama ini menjadi pertanyaan kalian " Angkasa Langsung mendekat ke arah tiga Dara dan berjongkok di depan mereka sambil mengambil sesuatu kantongnya dan semua mata terbelalak dengan apa yang di lakukan oleh Angkasa.


" Nana Karina maukah kamu menjadi kekasih dan tunangan ku, dengan di saksikan kedua orang tua kita aku memang bukan pria romantis tempat saja numpang di tempat adikku, aku jadi aku akan menjadi pria yang bertanggung jawab " ucap Angkasa Lantang.


" Nana ayo bilang Terima " Seru Senja.


" Ayo kakak ipar keburu di ambil pelakor luh " ucap Bintang.


" Ayo Beb tinggal mengantuk saja kalau malu" kata Niken.


" Buruan dong, apalagi ini di depan Monik si sialan itu, biar dia mati kutu " ucap Lena.


" Sayang ayo bilang iya teriak mamai Ayu" pada Nana.


" Calon mantuku mungkin shock " kata Berliana.


" Iya Aku mau " sambil tersipu malu.


" Yes" teriak Angkasa sambil melompat dan mendapat toyoran dari Abangnya.

__ADS_1


"Biasa aja dek, segitunya " Ejek Awan gemes sekaligus iri karena keduluan kedua adiknya.


" Dasar Abang Jomblo iri bilang Bos, abang tau gak sich mau mengungkapkan isi hati, lebih susah daripada bertarung dengan musuh " Jawab Angkasa.


" Benar sekali itu, aku aja masih belum berani " Awan keceplosan dan terdengar oleh Angkasa Dan Bintang.


" Waah Mom bentar lagi juga ada yang akan Nikah langsung tanpa lamaran ini, karena nggak mau keduluan " kata Bintang Bilang sama Mom end Daddy.


" Waah seneng dong mommy kalau begitu mansion tambah ramai " jawab Mom Berliana.


" Jagan lama-lama ya Mom, keburu timang cucu loh " seloroh Senja.


" Huss masih kecil tau apa" tegur Awan, pada Senja.


" Tau banyak lah cara bikin anak " cerocos Senja mendapatkan timpukan dari sahabatnya, kalau bicara tidak pernah pakai filter Senja.


Hahahah😄😄😄 tawa mereka riuh.


Beda sama group Monik diam tidak berkutik, karena keluarga Samudera berkumpul, dia takut kalau berulah keluarga nya akan kena imbasnya.


" Ayo kita pergi saja, semua juga sudah pada pergi " kata Monik mencari jalan aman.


" Ayo kita ikut berpamitan dengan mereka " mereka semua berpamitan Monik pun ikut bergabung dengan mereka, mendapatkan tatapan mengerikan dari Angkasa dan para sahabat Bintang, Monik nyalinya menciut karena Bintang ternyata anak kandung bukan, seperti yang di bilang kakak sepupunya, anak pungut.


" Brengsek memang kamu Lin, tau gini aku gak berurusan sama Bintang " umpat Linda di dalam Mobil.


" Iya sebaiknya kita menjauh dari Bintang di kampus, Jagan berurusan sama keluarga itu, kita bisa hancur" sedangkan Monik mengiyakan dia juga takut.


Kembali ke kafe.


Mereka sedang bahagia atas lamaran Langit pada Nana putri dari Agung dan Ayu.sahabat Berliana di masa lalu.


" Tinggal Awan Dong " celetuk Inara pada keponakannya.


" Tenang saja Sebentar lagi, iyakan Bang...! "

__ADS_1


__ADS_2