
MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU DOBEL UP
HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.
TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.
Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tingalkan jejak π£π£π£ setiap Bab.
" Kamu kira aku main-main Nona tunggu ya kehancuran mu sepuluh menit saja ya " seringai Angkasa yang izin sebentar menemuai Daddy dan Abangnya berbicara apa keputusanya.
" Sudah sayang dari dulu mereka mengancam tapi juga tidak terbukti " ucap Mami Andra menenagkan menatunya.
" Iya Mam, omong kosong kita tunggu saja haha pasti hoak " ejek Linda.
Plak tamparan Bunda pada Linda, yang terus saja berbuat salah.
" Andra ajak Mamimu dan istrimu pulang,mulai sekarang Bunda putus kan,kamu bukan putri Bunda, dan hari ini Bunda dan Ayah akan pergi ke luar pulau, supaya kamu tau, rasanya menjadi orang susah Jagan pernah temui Bunda sebelum hatimu bersih, Bintang maafkan Bunda dan ayah ya nak tidak bisa mendidik putri Bunda, Lakukan hukuman itu semog saja siapa tau itu bisa menyadarkan mereka berdua " ucap Bunda sambil menangis dan berpamitan dan meminta maaf pada semuanya, setelah itu mereka berdua pergi.
" Biarkan saja sayang kan masih ada Mami yang selalu ada buat kamu, ya Jagan sedih ya biarkan mereka pergi " hiburnya pada menantu tersayangnya.
" Bener juga Mam, sudah tidak ada yang melarangku, melakukan ini itu menceramah i aku" ucap Linda.
Sumpah kamu Lin, aku semakin muak sama kamu, setelah lahiran benaran Aku tinggalkan kamu dan kamu cocok dengan Mami, setelah ini, aku tidak tau apa yang akan terjadi Lin, kamu nantanggin mereka, kalau aku siap-siap saja menjadi miskin, semoga kamu dan.mami sadar nantinya batin Andra.
" Mami Andra Linda Ayo pulang, Ndra ayo perusahan kita dalam masalah semua Investor, mencabut semua sahamnya, perusahan kita β benar-benar gawat Ndra " ucap papi Andra yang tampak panik dan bingung perusahaan yang baik baik saja tiba-tiba dalam masalah besar.
Membuat Mami dan Linda Shok, ancaman keluarga samudera menjadi kenyataan karena mereka tidak mau jadi gelandagan Linda dan mami menjadi panik.
__ADS_1
" Kamu kenapa? Ndra kok tidak panik dan kamu santai, Ndra kalau perusahaan dalam bahaya,semua Aset kita jual itu pun tidak bisa menutup hutang kita, bisa-bisa Seluruh Aset termasuk rumah dan mobil pasti ikut terjual bagaimana itu Dra " ucap Papi Andra.
" Papi tanyakan saja pada Mami tercinta karena ini ulah mereka Pi, suruh saja mereka yang bertangung jawab,semua karena mulut berbisa mereka berdua" ucapan Andra membuat Linda shok.
Andra pergi meninggalkan mereka dan berpamitan pada semua, dan minta maaf pada semuanya.
" Ayo kita pulang,kalian berdua bisa jelaskan di rumah ya setengah emosi" Mereka berpamitan mau pulang.
" Waah keren kakak bisa menjadikan mereka bungkam dan Shok " ucap Nana pada Angkasa dan merasa bangga pada calon kekasih. memuat yang lainnya mengoda Nana habis habisan mengoda sahabatnya.
" Mom apa semua gak berlebihan Mom kasih mereka pelajaran,nanti tinggal di mana? mereka "kata Bintang.
" Sayang boleh kita baik sekali mereka tetapi! Jagan sampai berteman dalam kebodohan sayang, makasudya kebodohan dalam berteman itu,di manfaatkan sayang, dan hatimu di manfaatkan mereka karena kamu terlalu baik sayang, kamu dengar sendiri kan tadi, di kira selama ini kita main- main , padahal semua Mami lakukan karena permintaan mu sayang, kamu dengar sendiri kan tadi bundanya saja0 mendukung memberi jera pada Linda dan mertuanya,bukan kita jahat sayang " pengertian mom Berliana pada putrinya.
" Iya Bin,Benar kata Mom, buat pelajaran buat mereka Bin biar jera, dan tidak berbuat jahat lagi " kata Senja.
" Ya sudah ayo kita lanjutkan membantu yang lainnya " potong Bintang, pamit pada semuanya ikut membantu membuat kue dan lainnya.
" Kalian ya benar-benar, selalu bikin masalah,sekarang kita tidak punya apa-apa dan benar kita akan jadi gembel, itu kan yang Mami ucapkan pada Bintang, dan kita lebih parah rumah pun kita tidak punya, apalagi sebentar lagi Linda mau lahiran, pusing papi,harusnya tidak usah melayat kalau hasilnya seperti ini sial kalian berdua " prang....! Vas bungga guci kesayangan istrinya di tendang dan di hancurkan, sedangkan mami nya Andra hanya diam seribu bahasa, karena baru kali ini melihat suaminya marah.
" Maaf pi, maafkan Mami, Mami salah pi " tangisnya penuh isakan.
" percuma minta maaf sama papi, tidak akan membalikan keaadan, semua sudah hancur dan tidak akan kembali, kita fikirkan saja bagaimana caranya kita dapat rumah untuk kita tinggal sementara" kata Papi.
" Aku gak mau papi, rumahnya kecil pi,dan jelek jijik Mami " ucapnya sombong.
" Mami Mami,kita sudah jatuh seperti ini saja Mami masih juga memikirkan kesombongan kita tidak tinggal di kolong jembatan saja harus bersyukur" jawab Andra.
__ADS_1
" Pi sebaiknya kita beres beres, besok rumah ini harus kita tinggalkan, dan aku tadi sudah mendapatkan kontrakan yang ada 2 kamar pi bagaimana? " tanya Andra.
" Papi setuju, ayo kalian kalian berdua beres beres apa yang penting mau di bawa, kalau tidak penting di tinggal saja " kata Papi.
" Pi, aku coba hubungi ayahku ya siapa tau bisa bantu kita " ucap Linda menelpon orang tuanya tetapi tidak bisa.
" Kamu tidak ingat kemarin mereka bilang kamu bukan lagi anaknya, salahmu sendiri sama Mami selalu bikin ulah, selalu menyakiti Bintang, padahal Bintang tidak pernah sekalipun menyakiti kamu " ucapan Andra membuat Linda murka.
" Kenapa? sich kamu selalu membela Bintang! Bintang! .... muak aku mendengarnya " Linda sangat marah sama Andra.
**Kita tinggalkan mereka yang mendapatkan buah dari perbuatanya, yang suka menghina Bintang, dan sekarang mereka merasakan akibatnya.
Kembali kerumah Langit acara berlangsung dan lancar tanpa halangan apapun**.
Selesai acara mereka berkumpul dan bercengkrama.
Bintang sedih biasanya dia selalu di temani Langit, ini dia sendiri dan sepi.
"Bunda....! sudah makan belum tanya Bintang pada Maya.
" Harusnya Bunda yang bertanya putri cantik Bunda sudah makan belum, Bunda rasa belum kan hemmm" sindir Maya pada putri cantiknya.
" Iich Bunda kok malah sindir Bintang " sambil cemberut.
" Ayo bunda temani makan ini kan makanan kesukaanmu kan Rawon loh " kata menghibur Bintang.
Mereka berdua makan dengan lahap bayak orang yang melihat Bintang dan Bunda Maya akrap ada yang senang ada juga yang gak suka.
__ADS_1
Bantu Vote, Rete, Like, Favorit, dan Bisa komentar ya biar semakin akrab.... juga menambah semangat Author menulis.
Buat yang selalu menyemangati Author dengan Like dan komentar nya terimakasih banyak π