Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
149.Bersama Kakak Bintang Dan Emeli.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Aku bersyukur memiliki istri seperti kamu Bintang, sunguh bodoh aku dari kemari sempat membuat kamu marah, jengkel dan mengacuhkanmu, akan aku buktikan aku adalah laki-laki yang tepat mendampingi kamu sampai tua nanti ya Allah, dan aku akan pasang badan buat kamu, aku tidak akan biarkan siapapun menyakiti kamu sayang Aa sunguh sayang banget sama kamu. Bintang " tanpa sadar dia mengusap air mata yang tiba-tiba jatuh sendiri. tanpa Alam sadari sedari tadi ada yang mendengar ucapan Alam tersenyum dan pergi dari kebun.


" Aa kok sedih kenapa? " dia langsung menghampiri Alam melihat Alam tidak baik-baik saja.


" Aku gpp kok sayang, lihat kalian tertawa lepas Aa ikut senang, Aa ikut bahagia, maafkan Aa ya yang selama ini jutek cuek dan irit bicara, apalagi sering Aa marahin kamu " ucapan Alam membuat Bintang kaget dan terisak ucapan Langit.


" Heii kok malah bagus, nanti di kira Aa menyakiti kamu yank, sini Aa peluk " Alam menarik Bintang dalam dekapannya Bintang menumpahkan segala keresahan hatinya selama ini dia butuh sandaran, karena dia selama ini pura-pura bahagia.


Alam terus memeluk Bintang, membiarkan Bintang menumpahkan segala beban di hatinya.


Tanpa sadar Bintang, membuat kaos yang di pakai Alam basah.


" Ya Allah Aa kaos kamu sampai basah, gara-gara kena air mata aku ya, " ucapan Bintang membuat Alam tertawa.


" Gpp sayang, apasih yang gak buat kamu yank " Bintang tersipu malu melihat perlakuan Alam.


Gak suka ya Aa, manis kayak gini atau tidak cocok Aa jadi seperti kemarin lagi ucapan Alam membuat Bintang kembali tertawa.


" Gak Aa, nyamannya bagaimana, semua terserah Aa mau bersikap apapun yang penting buat Bintang Aa bisa membuat Bintang nyaman.


" Makasih ya istri cantikku Ucap Alam mengelus kepala Bintang.


" Ehemm di sini ada anak di bawah umur ya kak Bintang " Tegur Emeli.


" Haha iya Adikku yah paling imut yang bentar lagi 17 tahun "goda Bintang.


" Hehe untung kakak ingetin aku kan mau di rayakan momen ini sama sahabat-sahabat aku kak, tapi aku gak mau pesta orang tua kak" cerita Emeli adik sepupunya.

__ADS_1


" Gimana nanti Acaranya di kafe kakak saja geratis buat adik kakak yang paling imut ya " Emeli berfikir.


" Kok malah melamun mau tidak, keburu kakak berbah Fikiran " goda Bintang.


" Aku sich mau kak tapi bagaimana dengan mereka, pasti mereka merepotkan dech" Emeli menceritakan semua pada Bintang dan ke inginkan Emeli membuatnya sedih.


" Tenang ya nanti setelah di dalam selesai acara bincang-bincang kakak yang akan Bicara sama mereka semua Jagan sedih ya " Bintang membawa Emeli dalam pelukan yang sedangkan Mutia sibuk memasukkan buah ke keranjang bersama Alam.


" Dek berapa jumlah saudaramu " tanya Alam.


" Tiga jawab Mutia yang agak pemalu apalagi yang tanya seorang laki-laki " Alam menyadari kalau Mutia sedikit takut dengannya.


" Dek tidak usah takut ya, abang Alam ini, suami kakak Bintang, angab saja Abang kamu juga ya, seprti kamu ke kak Bintang " Rayu Alam pada Mutia supaya tidak canggung.


" Iya Abang, aku anak nomer tiga paling kecil " Ucap Mutia Malu-Malu.


" Abang Adik Mutia di apain kok Malu-Malu begitu " tegur Emeli.


" Gak di apa apain cuma di goda saja" Tutur Alam.


" Ada apasih asik banget "celetuk Bintang.


' Iniloh yank kata Emeli aku godain Mutia yang masih SD " adu Alam pada Bintang.


Hahahaha tawa Bintang danEmeli pecah.


" Sudah yuk sudah dapat banyak ayo kita bawa masuk " Ajak Bintang pada mereka.


" iya kakak " jawab keduanya.


Mereka berempat masuk ke mansion.


karena sudah selesai mengumpulkan buah.

__ADS_1


Kembali ke ruang keluarga, mereka masih berusaha menjelaskan ke inginkan mereka pada keluarga Lena dan niken.


Semuanya selesai makan dan mandi dan sedikit santai, baru Berliana mengajak merek berbicara, berliana mengajak semuanyaa rilexs.


"Ibunya Lena mencari anaknya, karena belum makan dengan sedikit berat hati karena memikirkan Mutia yang sudah lama tidak terlihat olehnya dirumah sebesarini.


" Tante tidak usah khawatir Mutia, sedang bersama Bintang dan suaminya untuk memberikan buah untuk oleh- oleh nanti " tutur nana yang seolah tU keresahan ibunya Lena.


" Ach iyamaaf Mutia tidak pernah jauh dari ibunya, dan Sampai ibu selesai makan tidak terlihat ibu sempat kwatir ' Uvcap Ibubta Lena.


" Sudalag Bu, Mutia aman sama non Bintang kata sang ayah.


Yang di fikirkan ibu tidak ada yang benar seorang gadis cantik, berlari ke arahnya, dengan memakainya baju baru dan sangat bagus. bwrkelas sepatu juga. dan membawa sebuah tas besar berisi bMyak sekalii du kasih apapun yang sedang di inginkan Mutia untuk di bawa pulang, dia sangat sennag, samapai lupa pada ibunya.


Ibunya Lena kaget melihat anaknya biasa selalu mengekorinya dan semuanya SELALU ibunya yang mengurus, masih bwlum bisa sendiri atau karena dia yang selalu memanjakan anak nontonnya itu, kadang mwmbuat dia tertawa , saat ingat itu " Merasa terlalu memanjakan.


" Ibu kenapa sich dari tadi, kok gak nyaman gitu gak enak sama semuanya seolah ibu tidak senang di mansion ini Bu " Tegur Lena.


" Maafkan ibu Lena, " ibu tidak berfikir ke arah situ sungguh nak Jagan berfikran macam macam, anak ibu Jagan cemberut cantik ya ilang sayang. Ibu tadi hanya memikirkan Mutia saja, ya sudah kalau dia bahagia dan ibu lihat dia sangat nyaman dengan mereka "sambil melihat anaknya di goda Langit sampai tertawa terbahak bahak dan di susul candaan Bintang dan Emeli.


" Ibu tidak usah memikirkan yang aneh aneh " omel Lena.


" Iya nak maafkan ibu " jawab ibu pada putrinya.


" Iya Bu, sudahlah kita dengarkan saja dulu, kata Bintang Mutia ada di kamar Emeli sedang tidur kecapekan bermain saja, Mutia sepertinya sedang bahagia loh lupa sama ibu, bisa tidur tanpa ibu " goda Lena pada ibunya.


" Kamu tuh seperti bapak saja Lena, godain ibu " Omel ibunya Lena


" Haha iya supaya ibu tidak tegang ya pak " Lena menyebut nama bapaknya mencari perlindungan supaya tidak kena jeweran ibunya.


" Sudah sudah malu di lihat orang ini bukan di rumah" lerai Bapak.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕


__ADS_2