
SELAMAT BERBUKA PUASA, MAKANLAH YANG MANIS MANIS DULU SEBELUM MEMSKANBYANG BERAT BERAT. SEMOGA BESOK MASIH BISA BERPUASA LAGI DENGAN LANCAR.
KITA LANJUTKAN KISAH TAKDIR CINTA BINTANG. SEMAKIN BANYAK DUKUNGAN SEMAKIN AUTHOR SEMANGAT DALAM MENULISNYA, WALAU BANYAK KESIBUKAN DI DUNIA NYATA.
BANTU LIKE, VOTE, RETE, PAVORIT DAN JUGA KOMENTAR NYANYA .
KITA LANJUT MEMBACA
Setelah Widi tenang, baru di lepaskan oleh papa Agus, Mantan suster Wina masih di amankan oleh anak Buah Angkasa dan Frans, Papa Agus shok karena sunguh dia tidak tau kelakuan istrinya di masa muda dan sekarang, dia juga tidak menyangka padal semua ke inginanya di penuhi, dia bilang Arya yang memberikan hartanya bukan meminta paksa, karena Widi juga tidak meminta apa apa?. Dia juga sangat menyesal Widi pernah cerita tetapi dia tidak mempercayainya malah membela istrinya,
" Maafkan papa nak, papa selama ini tidak mempercayaimu lebih percaya perempuan berhati iblis itu " penyesalan seorang papa pada putrinya.
" Papa kenapa? menagis? papa tidak jahat kok sama Widi, sampai kapan pun papa tetap papa terbaik buat Widi " sambil memeluk papanya dan di saksikan oleh kedua orang tua kandungnya.
" Embun...... " suara Panggilan wanita merdu dan menyentuh hati dengan isak tangisnya berusah memelukku. Tapi apakah benar aku anaknya, aku takut setelah tes ternyata aku bukan anaknya aku tidak mau kecewa kedua kalinya.
" Maaf Nyonya bukan aku tidak mau mengakui anda, tetapi aku mau kita test DNA dulu, karena aku tidak mau kecewa untuk ke2 kalian ya " sambil dia menangis.
" Iya benar yang di katakan Widi kalian test DNA saja biar tidak ada kekeliruan terang AL "karena dia juga melakukan serangkaian test untuk Bintang tanpa semua orang tau.
" Iya Om, harus tetap melakukannya meskipun Om dan Tante sudah yakin, tetapi untuk membawanya kembali ke keluarga Om memang harus ada bukti tes DNA " kata Reno karena dia orang hukum jadi tau semua prosedur yang dia tau.
__ADS_1
" Iya terimakasih aku ucapkan untuk kalian semua, dan kamu Embun tidak perlu khawatir papa akan melakukan apapun untuk membawamu kembali kseumah kita" Ucap Frans mengelus kepala Widi langsung meninggal kan kamar Widi atau Embun untuk mengurus semua prosedur RS. dan dia juga mengambil Sampel darah dari Mantan suster Wina dan suaminya untuk bukti ke pengadilan.
" Mama pamit dulu ya nak disini di temani sama tante Berliana ya, mama dan papa akan mengurus semuanya nanti adik kamu akan menyusul kesini " Ucap Mell begitu yakin Widi anaknya setelah menitipkan Widi ke mereka semua, Mell menyusul suaminya keluar.
Kita tinnggal kan Dulu Widi atau Embun.
Kita ketempat di mana Mantan suster disekap.
" Lepaskan kalian ini siapa kenapa? menyekap ku seperti ini, aku mau bertemu putriku, karena hari ini dia harus bertemu Arya untuk serah Terima rumah, cepat lepaskan dia sudah menungguku" Terus berteriak-teriak.
" Apakah orang ini ada sakit mental Bos , kalau melihat sich ada kelainan bos coba bawa Dokter untuk mengeceknya supaya jelas kalau sampai lepas, berbahaya " ucap si anak buahnya dan di anguki oleh Angkasa.
Setelah selesai melakukan serangkaian tes Mell dan Frans mengikuti Dokter untuk memeriksa kejiwaan mantan Suster Wina, yang di sekap di salah satu ruangan Di RS atas izin Berliana sebagai pemilik RS.
" Maaf nyonya sepertinya perempuan ini terkena gangguan kejiwaan. saya sarankan di bawa ke RS J supaya lebih aman, kalau di lihat perempuan ini sangat berbahaya ucap Sang Dokter. setelah menjelaskan dan pamit untuk pergi.
" Iya Om perempuan iblis ini sangat berbahaya, apalagi kalau sampai terlepas dia pasti akan memburu Widi dan melampiaskan Kekesalannya " Ujar Angkasa mengingatkan Frans dan Mell.
" Iya terimakasih ya nak, dan Tante minta tolong beri perlindungan pada Embun ya, walaupun belum terbukti tetapi tante yakin, kalau dia putri tante, Tante cuma takut ini cuma pura-pura dan menyuruh orang lain untuk menyakiti Widi Firasat tante " Kata Mell merasa ada bahaya dengan Widi.
" Oke siap Tante, di sana ada Mom end Daddy ada Bang Awan dan masih banyak yang lainnya Tante Jagan terlalu banyak berfikiran nanti sakit " ucap Angkasa dan di iyakan oleh Frans.
__ADS_1
" Angkasa Om juga mengucapkan terimakasih ya, berkat kamu semua terungkap karena Om yakin dia adalah Embun " kata Frans.
" Biar perempuan ini Angkasa yang jaga dan memperketat penjagaan tidak usah khawatir ya "ucap Angkasa, berusaha membuat Tante Mell Tenang.
Mell dan Frans meningalkan ruangan dan menghubungi pengcaranya untuk merebut kembali putrinya hanya bermodal keyakinan dan menunggu Tes DNA keluar, Semua butuh persiapan yang matang biar tidak salah langkah.
" Di ruangan Widi sekarang hanya tinggal Awan Mom dan Dad karena semua sudah pamit pulang, dan papa Widi pun sudah di ajak pulang oleh kedua orang tua Irfan untuk membereskan kekacauan yang di lakukan oleh istrinya, Kedua orang tua Arya tidak meminta Rumah mobil yang dulu di berikan oleh Arya semasa masih hidup, walau dengan cara memerasnya. Cuma di ajak untuk dis kusi masalah Widi supaya tidak melibatkan jalur hukum, secara kekeluargaan, itupun kalau orang tua Widi, Terima dan memaafkan Istrinya yang sekarang entah di mana?.
" Iya dek Aku saat ini sungguh Bingung apa yang harus aku lakukan, dan perbuat aku kalau dan merasa bersalah pada Widi, yang selama ini meminta bantuan tetapi aku tidak paham " Hanya penyesalan yang tersisa.
" Reno dan Bang Irfan akan membantu Om sekuat tenaga tetapi kalau soal Tante aku angkat tangan, karena tante kena pasal berlapis Om " Ujar Irfan. menjelaskan.
Di kamar Inap Widi Tinggal Awan dan Widi 4 pengawal yang berjaga di luar, karena Mom end Dad membeli makanan dan melihat keadaan Bintang di kamar rawatnya siapa tau Bintang sudah sadar dari pingsannya.
Widi berusaha mengapai minumanya cuma tidak sampai, Awan berusaha membantu cuma masih canggung.
" Ada yang bisa aku bantu, kamu mau minum tanya Awan pada Widi dan hanya tatapan sinis dari Widi.
" Sudah tau nanya! nieh lihat tidak sampai ambilnya langsung ambilkan kek, nanya dulu " Sindir Widi pada Awan yang terlihat manusia tapi tanpa ekspresi.
Maaf apakah Aku menggangu kalian? Tiba-tiba ada yang membuka pintu....
__ADS_1
Untuk besok ada Bonus Vote, bantu Vote untuk karya Ini. **supaya semangat nulisnya kalau banyak pembacanya.
Terimakasih**.