
Ternyata aku yang pertama sayang, seandainya tidak pun aku tetap mencintai kamu " bisikan Langit membuat Bintang senang, karena kekelahan Bintang langsung tertidur.
Sedangkan Langit bangun untuk membersihkan diri dan dia rencana mau menemui Diki, untuk memberi tahu apa yang sudah terjadi supaya Diki tidak merasa sangat bersalah, dan Langit juga tau, ternyata semua adalah jebakan Putra petir, karena dia masih sakit hari orang tuanya di buat lumpuh dan Buta, dan tidak bisa di obati.
" Mas aku mencintaimu maafkan aku kalau aku menyakitimu " Bintang ? Mengigau dalam mimpinya, masih teringat kejadian itu.
" Sayang kembali tidur, semua baik-baik saja ya sayang " ucap Langit, dia tidak jadi keluar, Langsung memeluk Bintang, dia sangat bahagia, karena dia sudah menyatu dengan Bintang.
" I love u sayang " Ucap Langit yang ikut terbang ke mimpi juga.
Sedangkan mereka yang di luar masih gelisah menunggu orang Unboxing, sedangkan yang du tunggu terbang ke alam mimpi indah mereka berdua setelah perjuangan panas mereka berdua.
" Sebaiknya kalian tidur saja, mereka mungkin kelelahan dan tertidur sebaiknya kita mengisi tenaga karena besok pertarungan besar, atau lebih tepat nya kita akan di serang tanpa kita melawan " ucap Aldo.
" Iya benar katanya, sebaiknya kita tidur, istirahat untuk menghimpun tenaga kita buat besok pagi " ucapan Abigail di iyakan semua Diki juga ikut menuju kamarnya.
Mereka semua menuju kamar masing-masing dan karena kelelahan mereka tertidur pulas, hingga pagi hari.
Setelah pagi menjelang mereka berempat sudah mempersiapkan semuanya, dan juga mereka juga sudah sarapan pagi, mereka menunggu Bintang dan Langit tidak kunjung bangun juga.
" Huft mereka belum bangun juga, apa mereka lanjut lagi, kasihan ponakan aku di gempur habis si Langit " ucap Abigail.
" Biarkan saja mereka, menghabiskan kerinduan mereka, selama ini terpisah, lagian mereka juga sudah SAH, kamu sabar saja, nanti akan aku buat kamu seperti Bintang " Bisik Diki pada Abigail, membuat Abigail sangat malu apalagi bisikan Diki sedikit keras membuat dia orang di depan mereka senyum-senyum.
" Kenapa kalian tertawa seperti tidak saja " Omel Diki.
" Haha iya maaf Tuan besar, cepat Di halalkan biar cepat unboxing " Goda ALdo, mendapat lemparan pisang, pelakukya adalah Abigail.
" Cepat selesai kan sarapan kalian cepat buka sinyal kasihan mereka putar-putar mencari tempat ini " ucap Diki.
" Oke siap Bos, semua sudah seperti yang kita rencanakan Bos dan Abigail segera masuk kamar saja, biar kita yang menyambut mereka " ucap Lady.
" Oke aku pasrahkan pada kalian berdua, ayo sayang kita kekamar " goda Diki pada Abigail.
__ADS_1
" Awas ya kalian belum SAH, Jagan main lebih "ucap Lady.
Sampai di kamar Mereka bergantian mandi setelah selesai mandi Diki langsung memeluk Abigail dari belakang, Diki ingin membuktikan kalau dari dulu memang ada perasaan tapi entah perasaan apa Cinta atau sahabat, tapi dia paling cemburu kalau Abigail dekat dengan orang lain.
" Achhh tanganmu nakal mr Diki " Ucap Abigail menahan gerakan tangan Diki yang nakal menelusuri paha mulusnya, membuat Abigail panas dingin.
" Diam lah, aku tidak akan melakukan lebih, hanya DP saja, kalau kamu adalah miliki sekarang, dua hari lagi kita sudah SAH menikah" bisikan Diki membuat Abigail semakin tidak kuat tubuhnya seperti oleng.
Apalagi Diki dengan cepat membalik tubuhnya sehinga berhadapan, tanpa pikir panjang Diki langsung menyatukan Bibir mereka.Membuat Abigail melotot merasakan kecupan Diki.
Setelah Puas Diki yang di bakar gairah, mengigit Bibir Abigail supaya terbuka dan langsung membeliat lidah mereka, membuat Abigail sangat menikmati dan ikut hanyut apa yang Diki lakukan.
Hanya erangan Nikmat yang Abigail lakukan.
" Huft huft " Abigail kehabisan nafas, setelah Abigail mendapatkan pasokan oksigen lagi, Diki mengulang lagi karena masih belum puas, Sedangkan Abigail ikut mengikuti Yang dinkakukan Diki, kali ini , Diki melakukan bukan karena Obat perangsang naluri.
Setelah puas Diki mengangkat tubuh Abigail kemeja Rias, kali ini Diki mencium leher Abigail penuh nafsu, sedangkan Abigail hanya mendesah saja dan pasrah karena dia juga sangat menikmati permainan Diki.
Mereka sudah meninggalkan kimono mandi mereka tanpa m er eka sadari.
Abigail hanya mengerang, apalagi Diki, sudah menj*** Salah satu pucuk ranumnya. membuat Sang Empu tidak karuan karena pergerakan Abigail, takut Abigail jatuh Diki membawa Abigail ke atas Ranjang.
" Achhh " Suara indah Abigail terus keluar Diki semakin nafsu tidak tertahan Apalagi tubuh mulus dan Indah Abigail sudah terpampang nyata di depannya.
" Sayang aku tidak tahan bagaimana ini yank, masih dia hari lagi " Bisikan Diki pada Abigail.
Sedangakan Abigail tidak tau harus menjawab apa, karena dia juga sudah bernafsu besar,dia juga mau.
" Terserah kamu, aku juga..... sudah tida.... k tahan... MR D Achhh... MR D lidah mu nakal " Ucap Abigail sambil mendesah.
Karena Diki sekarang bukan hanya di area dada tapi sudah di bawah pusar, dia sangat rakus menyesap dan melumatmelumat .
" AcchMr Ach " Rancau Abigail trus mendesah menyebut nama Diki.
__ADS_1
" Pangil Aku sayang mulai sekarang, kalau tidak, aku tidak akan melanjutkan " Ancaman Diki membuat Abigail.
" Saa... sayang terus, Jagan berhenti, aku tidak tahan " Tangan Abigail menekan kepala Diki lagi ke arah daerah intinya dia sudah tidak tahan.
" Iya sayang, awas tidak boleh lupa, aku hukum nanti " ucap Diki.
"Auuuh amm" Abigail merasakan tangan Diki terus bergerak di daerah intinya dan dengan Nakal Diki menciumi dan menyes@pnya membuat Abi tidak tahan lagi Abi semakin mengila karena his@pan Diki pada intinya.
" Aach sayang...! "Suara parah Abi
Diki Melihat Abi mendapatkan pelep@sannya dan basah.
Diki Segera berdiri dan
Diki langsung menindih dan tangannya memberikan sentuhan ke Abi dan dia bertanya.
" Sayang apakah kamu sudah siap kalau Aku melakukanya " Tanya Diki dengan tidak sabar.
" Iya aku mau sayang " suara serak Abigail pasrah.
Saat Diki akan memasukan Senjatanya, suara dobrakan Pintu.
membuat Diki dan Abigail sangat kaget, dan mereka langsung melepaskan dan menarik selimut.
Membuat mata yang memandang mereka juga kaget tidak sesuai yang mereka pikirkan.
" Hah Abigail, kalian dimana putriku, Kamu nanti jelaskan cepat kalian berpakaian cepat.. ! " teriak Berliana.
" Iya jawab" keduanya yang bernafas lega tidak jadi melakukan dosa besar .
" Besok kita tuntaskan sayang, kamu enak sudah keluar aku yang pusing sayang " ucap Diki sambil bersih- berdua dengan Abigail untuk menyingkat waktu.
" Mereka juga mendobrak pintu yang kata Aldo itu adalah tempat Bintang, mereka semua lebih terkejut lagi dengan apa yang mereka lihat.
__ADS_1
NANTI KITa LNJUT LAGI.