Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
141. Tidak Pernah Jera.


__ADS_3

MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU UP HARI INI,


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI DUA BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN, YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Sampai di kafe mereka di kejutkan kedatangan seseorang yang saggat tidak di sukai oleh Bintang dan sahabatnya.


" Hiss mau apa sih mereka ke kafe, seperti tidak ada tempat lain saja " umpat Niken.


" Biarkan saja " jawab Bintang


" Hais pengen aku bejek-bejek kalau tidak sedang hamil " kesal Lena. Sedangkan Alam hanya menyimak belum tau masalah yang mereka hadapi.


Siapa laki-laki itu kenapa melihat Bintang seprti memendam kerinduan mendalam terlihat dari sorot matanya batin Alam.


" Hallo Bintang, bagaimana kabarnya apakah masih menderita karena kehilangan pacar calon suami, mas kamu hati-hati nanti kena sial nya Bintang, setiap punya kekasih pasti meninggal, semoga kamu tidak ya " ejeknya.


" Linda sudah cukup kamu kesini mau makan bukan hal lain " marah Andra pada Linda istrinya.


" Silahkan pak Andra dan ibu sekeluarga menikmati hidangan supaya pelayan menyiapkan menu yang di pilih " ucap Bintang.


" Tapi aku mau kamu yang jadi pelayannya, bukanya dulu kamu juga pelayan ini juga permintaan anak aku di dalam perut " Ucapan Linda yang mendapat plototan dari Andra.


" Maaf nyonya Bintang di sini bukan pelayan tapi dia pemilik kafe ini mohon maaf " kata Alam.


" Pelanggan Adalah raja, yang harus di turuti iya kan Bintang " sindir Linda.


" Biarkan semaunya dia Alam, aku gpp kok " langsung pergi menyiapkan pesanan mereka.


" Sudahlah Bin tidak usah di hiraukan mereka mengerjai kamu Bin biar aku saja sekalian aku kasih pelajaran " Marah Lena dan Niken.


" Rasanya mau aku kasih obat pencahar tapi dia sedang hamil coba tidak sudah mampus " geram Lena.

__ADS_1


" Tenang saja, aku bukan Bintang yang dulu suka dia sakiti, sekarang kalian merasakan aura balas dendam " Ucapan Bintang membuat mereka bertanya apa yang sedang di rencanakan oleh Bintang.


" Bintang Jagan suka membahayakan diri kamu buat yang tidak penting " nasehat Alam pada Bintang.


" Sudah lah kalian seprti aku kemana saja kalian takut " jawab Bintang.


Setelah selesai bersiap, Bintang menyiapkan pesanan yang di minta Linda. Alam ternyata tidak tega, dia membantu Bintang membawakan pesanan Linda dan keluarga.


" Silahkan memu pesanan Anda " Bintang menurunkan pesanan mereka di ataseja hidangan mereka ke atas meja.


"Silahkan di nikmati hidangannya saya tinggal pergi dulu, kalau mau pesan lagi bisa hubungi kami lagi " ucap Bintang. Tapi Sebelum pergi perkataan Linda membuat Bintang geram.


" Hei Bintang lihatlah aku bahagia sama suami aku Andra dia sekarang sangat cinta sama aku, sudah tidak cinta sama kamu Bintang" teriak Linda sambil menikmati makannya.


" Alhamdulillah dia sudah moveon dari aku Linda, kalau belum mungkin yang makan sekeluarga bukan kamu tapi aku " Ucapan Bintang sekarang membuat Linda marah dan marah karena Bintang bisa membalas ucapanya dan byurr.


Linda menyiram Bintang dengan minuman di depannya, tapi yang kena siraman bukan Bintang melainkan Alam yang siap pasang badan untuk Bintang karena dia tidak mau melihat Bintang terluka.


" Hais Kamu tuh di bantu, bukanya terimakasih kenapa menyalahkan aku sih dedek ,Aa kan gak mau calon istri Aa di sakiti. " ucapan Alam membuat Bintang tersenyum.


Sedangkan yang melihat sahabat Bintang terpingkal-pingkal Ulah Alam.


Di saat seperti ini masih juga jahil ke Bintang.


" Auu ah kamu ini mah di ketawain temanku itu loh" ucap Bintang.


" Biarkan saja " jawab Alam yang melihat baju putihnya jadi warna merah akibat siraman Linda.


" Nyonya anda jagan kurang ajar ya, kalau anda tidak hamil sudah aku habisi kamu " Tunjuk Alam pada Linda.


" Sudah Jagan ribut malu" kata Bintang.

__ADS_1


" Semua kata-kata mu tidak benar aku tunangan Bintang ,Aku Alam Saputra yang akan membahagiakan Bintang, dia sudah moveon dari suami kamu yang pecundang ini " lalu menunjuk Andra.


" Maksud anda apa melibatkan saya, mereka bertengkar sesama perempuan jadi kamu juga Jagan ikut campur " Marah balik Andra ke Alam.


" Kalau anda tidak pecundang masalah ini sudah selesai setelah kalian putus dan istri anda yang tidak punya etika tidak terus menganggu calon istri anda dengan hinaanya kalau keluarganya tau kalian akan hancur jadi serpihan debu mungkin pringatan ini sering, tapi tidak ada pembuktian, sekali lagi kalian menyentuh Bintang,semua akan menjadi nyata, dan ini bukan ancaman lagi...! camkan itu " Menatap nyalang ke Arah Andra.


" Jagan mengancam kamu ya " marah Andra.


" Kalian pergilah tidak perluv membayar angab saja gratis aku tidak mau kalian menjadi yang di bilang calon suami aku menjadi kenyataan, karena semua yang dia ucapkan akan menjadi nyata kalau kalian lakukan lagi " Bintang dengan tegas mengusir Andra dan keluarganya.


" Sombong kamu sekarang gadis udik ingat kamu pernah miskin " ejek Linda masih belum jera.


" Cepat pergi mantan sahabat, Jagan sampai kamu melahirkan di sini, karena ulah calon suami aku iya kan sayang " sambil memeluk tangan Alam mesra,membuat Alam panas dingin tidak tahan dekat dengan Bintang.


Tatapan Andara ke Alam penuh selidik, seperti mengenal tapi di mana.


" Kenapa anda melihat aku seperti itu, apakah anda tidak Terima karena di usir dari kafe, kalau tidak trima oke aku trima tantangan kamu mau duel oke mau apa " tantang Alam pada Andra.


" Sok jagoan anda rupanya " mereka adu jotos dan Andra kalah telak dengan Alam.


" Sudahlah anda tidak akan mampu melawanku, maaf kalau aku sombong " sambil membersihka bajunya yang sempat kena debu.


" Sayang Bintang kamu siapkan baju ganti buat aku lihat kotor semua akibat mantan sahabat dan mantan pacar kamu yang pecundang ini " ucapan Alam membuat Andra mengepalkan tangannya.


" Sayang ayo pergi saja lihat kamu babak belur aku tidak mau kamu sakit lagi, karena dekat dengan Bintang kamu selalu sial " Linda masih saja menyalahkan Bintang padahal dia sendiri yang datang ke kafenya.


" Dasar nenek lampir masih saja ya kamu menyalahkan Bintang kamu tuh yang pembawa sial di kehidupan Bintang " Marah Niken.


" Untung dulu aku gak nikah, sama kamu dra, malu punya suami pecundang, ajari dong istri supaya punya kelakuan baik " ejek Niken.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.

__ADS_1


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak. 🙏💕


__ADS_2