Takdir Cinta Bintang

Takdir Cinta Bintang
116. Mendekati Alam.


__ADS_3

SELAMAT PAGI.


MAAF KALAU SEDANG MENUNGGU


UP HARI INI SEPERTI BIASA KESIBUKAN DUNIA NYATA.


TETAP AKU USAHAKAN SETIAP HARI SATU BAB KALAU LEBIH SISANYA BONUS BUAT KALIAN YANG SELALU SETIA MEMBACA NOVELKU DAN SUKA DENGAN ISI CERITANYA.


Kalau Author senang nya sich! kalau banjir Like, komentar Vote, dan hadiah ya hehehe dan Jagan lupa tinggalkan jejak 👣👣👣 setiap Bab.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Duch gak peka banget jadi orang, gimana cara nya dia paham, dengan aku ini, masa dia Langit, kok aku mulai ragu, tapi mana mungkin ada yang sama kalau tidak kembar celoteh Bintang dalam hati bimbang di hatinya.


Karena banyak melamun, tanpa sadar dia menabrak apa yang ada di depannya.


" Aduh sakit" teriak Bintang.


" Kalau jalan Jagan melamun terus, ini gelap " ucap Alam, ternyata Bintang menabrak tubuh Alam, karena Alam berhenti mendadak menunggu jalan Bintang seperti siput lelet.


" Enak aja Bilang aku seperti siput, cantik- Cantik begini " teriak Bintang tidak suka.


" Bintang Jagan lepas hoodie kamu, samapai Villa "omel Alam pada Bintang, Semakin membantah kata- kata Alam, Bintang menurunkan Hoodie nya.


" Kenapa? sich bandel banget, nanti bisa mengudang yang tidak kita inginkan omel Alam sambil memasangkan lagi Hoodie Bintang.


" Kenapa? Sich kok, kamu gak ingat aku, kamu sengaja tidak mengenalku, atau memang tidak me genalku, Bintang mulai tetisak.


" Aku sudah bilang kan aku tidak pernah tau kamu itu siapa, namaku juga Alam, bukan Langit seperti yang kamu Bilang " jawaban Alam membuat Bintang semakin menagis.


Alam semakin di buat kebingungan.


" Hiks hiks, tapi kenapa kamu sama dengan mas Langit, semuanya tidak ada yang tidak sama aku boleh buka baju kamu dan lihat ada tanda di dada kamu "ucap Bintang, membuat langit melongo.


" Kita jalan ya, kamu tambah ngaco, nanti di kira kita mesum Bintang ayo buruan seperti ada yang mengawasi kita" ucap Alam.


" Aku takut, apa mereka musuh daddy, tau kalau aku tanpa pengawalan, gimana ini " Bintang ketakutan.

__ADS_1


" Gimana ini Mas, aku takut, ayo buruan sampai Villa kita, banyak yang bantuin kalau di sana " kata Bintang berjalan setengah berlari.


" Kamu,bandel di kasih tau jagan buka hoodie kamu, bahaya banyak orang jahat, apalagi ada yang naksir kamu " remeh Alam pada Bintang.


" Kamu yang naksir aku " tanya Bintang polos.


" Jangan kegran dong,bandot tua tadi yang naksir kamu gak tau mau di jadikan istri yang ke berapa " Sindir Alam pada Bintang.


" Hooh, ogah gak mau aku, hiii ngeri aku " ucap Bintang.


" Mas mereka semakin dekat, aku takut " Bisik Bintang pada Alam dan dia semakin mengengam erat tangan Alam, Alam tidak bisa menolak pegangan Bintang, dia merasakan ada getaran aneh saat dia dekat dengan Bintang.


" Bintang agak cepatan jalannya ya, supaya cepat sampai dekat Villa di sana ramai orang,pegangan yang kuat " ucap Alam, sebenarnya tidak tega melihat Bintang kelelahan.


" Iya Mas, sebenarnya aku capek banget, dan lelah tetapi aku tidak mau tertangkap mereka aku tidak mau dengan si tua bangka itu " kata Bintang, sambil terus setengah berlari mengimbamgi jalannya Alam. Mereka di kagetkan segerombolan orang.


" Heii berhenti kalian, dan Jagan melawan juragan mau bertemu kamu nona cantik " ucap 4 orang yang berwajah seram.


" Aku tidak mau, pergi kalian dari sini , mingir kalian kita mau lewat " teriak Bintang.


" Cepat serahkan gadis yang sama kamu anak muda, Jagan. melawan juragan kami " teriak Segerobolan orang.


" Mas aku gak mau, ikut mereka, kita lawan saja ya " ajak Bintang.


"Oke kamu tenang saja, sebisa mungkin aku akan bertahan kamu larilah " ucap Alam.


" Tidak mas kita lawan sama- sama ya ucap Bintang.


Terjadilah perkelahian, Alam melawan tiga orang sedangkan Bintang yang sudah bisa bela diri melawan satu orang, mereka orang pilihan Bintang dan Alam sedikit kuwalahan.


" Haii kalian berhenti .... tolong... tolong....!!!! " teriakan Nana dan Senja membuat ke empat orang suruhan langsung kabur.


" Untung ada kalian, kita sudah kuwalahan tadi " Cerita Bintang pada kedua sahabatnya.


" Mas Ikut ke Villa ya, takutnya mereka akan mencelekai Mas Alam loh, dan aku akan merasa bersalah kalau sampai itu terjadi mas " ucap Bintang.


" Kamu tenang saja, aku menginap di tempat sahabatku yang rumah nya di dekat sini, lagian yang mereka inginkan kamu, jadi aku tidak mungkin di serang " jawab Alam.

__ADS_1


" Siapa tau si bandot tua itu marah , karena kamu mengagalkan rencananya, setelah aku sampai kota mereka akan aku urus, tenang saja, aku akan bilang sama yang punya peternakan ini " ucap Bintang.


" Memangnya kamu kenal Bin sama yang punya peternakan ini " tanya Nana polos.


" Itu urusan Abang dan kakak nanti Nana.. " jawab Bintang gemas pada sahabatnya dia lupa atau bagaimana.


" Ooh aku kira, kamu kenal hehe " jawab Nana.


" Sudahlah kalian masuklah sebelum mereka menganggu kalian lagi , aku mau pergi " Langsung meninggalkan Bintang dan sahabatnya.


Sepeninggalnya Alam, Nana dan Senja, menginterogasi Bintang apa rencana nya berjalan mulus atau bagaimana.


Bintang menceritakan semuanya tidak ada satupun yang terlewatkan.


" Ya Allah Bin, untung kamu tidak apa-apa,aku tadi sudah ketakutan Bin, untung kamu sekarang sudah bisa bela diri.dan bisa membantu melawan mereka" ucap Senja.


" Iya, alhamdulillah, di ajarin om Diki dan Mom, kalian juga wajib belajar lagi , setidaknya untuk jaga-jaga.


" Iya Bin, aku mau melanjutkan, belajar sama Mom Berliana lagi biar semakin menguasai.


" Bintang bagaimana soal Alam apa ada tanda-tanda kalau dia Langit, atau bukan " tanya Nana.


" Aku masih belum bisa memastikan, kalau hati kecilku mengatakan iya, tetapi tindakanya kok seperti bukan" Bintang mulai ragu.


" Tapi aku akan tetap mendekatinya sampai aku benar-benar yakin kalau dia bukan Langit,tetapi orang lain, tapi saat aku dekat dengannya aku sangat nyaman seperti aku di dekat Mas Lang " cerita Bintang.


Besok antar aku ya pamitan kerumah mereka, sekalian belanja, untuk di bawa kerumah ibunya Alam, dia sangat baik, aku jadi nyaman di rumah mereka " cerita Bintang.


" Waah calon mantu, seandainya dia bukan Abang gak papa Bin kalau kamu mau moveon, aku dukung " kata Senja.


" Haha kamu Senja main dukung saja, aku saja masih mencari kebenaran " kata Senja.


Nana dan Senja senang melihat sahabatnya tertawa lagi.


" Ya sudah Bin ayo ikut Bimbingan aku bilang pada mereka kamu tidak enak badan, untuk semua tidak ada yang curiga " ucap Nana.


Misi apa Selanjutnya yang Bintang lakukan demi tau identitas sebenarnya tentang Alam.

__ADS_1


IKUTI TERUS YA. JAGAN LUPA YA KASIH LIKE KOMEN VOTE.


__ADS_2