Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
39.Titik Terang.


__ADS_3

"Bin Bintang, Semoga kamu baik baik saja ya Hiks hiks".tangisan Nana. pecah, karena sampai malam pun Bintang belum ada titik terang, keberadaannya.


Senja dan Niken Lena menghampiri Nana mereka berpelukan untuk saling menguatkan, karena Nana merasa bersalah harusnya Dia menemani Bintang seperti biasanya, malah membiarkan Bintang pergi sendiri.


"Nana Jagan terus menyalahkan dirimu ya, semua yang terjadi karena Takdir, aku yakin Bintang baik baik saja dia anak Baik, dan rajin Sholat pasti di lindungi Allah SWT. di manapun dia berada kata Lana".sambil memeluknya.


Semua berpencar mencari Bintang, menelusuri jejak Bintang, polisi pun sudah mulai bertindak setelah bang Irfan menjelaskan kalau ini penculikan karena sudah mendapatkan bukti dari CCTV di dekat Toilet,Kepala polisi sudah mulai menyuruh anak buahnya bergerak mencari informasi.


Semua yang perempuan menunggu di Vila. biar tidak terlalu ribet buat mereka bergerak.


Karena kelelahan menunggu mereka semua ketiduran di ruang tamu.


Di tempat lain tempatnya di sebuah Vila Bintang sadar dan kaget dia di tempat sepi seperti sebuah gudang gelap dan seram, Bintang sudah berkeringat dingin, dia, seperti pernah merasakan kejadian ini, tapi kapan dan di mana, Ya Allah tolong hamba ini apa salah hamba kenapa mereka menculik, kata Bintang dalam Hatinya.


Semoga ada yang menolongku.


Di luar ruangan


"Mangsa sepertinya dia sudah sadar kamu telepon Bos sana?.. penculik 1


" Oke jaga kamar ini aku hubungi Bos dulu". peculik melangkah pergi.


Aku harus Bisa kabur dari sini, tapi bagaimana melepaskan ikatan ini. kuat banget mereka mengikatku.


mereka datang.


Mereka membuka penutup mulutku ayo makan. sambil memberikan Nasi bungkus padaku.


" Bagaimana Bisa makan kalian masih mengikat tanganku" kata Bintang.


" Oke aku lepaskan tapi awas kalau kamu kabur aku habisi kamu" Ancam penculik itu kepda Bintang.


Sebaiknya aku makan supaya ada tenaga kalau ada celah aku kabur nanti. Batin Bintang.


" Apa aku terobos masuk saja , aku takut dia di apa apain ini, kenapa setiap aku melihat matanya seperti melihat mata permata, aku memikirkan apa, sich. lah mereka meninggalkan tempat aku harus secepatnya menyelinap masuk. sebelum mereka kembali.

__ADS_1


Di tempatkan di mana ya dia,,setelah mencari hanya 1 kamar yang di jaga, tidak salah lagi pasti ini kamarnya.


mudah cuma 2 orang, sambil tersenyum remeh.


Bruk bruk bruk bruk suara pukulan kayu pada kedua penjaga pintu.


Ada apa ya di luar seperti suara pukulan dan orang berkelahi, semoga mereka menolongku. aku sudah tidak kuat lagi, badanku lemas, padahal sudah makan tadi, ucap Bintang sambil berharap akan ada pertolongan.


Pintu di buka paksa, dan Brakkk.. terbuka.


"Bang Lang, alhamdulillah".panggil Bintang tersenyum bahagia ternyata Allah mengabulkan permintaanya, mendatangkan penolong. Bintang melamun.


" Ayo buruan, kok malah melamun, keburu mereka kembali ".kata Langit, yang melihat Bintang, malah terdiam.


" Kaki Bintang sakit Bang, badan Bintang juga kemas".


Langit langsung membopong Bintang dan langsung Berlari menuju mobilnya supaya tidak ketahuan sama penjahat yang menculik Bintang.


" Ayo cepat pakai seat belt mu, kata Lang dingin ke Bintang.


" Kita ke hotel tempatku menginap sampai semua aman ya".Kata Lang dan Bintang terpaksa mengangguk walau terpaksa setuju karena tidak mau menjadi orang yang tidak punya Terima kasih sudah di tolong.


" Iya Bang Jawab Bintang.


" Pakai ini sambil supaya tidak ada yang mengenali kamu".sambil menyerahkan Hoodie dan kaca mata nya pada Bintang.


" Iya terimakasih Bang sudah menolong Bintang".sambil menerima barang dari Lang dan langsung di pakai.


" Mangkanya Jadi cewek jangan mudah baper dan kecentilan main peluk sana sini ini akibatnya, di manfaat laki-laki, untung aku orangnya gak baperan jadi aku gak tertarik cewek kayak kamu, Baperan ceroboh dan bodoh". terus menceramahi Bintang. karena dia suka dengan ekspresi Bintang kalau sedang cemberut dan marah, tampak imut dan mengemaskan.


" Kalau menolong itu harus ikhlas, bukan mengatai kaya ini, siapa yang baperan siapa juga yang kecantikan, mereka yang main peluk kok,Kamu laki-laki paling menyebalkan tau gak sich....!". sambil mencubit lengan Lang dengan sangat kuat. karena dia emosi di kata katai Lang seperti itu.


" Sudah Bibirnya Jagan di monyong monyongin seperti itu jelek ". goda Lang pada Bintang yang sudah mulai manyun.


" Bang Masih Lama ya, aku ngantuk banget", kata Bintang sambil menguap.

__ADS_1


" Tidur saja nanti kalau sudah sampai aku beritahu. kata Lang Sambil melihat Bintang menyuruhnya tidur.


" Ya elah, baru bilang ngantuk, sudah Mimpi dia, dasar gadis punya Aklak" gerutu Lang, sambil mengomel sendiri. untung Senja, Bunda dan tanteku sayang kalau tidak sudah aku tinggal tidak aku tolongin.


Tapi kenapa semua tidak berlaku buatmu, aku tidak pernah peduli pada orang lain, apa lagi sama perempuan, tapi melihatmu di culik, kamu di ikat, hati sakit Bin. sambil satu tangannya mengelus tangan Bintang dan menggenggamnya. Entahlah perasaan apa ini.


Sebaiknya aku tidak membawamu ke Hotel, takut aku nanti yang di tuduh menculik. Lang putar arah mobilnya menuju suatu tempat yang dia rasa aman buat dia dan Bintang, menunggu situasi aman.


Kembali ke Vila, mereka mendapatkan titik terang tentang Bintang, dari GPS HP Bintang.


Mereka semua menuju ke sana. berserta polisi.


" Alhamdulillah Niken Bintang sudah ada titik terang kata Nana".yang mendapatkan telepon dari Reno barusan , agar yang di Vila tidak cemas, dan memikirkan Bintang.


" Serius Nana, kata mereka yang di Vila", Bertanya pada Nana, mereka semua senang, karena Bintang sudah mau di temukan.


Di tempat penyekapan Bintang.


"Bagaimana Bisa dia kabur ha...... !".kalian Bodoh. teriak pemimpin mereka saat datang karena mau membawa Bintang pada bos yang menyuruhnya.


" Ada yang datang menolong Bos dan memukul kita".kata penculik yang menjaga Bintang.


" Alasan kalian Bodoh, gagal kita mendapatkan Uang ".Memarahi anak buahnya yang tidak Becus.


Dari luar terdengar sirene polisi, mereka panik, berusaha Kabur.


" Ayo Bos Jagan sampai kita ketangkap lagi. kata mereka pada Bosnya. mereka melompat lewat Jendela. tapi Naas semua sudah terkepung, dan mereka semua.


" Angkat tangan kalian sudah terkepung, harap kalian menyerah dan tidak melawan". kata polisi. dan mereka menyerah, karena kabur pun sudah tidak Bisa karena sudah terkepung.


Mereka ber Enam di giring ke mobil Polisi, untuk di bawa ke kantornya.


sedangkan yang lain mencari korban penculikan, menelisik setiap sudut tidak menemukan, hanya menemukan jaket, tas dan HP korban.


Semua barang bukti di bawa ke kantor polisi, dan di ikuti oleh Irfan, Reno Gema Genta dan Andra.

__ADS_1


Mendengar dari para penculik di mana Bintang sekarang.


__ADS_2