Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
142.Alam Cemburu.


__ADS_3

Alhamdulillah hari ini bisa Double Up buat pembaca setia.


Batu Author ya supaya semakin semangat.


" Untung dulu aku gak nikah, sama kamu dra, malu punya suami pecundang, ajari dong istri supaya punya kelakuan baik " ejek Niken.


" Sudah Niken Jagan ikutan Bintang menyalahkan Suami aku terus ya " Teriak Linda tidak Terima suaminya di hina oleh Niken yang dulu sempat mau tunangan.


" Kalau tidak mau di hina cepat pergi dari sini kalian semua dan Jagan pernah injakan kaki kalian di kafe ini lagi " Ucap Lena.


" Nak Bintang tante dan om minta maaf hanya ini yang tante bisa lakukan tante kira anak tante sudah berubah sama kamu ternyata belum sungguh maafkan tante " ucap kedua orang tua Linda yang memang dari dulu baik sama Bintang.


" Sudah tan dari dulu minta maaf terus, sekarang yang punya kewajiban mendidik Linda, bukan lagi tante tapi sudah pindah kesuaminya yang punya hak penuh padanya " ucap Bintang.


" Oke nah terimksh semoga kamu selalu bahagia tante dan om pamit " Setelah berpamitan mereka tidak ikut rombongan Linda melainkan langsung pulang kerumahnya, mereka datang acara selamatan Linda, sekaligus kecewa yang mereka dapatkan.


" Kasihan om dan tante, punya anak semata wayang yang dia kira baik, tapi di belakang mereka dia sangat licik dan jahat huft " helaan nafas berat Bintang terdengar Alam.


" Dedek sayang mana baju Aa ya, Aa minta tadi " ucapan Alam membuyarkan Lamunan Bintang, dan membuat se isi kafe tertawa dan riuh.


" Apa an sich , kalau terdengar Chandra bagaimana nyawa kamu terancam dan sejak kapan manusia Es bisa bercanda " omel Bintang malu di tertawakan pegawai nya.


" Ooh jadi kalau berdua gak papa, kalau rame gak boleh begitukah! oke akan aku lakukan nona Bintang " sambil mencubit hidung Bintang.


Membuat pipi Bintang merah menahan Malu, karena ulah Alam.


" Yang di cubit hidung kok yang merah pipi kamu Bintang? "tanya Lena yang sok polos.


" Hais kalian ini ikut saja dech " amuk Bintang.


" Pasangan romantis dech" Bintang tidak sadar dari tadi sahabatnya video dan di kirimkan ke Angkasa.


" Hais ayo aku sudah pesanan baju tadi bikin malu saja langsung menarik tangan Alam supaya tidak bicara yang aneh-aneh.


Karena Bintang tau yang di lakukan Alam hanya sandiwara karena waktu itu tanpa sengaja dia mendengarkan Alam sedang teleponan dengan kedua orang tuanya, Alam baik ke Bintang dan berusaha menjadi orang lain hanya karena permintaan kedua orang tuanya dan tidak tulus dari dalam hati Alam karena hutang budi mereka.

__ADS_1


" Sudah tinggal kita berdua tidak usah sandiwara lagi, nieh baju kamu, aku mau keluar dulu " ucapan Bintang membuat Alam bingung.


Sandiwara apa sich katanya koka aku tidak paham, apa dia mengira yang aku lakukan sandiwara, aku kan hanya mau buat dia senang, supaya aku juga ikut membuka hati, kok dia bilang aku sandiwara haduch dasar gadis aneh, pas juga dia tau ukurannya ucap Alam sambil memakai bajunya.


Sedangakan Bintang berusaha menutupi kejadian di mana dia mendengar percakapan Alam dan tidak mau membuat mereka semua ikut sedih.


Sampai luar ternyata Ada Chandra yang datang, membawa buket dan seperti biasa banyak makanan dan buah semua pasti dia bawa kalau datang ke kafe. Mencari perhatian Bintang dengan semua hadiahnya, padahal satupun Bintang tidak menyentuhnya. semua di bagikan keseluruh karyawan kafe.


" Pagi cantik, kamu tambah cantik saja hari ini " ucap Chandra pada Bintang.


" Maksih hadiahnya harusnya tidak sebanyak ini nanti kamu bangkrut loh, sekarang kan kamu banyak yang hrus kamu keluarkan " ucapan Bintang membuat Chandra semakin bahagia Bintang mulai perhatian padanya.


" Gak lah ini semua dari mama dan papa katanya buat calon menantu terima ya " ucap Chandra.


" Oke terimakasih sampaikan kepada kedua orang tua kamu ya " kata Bintang.


" Pasti itu, dan mereka pasti senang mendengarnya " ucap Chandra.


" Kamu sudah makan belum kalau belum aku pesan kan " Ucapan Bintang membuat Chandra melambung tinggi.


" Lena siapkan menu terbaru ya pada mereka calon tunaganku dan asistenya " ucapan Bintang membuat Chandra tidak terbendung lagi.


" Oke siap Bos Bi, " ucap Lena dengan seyum manisnya.


" Bin tuh ada yang cemburu tuh urung-uringam" bisik Niken sambil nunjuk ke Alam yang sedang menahan geram akibat Bintang yang sok manis pada Chandra.


" Hais biarkan kan kita harus menjiwai aktingnya sepertinya kena banget kan aktingku " ucap Bintang.


" Gila keren banget Bintang Samudra ".puji Niken.


" Ya sudah aku temani mereka makan dulu ya supaya sempurna akting kita " ketika hendak melangkah tangan Bintang di cekal oleh Alam.


" Mau kemana, Jagan mancing masalah, ini tidak sesuai dengan rencana kita Bintang, Jagan mengundang masalah dengan sikap kamu yang berlebihan " ucap Emang sedikit berang.


" Aku kan harus menjiwai peranku Alam seperti kamu yang pandai berakting di depan semuanya " Sindir Bintang.

__ADS_1


" Apasih kapan aku akting, dan sandiwara apa sih Bintang aku tidak paham Grutu Alam.


" Lepas dech aku mau lewat kasihan mereka menungguku"sambil meminta Alam melepaskan tanganya yang di pegang oleh Alam.


" Hais mulai bandel kamu Bintang " teriak Alam ke Bintang.


" Jelaskan dulu maksudmu bilang aku sandiwara dan jago aktingakting maksudnya apa Bin " paksa Alam pada Bintang.


Tapi Bintang tidak menghiraukan ocehan Alam setelah lepas dia langsung menuju ke meja di mana Ada Chandra dan asistennya.


" Maaf ya lama sudah selesai makan baru aku datang " ucap Bintang.


" Tidak apa-apa kok Bintang, terimakasih ya hidangannya lezat sampai habis ini, Sal urus pembayaran, aku masih mau bicara pada Bintang " ucap Chandra.


" Harus nya tidak usah karena kafe ini kan punyaku " kata Bintang.


" Bintang mama ingin, kamu datang kerumah apakah kamu mau dia ingin mengenalmu lebih jauh " ucapaan Chandra yang agak Bingung.


" Maaf ya bukan aku gak mau, tau sendiri kan, aku tuh gak bisa lepas dari saudara dan orang tua posesif, kalau sudah tunagan mungkin mereka baru bisa percaya sama kamu " ucapqn Bintang menurut Chandra ada benarnya.


" Oke aku paham kok, kamu gak usah sedih nanti mama dan papa aku beri tahu " jawab Chandra.


" Makasih atas pengertiannya "


" Kalau misalkan mereka berkunjung kesini apa boleh Bin? " Setelah melihat HPnya dia berbicara meminta izin lagi.


" Boleh saja kalau kesini, kapan rencananya, supaya aku atur waktuku " ucap Bintang.


" Minggu siang Bin " Ucap Candra lagi,


" Oke aku tunggu "


" Bin kalau begitu aku pamit ke kantor ya sampai jumpa besok minggu " Chandra setelah berpamitan menuju mobilnya kembali ke kantor.


Bintang kaget di tarik Alam menuju ruanganya.

__ADS_1


Apa yang akan di lakukan Alam, simak terus kelanjutannya.


__ADS_2