Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
107.Kembali Beraktivitas.


__ADS_3

HAI APA KABAR SEMUA MOHON MAAF YA, KALAU LAMA TIDAK UP LAMA, KEHABISAN IDE, LAGI BUNTU, SETELAH MENDAPATKAN PENCERAHAN SEMOGA ENCER LAGI DAN BISA UP SETIAP HARI, MOHON BANTUANNYA YA SEMUA PEMBACA, BANTU MENYEMANGATI AUTHOR YANG AMATIRAN INI, SUPAYA BISA SEPERTI AUTHOR YANG BISA MEMBUAT KARYA YANG BAGUS-BAGUS DAN KEREN CERITANYA.


BANTU KASIH LIKE, KOMENTAR JUGA SANGAT MEMBANTU BUAT KARYA KU INI , SYUKUR-SYUKUR DI KASIH HADIAH VOTE, RETETING, DAN BANTU SHARE YA BIAR BANYAK YANG BACA.


TERIMAKASIH BUAT SEMUA YANG MASIH SETIA MENUNGGU KELANJUTAN 🌟 TAKDIR CINTA BINTANG ⭐


"Senja..! di mana? Adik ku, dia tadi telepon mencari kita ada yang penting, katanya" tanya Awan pada Senja yang sibuk membantu kasir kafe lumayan rame.


" Bintang ada di ruangannya Bang!baru masuknya saja kata Senja.


" Oke kita susul keruangannya saja, kamu hebat banget bantu kasir, yang semangat biar dapat bonus besar dari si Bos ya, " goda Angkasa pada Senja.


" Ich kak Angkasa, selalu gitu dech, nyebelin sudah sana masuk, aku lagi fokus ini " Omel Senja.


" Ayo Bang kita temuin Bintang, sepertinya ada sesuatu sampai menyuruh kita datang " kata Angkasa dan di iyakan oleh Awan.


" Bintang sayang " panggil Awan pada Adiknya. karena pintu ruangan terbuka mereka langsung masuk, lantas menutup pintu karenanya ada hal serius yang akan di bicarakan.


" Kalian sudah datang mau makan apa? minum apa? " tanya Bintang pada kedua saudaranya.


" Nanti saja dek,makannya katanya ada yang penting apa? Abang sudah cemas" kata Awan.


Bintang mengeluarkan HP nya dan menunjukan pada mereka berdua, angkasa dan Awan melihat sedikit memicingkan matanya.


" Siapa orang ini? kamu gak usah khawatir dek biar jadi urusan kakak ya, Jagan terlihat kamu sedang ketakutan karena mereka pasti senang, Kakak akan mencari tau siapa orangnya dan siapa yang sudah WA kamu? " kata Angkasa menenangkan Bintang, karena dia tidak mau Bintang ketakutan.


" Iya kak, aku percaya pada kalian kok, aku akan lebih berhati-hati lagi, dan berusaha tenang seperti tidak terjadi apa apa? ucap Bintang.


Awan langsung memeluk adik tercintanya.


" Kamu gak tinggal Di mansion saja dek, mungkin lebih aman, walau Mom dan Dad sedang tidak ada tetapi penjagaan lebih aman " kata Awan sambil mengusap kepala Bintang.

__ADS_1


" Kalau Bintang di rumah kita tidak akan tau pergerakan mereka Bang dan mereka tidak mendekati Bintang, kata Angkasa.


" Kalau Abang itu gak mau Bintang celaka Aja, kalau kamu menjamin keselamatan Bintang, Abang, gak Papa, dan perketat penjagaan, karena kita tidak tau musuh yang sebenarnya.


Setelah cerita panjang lebar Angkasa dan Awan makan di temani Bintang dan Senja, mereka bercerita kegiatan kafe, dan kampus, Senja bicara kalau di kampus Bintang aman, cuma ada beberapa yang jahil menggoda Bintang karena Naksir Bintang.


" Kamu cerewet banget sich Senja, untung kita tidak jadi di jodohkan " Sindir Awan pada Senja karena awalnya mereka mau di jodohkan sama Mom Berliana.


" Iih ini zaman modern Bang, masih aja main Jodoh-jodoh aku maunya sich pria yang gagah baik, tidak seperti kalian berdua slengean dan satunya cool kaya es batu " sindir Senja.


" Abang pamit ya, mau balik kantor, karena Dad pergi otomatis tangung jawab Abang bertambah, ini Angkasa dan kamu dek tidak mau membantu Abang di kantor " ucap Awan da hanya mendapat Cengiran dari Angkasa.


" Maafkan Bintang Bang, kafe Bintang tidak ada yang mengurus nantinya, kata Bunda saja aku di suruh mengantikan Mas Lang Bintang tolak " jawab Bintang.


" Okelah sayang Abang dan kakak mau pamit ya " bergantian mencium adiknya.


Setelah kepergian kedua saudaranya, Bintang mengajak Senja, berangkat ke kampus, karena hari ini ada kuis.


Setelah mengikuti kuis Bintang, menunggu sahabatnya di kantin kampus, karena otak Bintang yang encer membuat dia cepat mengerjakan semua soal.


Senja dan Nana masih mengerjakan semua soalnya karena ada beberapa materi yang tidak dia pahami dan mengerti.Sedangkan Bintang, walau lama vakum tidak kuliah, tetap saja bisa karena Bintang otaknya cerdas.


" Itu Bintang kan,tumben sendirian.


" Iya Betul,wadah dia sudah masuk kuliah hati-hati dia itu pembawa sial, nanti kita ketularan sialnya.


" Hai Bintang...! Tumben sendirian, pasti teman kamu menjauh ya, taku ketularan sial kamu kan, harusnya kamu itu mandi kembang 7rupa supaya hilang sial mu itu" kata Agnes ruang sebelah sangat tidak menyukai Bintang.


" Pergilah kalian Jagan ganggu aku, dan aku juga tidak pernah menganggu kalian, jadi Stop ganggu aku pergilah aku Bilang " kalian tidak tau saja, para Bodyguard di belakang kalian aku cuma kasihan pada kalian kalau kalian terus seperti ini Batin Bintang.


Bintang walau di sakiti tetap saja memikirkan mereka yang selalu menyakitinya, padahal kalau mau jahat Biarkan saja, biar mereka kena batunya.

__ADS_1


" Siapa Bilang Bintang tidak punya sahabat, ya kita berdua tetap sahabatnya Bintang, kalian yang harusnya berhati-hati takutnya tidak bisa melihat matahari besok pagi kalau kalian terus saja mengganggu Bintang " Adam Senja, kalau mereka terus menyakiti Bintang, Kata-kata itu bisa saja menjadi kenyataan.


" Ooh kalian mengancam, aku tidak takut sama kalian dasar anak pungut saja bangga, kasihan semua cowok yang dekat kamu selalu berakhir mengenaskan " ucapan Monik membuat Bintang gelisah.


" Satu lagi siapa lagi yang akan menjadi korban Bintang!! ... setelah berucap Monik dan lainya meninggal kan Bintang dan sahabatnya.


" Bintang sudah Jagan dengarkan kata-kata nenek lampir ya, kamu bukan pembawa sial, semua sudah takdir Bintang " Nana melihat Bintang yang mulai terpengaruh ucapan Monik.


" Tapi kata Monik itu kenyataan, bahkan Linda juga pernah bilang seperti itu, bahkan banyak orang yang bilang seperti itu " ucap Bintang sambil menangis.


" Harusnya aku hajar mereka " kata Senja penuh emosi.


" Ayo Bintang kita pulang sudah ditunggu supir di luar ya " kata Senja.


" Hallo Bintang aku menjemput mu perintah dari Om Leon " ucap Chandra.


" Maaf aku tidak Bisa, hari ini aku pulang ke mansion " kata Bintang.


" Om Leon bagaimana? karena ini penting ''tanya Chandra pada Bintang.


" Kamu kan tinggal bilang saja, apa susahnya sich ndra" bentak Senja,karena Senja tidak menyukai Chandra.


Chandra menahan emosinya. dan pergi menuju mobilnya meninggal kan kampus.


" Sedangkan Bintang Nana Senja langsung menuju mansion Samudera.


IKUTI TERUS YA KELANJUTANNYA.


Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.


Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2